Gelar Unjuk Rasa Dan Dikatain ‘Bodoh’, Pengurus HMI Kecam Bupati Polewali Mandar

Gelar Unjuk Rasa Dan Dikatain ‘Bodoh’, Pengurus HMI Kecam Bupati Polewali Mandar. – Foto: Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan Barat (Badko HMI Sulselbar), Albar. (Ist)
Gelar Unjuk Rasa Dan Dikatain ‘Bodoh’, Pengurus HMI Kecam Bupati Polewali Mandar. – Foto: Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan Barat (Badko HMI Sulselbar), Albar. (Ist)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengecam umpatan ‘Bodoh’ yang dilakukan Bupati Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar kepada para kader HMI yang menggelar unjuk rasa pada Kamis (06/08/2020) lalu.

Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan Barat (Badko HMI Sulselbar), Albar menyampaikan, umpatan Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar yang menyebut para kader HMI yang melakukan aksi unjuk rasa itu dengan kata ‘Bodoh’, sudah di luar batas.

“Apapun yang dilontarkan Bupati Polman kepada peserta aksi, khususnya kepada kader HMI Cabang Polman itu, sudah di luar batas. Tidak sepantasnya seorang Bupati mengeluarkan kata-kata ‘bodoh’ kepada peserta unjuk rasa,” tutur Albar, dalam siaran pers, Senin (10/08/2020).

Seorang Bupati, lanjut Albar, tidak seharusnya tipis telinga dan malah mengeluarkan kata-kata yang tak beretika.

“Jika seorang pemimpin tidak bisa dikritisi oleh mahasiswa, tak usah jadi pemimpin. Seharusnya tidak takut dikritik. Sebab, seorang pemimpin harus mampu dan mau menerima kritikan dari berbagai kalangan,” ujar Albar.

Sedangkan terkait pernyataan Pengurus Besar HMI, Abdul Muis Amiruddin yang juga mengecam aksi unjuk rasa yang dilakukan kader HMI Cabang Polman itu, Albar menyampaikan, tak seharusnya Abdul Muis Amiruddin mengecam. Apalagi jika masih mengatasnamakan pengurus di PB HMI.

“Sangat disayangkan pernyataan Saudara Abdul Muis Amiruddin itu. Apalagi, Abdul Muis Amiruddin bukan lagi menjadi Pengurus Besar HMI, sejak Saudara R Saddam Al Jihad mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PB HMI,” ujar Albar.

Perlu ditegaskan, lanjut Albar, saat ini PB HMI dinahkodai oleh Arya Kharisma Hardy. Arya Kharisma Hardy kini menjadi Pj Ketua Umum PB HMI.

“Dan kita tahu, HMI Cabang Polman dinahkodai oleh Heri Dahnur Syam sebagai Pj Ketua Umum HMI Cabang Polman,” ujar Albar.

Sehingga, katanya, apabila Abdul Muis Amiruddin mengaku-ngaku sebagai pengurus PB HMI sebagai Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang), maka pengakuan Abdul Muis Amiruddin itu salah.

“Lalu siapa Ketua Umumnya? Sedangkan kita ketahui bersama bahwa Abdul Muis Amiruddin masuk di Kepengurusan Saddam. Kita juga ketahui bersama bahwa Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan atau Kabid Ekbang PB HMI adalah Rahim Key, dan itu sekarang di kepengurusan Kakanda Pj Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy,” bebernya.

Albar menerangkan, Saddam Al jihad telah mengundurkan diri dari Ketua Umum PB HMI di depan publik. Pengunduran dirinya itu dihadiri pula oleh Sekretaris Jenderal PB HMI Naila Fitria, di Mesjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Albar mengingatkan, sebaiknya para pengurus HMI tidak melakukan klaim-klaim masih sebagai pengurus jika sudah mengundurkan diri.

“Jangan pernah mengatasnamakan diri sebagai Pengurus Besar HMI, jika sudah tidak masuk pengurus lagi di bawah kepemimpinan kakanda Arya Kharisma Hardy,” tandasnya.

Sebelumnya, video Bupati Polman berisi pelecehan terhadap kader-kader HMI. Dalam video itu, BupatiPolman Andi Ibrahim Masdar mengeluarkan kata yang tidak sepantasnya dikeluarkan seorang Kepala Daerah.

Atas video itu, Ketua Bidang Ekonomi dan Pembangunan PB HMI Abdul Muis Amiruddin, justru berpandangan lain. Ia berpendapat yang disampaikan Bupati Polewali Mandar tersebut, sama sekali tidak menyinggung HMI secara kelembagaan. Melainkan mengarah kepada personal anggota HMI.

“Seharusnya kita semua fair dalam menanggapi vidio tersebut. Sebab dalam video yang tersebar itu, tidak saya dapati, Bupati Polewali Mandar dengan lisan mengatakan HMI Bodoh. Malah beliau bilang “kamu yang bodoh” yang berarti personal,” ujar Abdul Muis Amiruddin.

Selain itu, Abdul Muis Amiruddin yang akrab disapa Muis, juga menjelaskan tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan kader HMI Cabang Polman, yang menurutnya merupakan tindakan untuk menyampaikan aspirasi, dan mengharapkan respos dari pihak terkait yang menjadi sasaran aksi.

Pada video tersebut, baginya justru massa aksi tidak menunjukkan sikap kooperatif saat Bupati Polman ingin memberikan respon balik atas tuntutan para pengunjuk rasa.

“Saya lihat malah peserta aksi ini tidak kooperatif dalam feed back Pak Bupati yang belum menuntaskan argumentasinya lalu disanggah lagi. Pak Bupati menurut saya tidak salah,” ujar Muis.

Putra asli Sulawesi Barat tersebut juga berpandangan, Sipakalabbi atau saling menghargai, yang menjadi adat tata karma di Sulbar masih dijunjung tinggi.

“Sikap kritis seorang Mahasiswa apatah lagi seorang Anggota HMI yang tak lain memiliki DNA kritis itu harus. Namun, tetap harus pada koridor sikap proporsional sebagai seorang kader Insan Cita. Sebab jika tidak demikian, maka hal itu akan menjadi preseden buruk bagi lembaga sebesar HMI kedepannya,” tandas Muis.

Untuk lebih jelasnya, kata dia, silahkan menyimak secara seksama, teliti dengan berulang-ulang memutar video Bupati Polewali Mandar. “Sama sekali tidak mengucapkan kata HMI Bodoh dalam penjelasannya” tutupnya.

Sebelumnya, aksi massa HMI Cabang Polman yang melakukan unjuk rasa di Taman Sport Center Polewali pada Kamis (06/08/2020), merasa tersinggung setelah Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengeluarkan kata yang menurut mereka tidak pantas dikeluarkan saat memulai dialog.

Mendengar hal tersebut, Jenderal Lapangan (Jenlap) Aksi HMI Cabang Polman langsung memberhentikan dialog yang baru saja dimulai.

Jenlap Aksi, Ridwan mengatakan, kedatang mereka ingin menyampaikan aspirasi dengan baik. Namun justru mendapatkan kalimat yang tidak sepantasnya dikeluarkan orang nomor satu di Polewali Mandar.

“Pertemuan dengan pihak eksekutif tidak berjalan maksimal. Karena dimana kita melihat tadi, kepala daerah kita atau bupati kita mengatakan bahwa kami, dalam hal ini HMI bodoh. Tentu hal itu secara kelembagaan kami tidak terima,” tuturnya kecewa.

Menganggap perilaku salah satu massa aksi yang langsung memotong pembicaraan sebagai tindakan yang tidak sesuai etika, Bupati Polman pun sontak mengangkat tangan dan menunjuk ke arah salah satu peserta aksi massa disertai dengan ucapan agak jengkel.

Kepada wartawan, Bupati Polman langsung mengklarifikasi ucapannya tersebut.

“Saya tidak pernah mengatakan HMI itu bodoh. Saya hanya mengatakan kau bodoh! Orangnya,” ujar Andi Ibrahim Masdar.

Lebih lanjut, Andi Ibrahim Masdar alias AIM mengklarifikasi, “Saya mau tanya sebenarnya sama dia (Jenlap aksi). Kalo tidak mau Plt, siapa yang ingin diusulkan di dalam (mengisi Plt RSUD). Namun dia bicara terus,” lanjutnya.

Setelah dialog dengan Bupati Polman gagal. Massa pun kemudian mempersiapkan diri menuju kekantor DPRD Polman untuk melanjutkan aksinya.

Sesampai di Kantor DPRD Polman, beberapa pengunjuk rasa terlihat menaiki pagar halaman kantor DPRD sambil berorasi.

Setelah diterima dan bertemu dengan salah satu anggota DPRD. Massa aksi kecewa sebab dari 44 anggota DPRD Polman, hanya satu perwakilan saja yang menemui mereka.

“Artinya kami mempertanyakan kemana anggota DPR 44 yang ada di DPRD ini,” ungkap Ridwan

Dari 7 tuntutan HMI Cabang Polman, kedepannya tetap mereka kawal sembari menunggu panggilan DPRD untuk bertemu guna membahas tuntutan HMI Tersebut.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan