Geber Spirit Gotong Royong Marsiadapari, Kaum Millenial Samosir Gelar Aksi Door to Door

Geber Spirit Gotong Royong Marsiadapari, Kaum Millenial Samosir Gelar Aksi Door to Door, Calon Bupati Samosir Swangro Marbun Lumbanbatu Ketuk Pintu-Pintu Rumah Rakyat.
Geber Spirit Gotong Royong Marsiadapari, Kaum Millenial Samosir Gelar Aksi Door to Door, Calon Bupati Samosir Swangro Marbun Lumbanbatu Ketuk Pintu-Pintu Rumah Rakyat.

Calon Bupati Samosir Swangro Marbun Lumbanbatu Ketuk Pintu-Pintu Rumah Rakyat

Semangat gotong royong sebagai nilai-nilai dasar kehidupan masyarakat Batak, dengan Marsiadapari harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Kesatuan hati untuk saling bahu membahu menyelesaikan persoalan dan mengerjakan pekerjaan, saling tolong menolong itu, tidak boleh ditinggalkan.

Kaum Millenial yang tergabung dalam Tim Generasi Millenial Swangro Marbun Lumbanbatu menggelar aksi mendatangi rumah-rumah penduduk di Kabupaten Samosir, untuk mengajak dan tetap berkomitmen membangun masyarakat dengan spirit marsiadapari.

Ketua Tim Generasi Millenial Swangro Marbun Lumbanbatu, Ery Manihuruk mengatakan, gerakan jemput bola atau aksi door to door itu dilakukan, agar spirit perjuangan dan kegotongroyongan sebagai nilai-nilai luhur yang diturunkan oleh Nenek Moyang Orang Batak, tetap terjaga dan kian massif dilakukan.

Selain itu, Ery Manihuruk menuturkan, Pemimpin harus dinamis, kontekstual dan peka dengan sekeliling. Tidak anti dengan kondisi sekitarnya.

“Kita lakukan door to door. Juga untuk mendengar masukan masyarakat untuk pembangunan Samosir yang lebih baik lagi dan merata,” ujar Ery Manihuruk, Selasa (26/11/2019).

Ery Manihuruk menerangkan, bersama Calon Bupati samosir, Swangro Marbun Lumbanbatu, timnya yang terdiri dari Wulan Nainggolan, Eddis Silalahi, Jhodamay, Anugrah, Goklas, Joko, menyusuri rumah-rumah dan perkampungan-perkampungan di Kabupaten Samosir.

Mulai dari Desa Pintu Sona Pangururan, Desa Sibonor Ompuratus Palipi, Kelurahan Siogung-ogung Pangururan, Desa Sigaol Marbun palipi, Desa Bonan Dolok Sianjur Mula-mula.

“Dari pertemuan dan dialog dengan warga masyarakat desa, kami mendapat banyak masukan yang positif. Baik dari sisi pertanian, infrastruktur, pariwisata dan perekonomian,” ujar Ery.

Ery mengungkapkan, dari aksi ketuk pintu dan menemui warga Kabupaten Samosir door to door itu, mereka menyaksikan, mendengar dan merasakan langsung jeritan rakyat. Seperti yang mereka temui di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Samosir.

Ke desa ini, lanjut Ery Manihuruk, sangat sulit ditempuh dengan kendaraan. “Ke Desa Bonan Dolok tidak mudah dilalui kenderaan roda 2 dan 4. Dikarenakan pembangunan akses yang sangat tidak merata. Bahkan, kapal kecil yang bisa mengatar warga desa ke desa yang lain lewat danau, sangat beresiko. Kalau terjadi ombak dan hujan, nyawa jadi taruhannya,” ungkap Ery.

Di sektor pertanian, lanjutnya, yang menjadi ujung tombak perekonomian warga Samosir, tidak mengalami kemajuan berarti. Ery menuturkan, dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) Samosir Tahun 2018, disebutkan sebanyak 50 % lebih warga Samosir sangat tergantung dengan pertanian. Tidak terjamah, dan banyak yang tertinggal.

Artinya, ditegaskan Ery, pembangunan infrastruktur tiap desa hingga ke dusun-dusun haruslah betul-betul merata dan adil. Dengan pembangunan infrastruktur yang merata ke dusun-dusun, perekonomian perkapita Samosir juga akan semakin bertambah,  masyarakat juga akan bertambah sejahtera.

“Nah, di Desa Bonan Dolok saja, masih sangat kesulitan akses untuk mengantarkan hasil pertanian warga desa. Dikarenakan jalanan sepetak baru hanya bisa dilalui sepeda motor,” ujarnya.

Sedangkan Calon Bupati Samosir Swangro Marbun Lumbanbatu menambahkan, sector pariwisata juga tidak semakin bergairah di Pulau Samosir.

Paling tidak, dikatakan aktivis muda ini, sector pariwisata di Pulau Samosir juga penting. Data BPS Samosir tahun 2018, menyebutkan, sebanyak 20%  masyarakat Samosir tergantung pada sektor Pariwisata.

Namun, sampai saat ini, sector itu belum mampu menjadi tumpuan penghasilan warga. Swangro Marbun Lumbanbatu yang merupakan mantan aktivis Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) ini menegaskan, sejalan dengan geliat pariwisata, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat perlu dikembangkan. Salah satunya, dengan Pohon Bagot atau Aren, yang sangat banyak di wilayah Kabupaten Samosir.

Baru-baru ini, dijelaskan Swangro Marbun Lumbanbatu, kembali viral manfaat tuak dari pohon bagot atau aren. Selain ramah lingkungan, pohon aren menghasilkan banyak sekali potensi dan sumber ekonomi rakyat. Mulai dari akar, batang, isi dan hingga dedaunannya, banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Sekaligus sebagai salah satu sumber ekonomi kerakyatan.

Pohon aren, lanjutnya, sebagai penghasil nira atau tuak, juga memiliki banyak manfaat nyaa. “Baru-baru ini, terungkap lagi, Tuak mampu mengobati kecanduan narkoba. Itu perlu dikembangkan. Sebab, narkoba sudah merasuk hingga ke desa-desa. Upaya memulihkan kalangan muda dari ketergantungan narkoba dengan tuak sangat baik,” tuturnya.

Bahkan, penelitian terbaru, katanya, Tuak juga menjadi salah satu obat untuk mengobati penyakit ginjal. Seperti yang dilakukan di daerah Indonesia Timur, khususnya, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Tuak juga menjadi obat mengobati sakit ginjal,” tambahnya.

Langkah besar lainnya, pohon aren menghasilkan gula aren untuk ekspor ke luar negeri. Juga sebagai sumber energi terbarukan, bioetanol dan lain sebagainya.

“Ini bisa dikembangkan untuk mendongkrak UMKM di Samosir. Ramah lingkungan, akrab dengan warga masyarakat adat, sehat dan bernilai ekonomi yang besar,” ujarnya lagi.

Swangro Marbun Lumbanbatu menambahkan, salah satu UMKM di Samosir adalah Penjual Tuak dan Usaha Tuak. “Ini juga harus dikembangkan menjadi UMKM sebaik mungkin. Dan dikembangkan lebih signifikan,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap, seluruh elemen masyarakat Samosir, bahu membahu, bergotong royong, marsiadapari membangun Kabupaten Samosir.

Samosir Sebagai Kepingan Surga jangan hanya jadi slogan semata. Faktanya, di pedalaman, desa-desa, di dusun-dusun, masih sangat diperlukan pembangunan dan kehadiran nyata pemerintahan,” pungkas Swangro Marbun Lumbanbatu.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan