Gerakan Melempem, PMKRI Pematangsiantar Ajak Revitaliasi Pergerakan Mahasiswa

Gerakan Melempem, PMKRI Pematangsiantar Ajak Revitaliasi Pergerakan Mahasiswa.
Gerakan Melempem, PMKRI Pematangsiantar Ajak Revitaliasi Pergerakan Mahasiswa.

Gerakan Mahasiswa mengalami kelesuan. Selain melempem, upaya untuk menegakkan idealisme organisasi gerakan mahasiswa dirasa perlu segera dilakukan.

Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Tomson Sabungan Silalahi menyampaikan, gerakan mahasiswa, khususnya PMKRI, perlu melakukan revitaliasi gerakan, berupa assessment untuk membangkitkan kembali spirit gerakan mahasiswa Indonesia.

We need assessment. Setiap anggota gerakan mahasiswa, seperti juga Ketua Presidium di PMKRI, harus mampu mengetahui kebutuhan dan kemampuan organisasi dan anggotanya. Sehingga, mampu menggerakkan roda organisasi gerakan yang nyata,” tutur Tomson Sabungan Silalahi,  Kamis (16/01/2020).

Tomson menegaskan, hal yang sama juga telah disampaikannya, saat pemaparan materi di Pekan Orientasi Fungsionaris Rapat Kerja Cabang (POF Rakercab) mengawali masa kepengurusan DPC PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi periode 2019-2021.

Pada kegiatan yang digelar Sabtu-Selasa, 11-14 Januari 2020 di Aula Vikariat St Paulus Rasul, Jalan Lingga No 1 Pematangsiantar itu, Tomson menekankan perlunya assessment, atau penelusuran ulang terhadap kemampuan dan kompetensi mahasiswa serta bukti-buktinya.

“Dan Pengurus Organisasi Gerakan Mahasiswa juga harus mempunyai motivasi yang kuat untuk memajukan organisasi sesuai dengan visi misi pergerakan,” tutur Tomson.

Di tempat yang sama, Senior PMKRI Manandus Sitanggang menyampaikan materi Penegasan Visi dan Misi PMKRI. Dia berharap, sebagai organisasi pergerakan mahasiswa, PMKRI juga mampu membuat target dan mencapainya.

“Berharap agar Pengurus mampu mewujudkan Visi dan Misi PMKRI menjadi pedoman untuk kehidupan sehari-hari. Demikian pula di dunia kerja nantinya. Visi adalah target akhir dan Misi adalah penjabaran-penjabaran dari sebuah visi yang mewujudkan proyek,” ujar Manandus Sitanggang.

Pekan Orientasi Fungsionaris Rapat Kerja Cabang (POF Rakercab) menjadi awal ataupun dasar pembekalan pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan roda dan tujuan organisasi pada periode ini dan periode selanjutnya.

Serangkaian pembobotan digelar dalam pecan orientasi ini. Sekjen PP PMKRI Tomson Sabungan Silalahi memberikan materi bertajuk Need Assesment, Dewan Pembina PMKRI Cabang Pematangsiantar Manandus Sitanggang memberikan materi Penegasan kembali Visi dan Misi PMKRI.

Kemudian, Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar Periode 2017-2018, Putra Jaya Raya Saragih membahas tentang topik Team Work. Sekretaris Jenderal PMKRI Pematangsiantar periode 2015-2016, Yafanus Buulolo memaparkan tentang Perencanaan Strategis.

Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar periode 2015-2016, Alfredo Pance Saragih membawakan materi Dinamika Internal dan Eksternal PMKRI. Diakhiri dengan Sharing Motivation oleh Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar periode 2018-2019, Alboin Samosir.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Presidium dan Jajaran DPC PMKRI Cab Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi periode 2019-2021.

Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar Periode 2017-2018, Putra Jaya Raya Saragih dalam pemaparannya  menekankan, Team berbeda dengan kelompok.

Tim mempunyai pandangan luas yang dibentuk agar tercapai sesuai harapannya. Dimana team bekerja sama untuk membangun organisasi. Dan dalam organisasi selalu ada team work.

“Dalam team harus mempunyai motivasi dan saling menghargai. Agar team berjalan dengan baik,” ujarnya seraya mengatakan keyakinannya bahwa PMKRI Pematangsaintar tetap menjadi sebuah organisasi yang mampu hadir di tengah masyarakat berdasarkan nilai kekatolikan.

Sekretaris Jenderal PMKRI Pematangsiantar periode 2015-2016, Yafanus Buulolo mengatakan, dalam pelaksanaan program kerja, Pengurus harus punya konsep untuk mewujudkan suatu Visi dan Misi.

“Setiap pengurus harus mempunyai kemampuan analisa yang tinggi (Analisis SWOT),” katanya.

Sedangkan Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar periode 2015-2016, Alfredo Pance Saragih mengatakan, dinamika internal dan eksternal itu pasti ada di setiap pengurusan. Dinamika tidak akan pernah sama dari setiap kepengurusan.

“Kita perlu mengetahui secara luas gambaran kondisi internal dan eksternal PMKRI Pematangsiantar dan merefleksikan posisi PMKRI dalam pandangan masyarakat,” tutur Alfredo Pance Saragih.

Selanjutnya, dalam Sharing Motivation oleh Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar periode 2018-2019 Alboin Samosir, dijelaskan, sebelum membuat program kerja perlu mengetahui minat dan bakat para kader.

“Dan selalu melihat kemajuan dan situasi nasional, agar kita tahu program kerja apa yang cocok diterapkan pada periode ini. Kita juga berharap, kader PMKRI mempunyai sinergitas melebihi periode-periode sebelumnya, agar roda organisasi semakin jaya dan tetap berkaca pada periode sebelumnya,” ujar Alboin Samosir.

Pekan Orientasi Fungsionaris (POF) dirangkai dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Tujuannya, membahas dan menyusun program kerja setiap pengurus untuk satu periode ke depan.

Di akhir kegiatan, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi periode 2019-2021, Liharman Sipayung mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

Dia mengajak seluruh pengurus tetap solid dan bersinergi dalam melaksanakan program kerjanya.

“Terimakasih kepada seluruh senior yang sudah berpartisipasi memberikan arahannya dan terimakasih juga buat semua pengurus yang mulai dari awal sampai akhir tetap setia dan antusias mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.

Dia berjanji akan membangun organisasi mahasiswa yang tetap berjuang menyuarakan kebenaran di tengah-tengah gereja dan masyarakat.

Acara ditutup oleh Ketua Presidium Liharman Sipayung didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Edis Galingging.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan