Generasi Millenial Diturunkan Mengawasi Sampah Plastik

Generasi Millenial Diturunkan Mengawasi Sampah Plastik.
Generasi Millenial Diturunkan Mengawasi Sampah Plastik.

Kaum millennial diturunkan untuk mengawasi sampah. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) menurunkan sebanyak 20 anak muda yang tergabung dalam Tim Millenial Pengawas Sampah di Rest Area Kilometer 19 dan Kilometer 57 Tol Cikampek.

Mereka mensosialisasikan tidak membuang sampah sembarangan dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai kepada para pemudik. Kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan Ramadan 1440 Hijriah Kementerian LHK bertema Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik.




Direktur Pengawasan dan Sanksi Administratif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sugeng Priyanto mengatakan, Milenial Pengawas Sampah adalah komunitas anak muda dan pelajar yang peduli sampah.

“Komunitas ini dibentuk oleh Kementerian LHK  yang anggotanya berasal dari Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti, serta pelajar dan anak-anak muda,” ujar Sugeng Priyanto, Minggu (2/06/2019).

Sedangkan Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, sangat penting melibatkan kaum millennial untuk melaksanakan pengawasan sampah, sebagaimana arahan dari Menteri KLHK.




“Pentingnya pelibatan Millenial dalam Pengawasan Sampah ini merupakan inisiatif Ibu Menteri, Siti Nurbaya. Ibu Menteri sangat concern dengan inisiatif-inisiatif lingkungan yang melibatkan millennial,” ujar Rasio Ridho Sani.

Rasio Sani menambahkan, keterlibatan millenial dalam pengawasan sampah ini diharapkan meningkatkan kesadaran millenial lainnya untuk peduli terhadap sampah.

“Secara bersama-sama kita harus membangun budaya kepatuhan dan generasi peduli lingkungan,” katanya.

Saat ini, sampah, khususnya sampah plastik, menjadi masalah serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat karena sifatnya yang sulit terurai di lingkungan.




KLHK mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk turut membantu mengurangi beban pengelolaan timbunan sampah dengan membatasi penggunaan plastik, terutama berupa plastik bekas kemasan atau kantong plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Rasio Sani juga menyampaikan, untuk mengatasi persoalan sampah yang dibuang sembarangan, tahun ini pengawas dan penyidik Ditjen Gakkum KLHK telah menutup lima lokasi pembuangan sampah illegal yaitu empat lokasi yang berada pada  area Cibubur, Kabupaten Bogor dan satu lokasi yang berada di area Ciledug, Kota Tangerang.




Dia menegaskan, pengelola lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut harus segera menghentikan kegiatannya karena telah melanggar dua undang-undang yaitu Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan