Breaking News

Gandeng Walikota, Pedagang Kaki Lima Mau Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bawah

Gandeng Walikota, Pedagang Kaki Lima Mau Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bawah. APKLI menganugerahkan APKLI Award 2019 kepada Walikota Jambi Dr H Syarif Fasha. Penganugerahan award itu dilakukan pada malam, di Tugu Keris Siginjai, Jambi. Penyerahan APKLI Award 2019 itu dilakukan oleh Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun Atmo didampingi Ketua DPW APKLI Provinsi Jambi Adhi Putra Syaga dan Ketua DPD APKLI Kota Jambi, Umar. Sedangkan Walikota Jambi Dr H Syarif Fasha didampingi Wakil Walikota Jambi, Dr dr H Maulana, Sabtu (05/10/2019).

Untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi rakyat bawah, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menggandeng Kepala Daerah, seperti Walikota yang memiliki visi dan misi bersama untuk mensejahterakan rakyat.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum APKLI dr Ali Mahsun Atmo pada kegiatan Rapat Pimpinan Wilayah APKLI Jambi 2019 (Rapimwil), yang digelar pada Sabtu, 5 Oktober 2019, di Hotel Nusa Wijaya, Kota Jambi.

Pada kesempatan itu, APKLI menganugerahkan APKLI Award 2019 kepada Walikota Jambi Dr H Syarif Fasha. Penganugerahan award itu dilakukan pada malam harinya, di Tugu Keris Siginjai, Jambi.

Penyerahan APKLI Award 2019 itu dilakukan oleh Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun Atmo dengan didampingi Ketua DPW APKLI Provinsi Jambi Adhi Putra Syaga dan Ketua DPD APKLI Kota Jambi, Umar. Sedangkan Walikota Jambi Dr H Syarif Fasha didampingi Wakil Walikota Jambi, Dr dr H Maulana.

Ali Mahsun menegaskan, kebangkitan ekonomi rakyat kecil atau kawulo alit,  dilakukan lewat Toko Gumregah Palapa Nusantara. Gumregah adalah kata di Bahasa Jawa yang berarti bangkit atau semangat.

Toko Gumregah Palapa Nusantara sebagai era kebangkitan kaum kawulo alit atau masyarakat kecil dalam mengembangkan perekonomiannya,” ujar Ali.

Menurutnya, dengan spirit gumregah, kekuatan perekonomian rakyat kecil akan menjadi juru selamat perekonomian nusantara. Toko Gumregah Palapa Nusantara, ditargetkan akan tersebar sebanyak 25 toko di setiap desa di seluruh Indonesia.

“Toko Gumregah Palapa Nusantara akan menjadi juru selamat ekonomi rakyat dan bangsa kita,” tuturnya.

Ali mengatakan, dengan 25 toko setiap desa, maka per kelurahan diharapkan juga ada 50 toko sejenis, untuk membangkitkan perekonomian rakyat kecil.

“Dengan  di seluruh tanah air  jumlah desa 75 ribu dan keluarahan ada 8.900, akan kita bangkitkan kembali 2,3 juta Toko Gumregah Palapa Nusantara,” ujarnya.

Toko ini dikelola secara professional. Penanganan berbasis base on economy, base on business. Yang dilakukan secara integratif. Rakyat kecil, para kawulo alit menjadi pelaku Toko Gumregah Palapa Nusantara.

Sistem aplikasi teknologinya tengah dipersiapkan. Permodalannya juga tengah dipersiapkan. Demikian juga barang-barang dan jasa yang akan dijual tengah dipersiapkan.

“Semuanya ditangani secara profesional berbasis sistem. Kita sudah komitmen dengan lembaga keuangan, insyaallah setiap Toko Gumregah Palapa Nusantara akan kita inject modal, tanpa anggunan,” ujar Ali.

Dia menjelaskan, bantuan permodalan mulai sebesar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta akan diberikan. Sehingga ada sekitar sebanyak Rp 11,5 triliun hingga Rp 34,5 triliun untuk permodalan yang akan di-inject ke sebanyak 2,3 juta Toko Gumregah Palapa Nusantara di seluruh tanah air.

Ke depan, lanjutnya, rakyat di kampung-kampung, di desa-desa, di nagari dan kelurahan, walupun di toko atau kelontongnya hanya ada 50 barang yang dijual, namun dapat menjual barang lebih dari 3000 item.

Mereka juga menjadi agen point payment online banking (PPOB) yang bisa menerima pembelian tiket, pembayaran listrik, dan transaksi-transaski perbankkan lainnya berbasis e-commerce.

“Toko Gumregah Palapa Nusantara ini saya yakini akan menjadi trigger, akan menjadi tetesan darah bangkitnya kembali ekonomi rakyat. Bangkitnya kembali kekuatan dan kedaulatan ekonomi bangsa kita. Yang nantinya dan segera kita agregagsikan dengan segenap kekuatan dan sumber daya nusantara yang sangat melimpah,” tuturnya.

Dan agregasi kekuatan ekonomi rakyat kecil-kawulo alit dan sumber daya nusantara, Ali meyakini, Indonesia akan segera menjadi sebuah kekuatan raksasa ekonomi dunia. Hal itu pula sudah ditegaskannya ketika Deklarasi Palapa Lima Indonesia, pada Selasa Legi tanggal 7 Januari 2014, di Pendopo Agung Trowuluan Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Ali, dalam menghadapi era superkapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0, satu-satunya harapan, dan satu-satunya yang bisa mempertahankan ekononomi rakyat dan bangsa adalah melibatkan rakyat menggerakkan roda ekonomi.

Dia mengatakan, keberadaan Toko Gumregah Palapa Nusantara merupakan satu kesatuan utuh dari Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara yang memiliki lima prinsip mendasar.

Yaitu rakyat harus memiliki saham. Rakyat harus mendapatkan deviden. Rakyat harus mendapatkan fasilitas usaha produktif. Usaha dan pekjerjaan rakyat harus maju, berkembang dan unggul menghadapi era superkapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0.

“Keberadaan Toko Gumregah Palapa Nusantara menjadi pendulum, menjadi trigger, dan tetesan darah yang merangsekkan seluruh piranha-piranha kekuatan dan sumber daya ekonomi di seluruh wilayah tanah air,” tutupnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*