Gelar Upacara Online Hari Ulang Tahun Kejaksaan Ke 60 Di Tengah Covid-19, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Perintah Harian Dengan Sense Of Crisis

Pandemi Covid-19 Masih Meninggi

Gelar Upacara Online Hari Ulang Tahun Kejaksaan Ke 60 Di Tengah Covid-19, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Perintah Harian Dengan Sense Of Crisis.
Gelar Upacara Online Hari Ulang Tahun Kejaksaan Ke 60 Di Tengah Covid-19, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Perintah Harian Dengan Sense Of Crisis.

Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia atau yang kerap disebut dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) tahun 2020 ini diperingati dengan menggelar Upacara Online.

HBA Ke 60 ini berlangsung di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum juga surut.

Dalam amanahnya, Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin yang memimpin Upacara Online HBA Ke 60 ini menyampaikan, berbagai krisis yang menimpa Indonesia mesti ditangani secara bersama-sama.

Karena itu, sense of crisis mesti juga dimiliki oleh setiap insan Adhyaksa, dalam menjalankan tugas dan kewajiban, maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut mantan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) ini, Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini dilaksanakan dalam suasana yang istimewa. Upacara Hari Bhakti Adhyaksa kali ini selain dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, namun juga diikuti oleh peserta upacara secara online.

“Setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Untuk itu setiap insan Adhyaksa dalam setiap kondisi apapun harus berinovasi untuk Kejaksaan yang lebih baik,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin, Rabu (22/07/2020).

Burhanuddin menegaskan, dalam Adaptasi Kebiasaan Baru atau yang sebelumnya disebut sebagai tatanan normal baru, suasana pandemi Covid-19 ini tidaklah menjadi hambatan.

“Untuk itu, tak henti-hentinya kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas limpahan rahmat, karunia, dan perlindungan-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk dapat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, tanggal 22 Juli tahun 2020 secara serempak melalui sarana virtual ini,” jelasnya.

Hari Bhakti Adhyaksa yang setiap tahunnya diperingati, lanjutnya, sudah selayaknya dimaknai bersama sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas semua yang telah dilakukan selama ini.

“Hal ini perlu untuk menyatukan kembali pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan dalam rangka mewujudkan supremasi hukum,” lanjutnya.

Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2020 mengangkat tema Terus Bergerak Dan Berkarya. Tema ini sangat relevan untuk mengingatkan serta menggugah kembali komitmen Korps Adhyaksa agar tetap produktif, inovatif, optimal, dan tidak surut di tengah berbagai kendala, hambatan, atau dalam kondisi sesulit apapun.

Kejaksaan Agung Menggelar Upacara Online Hari Ulang Tahun Kejaksaan Ke 60 Di Tengah Covid-19, pada Rabu (22/07/2020).
Kejaksaan Agung Menggelar Upacara Online Hari Ulang Tahun Kejaksaan Ke 60 Di Tengah Covid-19, pada Rabu (22/07/2020).

“Terlebih saat ini negara kita tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak di seluruh sektor kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari 3 bulan ini tidak hanya berimbas pada kesehatan semata, namun juga memukul perekonomian Indonesia, bahkan perekonomian dunia.

“Bertolak dari situasi darurat tersebut, pelaksanaan peran dan tanggung jawab segenap jajaran Kejaksaan harus diiringi dengan tingginya respon dan kepekaan terhadap krisis atau sense of crisis yang tengah berlangsung,” pintanya.

Sikap tersebut akan mendorong dan menggerakkan kejaksaan secara solid dan militan untuk peduli, proaktif, dan turut berkontribusi secara positif dalam upaya percepatan penanganan krisis.

“Untuk itu, dalam situasi ini jangan sampai kita mengendurkan semangat atau bahkan bermalas-malasan. Situasi krisis ini justru seharusnya memicu kita untuk senantiasa tetap bergerak, merapatkan barisan, dan bekerja keras guna memastikan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara benar-benar terlayani. Wujudkan terus nilai keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum, sehingga kehadiran Kejaksaan dapat dirasakan manfaatnya di masa pandemi ini,” lanjutnya.

Di samping itu, dalam kondisi diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru, hendaknya seluruh aparatur Kejaksaan segera beradaptasi dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di tempat kerja.

“Kesehatan dan keselamatan diri adalah hal yang paling utama ketika kita semua dituntut untuk meningkatkan performa kinerja di masa pandemi,” imbuhnya.

Kemudian, di tengah situasi krisis ini, hendaknya segenap jajaran memahami kapasitasnya sebagai pilar utama yang mendukung dan memastikan setiap kebijakan pemerintah dalam upaya memerangi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Hal itu semata-mata ditujukan agar kesejahteraan dan keselamatan rakyat Indonesia dapat terjamin di masa yang sulit ini.

“Oleh karena itu, selaku aparat penegak hukum, kita bertanggungjawab penuh untuk menghadirkan penegakan hukum yang determinan dalam memacu akselerasi penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelas Burhanuddin.

Percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan memunculkan sejumlah tantangan. Dukungan dan ketegasan menjadi sangat urgen dan krusial untuk menjamin setiap tahap pelaksanaan kebijakan pemerintah dilakukan dengan cara yang benar, sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Segala daya upaya perlu dikerahkan secara sinergis melalui jalinan kerja sama dan koordinasi yang harmonis dengan para pemangku kepentingan atau stake holder.

Keterpaduan lintas sektoral tersebut, diharapkan menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan Indonesia agar dapat bangkit dari Pandemi Covid-19 ini.

Selain memastikan percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, salah satu tugas besar yang telah menanti adalah mewujudkan keberhasilan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 di 261 Kabupaten/Kota dan 9 Provinsi.

“Dalam rangka menghadirkan Pilkada yang berkualitas, saya minta segenap jajaran Kejaksaan agar proaktif dalam mengawal dan menjaga pelaksanaan Pilkada. Peran strategis Kejaksaan dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu) harus selalu dioptimalkan, guna menciptakan kerja sama yang sinergis dalam menyelesaikan persoalan yang timbul,” tegasnya.

Dalam upaya untuk menjamin kredibilitas Pilkada Tahun 2020, Burhanuddin juga menegaskan kepada seluruh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan di Sentra Gakumdu, untuk bersikap netral, independen, dan objektif, dalam rangka menghadirkan upaya penegakan hukum yang imparsial dan tidak memihak.

“Saya tegaskan pula, sebagai Aparat Negara, agar jajaran Kejaksaan dapat membedakan peran aktifnya dalam menentukan keberhasilan Pilkada Tahun 2020. Pada satu sisi, setiap aparat negara merupakan Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Untuk itu, gunakan hak pilih saudara-saudara secara bijak dan jangan sampai golput,” terangnya.

Sedangkan di sisi lain, setiap pegawai Kejaksaan dan Jaksa dituntut untuk menjaga netralitas dengan tidak mendukung atau melakukan perbuatan yang mengarah kepada keberpihakan pada salah satu pasangan calon.

Berkenaan dengan hal tersebut, Burhanuddin menegaskan kepada jajarannya untuk tidak terlibat dalam kegiatan kampanye mendukung calon Kepala DaerahWakil Kepala Daerah, tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan atau dinas dalam kegiatan kampanye, tidak membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon, dan tidak mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon.

“Dalam upaya memastikan keberhasilan agenda nasional sebagaimana yang diuraikan tetap berjalan dengan baik, kita membutuhkan institusi atau perangkat hukum yang kuat dan bersih,”ujarnya.

Ketersediaan perangkat hukum yang berkualitas tersebut menjadi syarat mutlak terciptanya penegakan hukum yang diandalkan dan tepercaya untuk mampu menyelesaikan berbagai persoalan.

Untuk itu, katanya, Burhanuddin tidak henti-hentinya mengingatkan kepada semua, agar selalu menjaga integritas, menjauhi penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, dan segala bentuk perbuatan yang dapat menurunkan kewibawaan, serta merusak citra institusi dan diri sendiri.

Tetap tingkatkan kewaspadaan dengan terus melakukan pengawasan melekat di lingkungan jajaran masing-masing. Upayakan terus terwujudnya aparatur Kejaksaan yang profesional, bermartabat, dan tepercaya.

Selain itu, Burhanuddin juga menegaskan betapa pentingnya membangun profesionalisme dalam menghadapi berbagai persoalan yang sedemikian beragam. Meningkatkan kapasitas, kompetensi diri, memperluas wawasan, serta pemahaman akan teknologi informasi niscaya diperlukan untuk memperkaya sudut pandang, melahirkan inovasi, dan memecahkan problematika yang dihadapi.

Terlebih penguatan integritas dan profesionalitas niscaya diperlukan untuk mewujudkan penegakan hukum yang mampu mewujudkan keadilan restoratif.

Penyelesaian perkara sepatutnya mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan, hukum, dan keadilan yang hidup dalam masyarakat, dengan menekankan pemulihan dan keseimbangan perlindungan antara kepentingan korban dan pelaku.

Untuk mempertegas mekanisme penyelesaian tersebut, Kejaksaan telah mengeluarkan kebijakan dengan menerbitkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Berkenaan dengan hal tersebut, Burhanuddin menyatakan yakin dan optimis, melalui peningkatan kualitas diri secara sungguh-sungguh, pekerjaan penting kita bersama dalam upaya memberikan pelayanan publik, terutama dalam menghadirkan keadilan restoratif, guna memulihkan kepercayaan masyarakat atau public trust dapat diraih dan diwujudkan.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga ingin menyampaikan terimakasih kepada segenap jajaran Adhyaksa di seluruh nusantara atas pengabdian, pengorbanan, dan kerja keras dalam menorehkan prestasi dan memberi citra positif, sehingga berhasil mengoptimalkan capaian kinerja dan mengharumkan nama baik lembaga yang kita cintai ini,” tuturnya.

Beberapa hasil kinerja positif yang diraih, antara lain, dalam upaya percepatan pelaksanaan refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN), pada saat ini 245 satuan kerja Kejati atau Kejari telah melaksanakan pengamanan dan pendampingan terhadap 475 Satuan Kerja Pemerintah Daerah.

Kejaksaan RI juga melakukan terobosan yakni dengan mengoptimalisasikan sumber daya teknologi informasi untuk mengatasi kendala teknis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan RI yang ditimbulkan Covid-19, yaitu dengan menggelar persidangan perkara pidana secara online di seluruh Indonesia.

Kejaksaan RI juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang percepatan kemudahan berusaha untuk mendorong peningkatan investasi, yaitu dengan pembentukan Satuan Tugas Pengamanan Investasi Kejaksaan RI.

Demikian halnya dengan Bidang Tindak Pidana Khusus dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang dengan kerja kerasnya telah berhasil menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara secara signifikan.

“Dari hasil kerja keras seluruh aparat Kejaksaan tersebut di atas, syukur Alhamdulilah, tingkat kepercayaaan masyarakat semakin meningkat,” jelas Burhanuddin.

Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan kembali Perintah Harian kepada jajarannya. “Di akhir sambutan pada HBA ke-60 ini, saya menyampaikan Perintah Harian untuk diperhatikan dengan baik dan cermat, sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas kepada seluruh jajaran Keluarga Besar Adhyaksa dimanapun berada,” tegasnya.

Perintah Harian Jaksa Agung Republik Indonesia itu adalah, satu,  Tanamkan Jiwa Tri Krama Adhyaksa. Dua, sebagai Pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan.

Tiga, rapatkan barisan untuk terus bergerak dan berkarya dalam matan jiwa Korps Adhyaksa yang solid dan militan.

Empat, wujudkan penegakan hukum berkeadilan. Lima, yang mampu memberikan kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Enam, tingkatkan pelayanan publik yang transparan, efektif, serta efisien guna memulihkan dan membangun kepercayaan publik. Tujuh, segera beradabtasi dengan kebiasaaan.

“Baru, melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Burhanuddin.

Delapan, sukseskan dan pastikan setiap kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sembilan, wujudkan netralitas, independensi dan peran aktif dalam pelaksanaan Pilkada. Sembilan, jaga citra dan kewajiban aparatur kejaksaan melalui penguatan integritas dan profesionalitas.

“Akhirnya, Saya ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-60. Disertai doa dan harapan, semoga Korps Adhyaksa semakin baik, kuat, dan Jaya. Semoga pula Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan, agar kita terus bergerak dan berkarya dengan lebih sungguh-sungguh dalam memenuhi pengabdian terhadap masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Burhanuddin.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan