Breaking News

Turun ke Desa, Muspika Sidak Pasar Rakyat

Galau Dengan Harga Sembako Yang Terus Meninggi di Bulan Puasa

Muspika Sidak Ke Pasar Galau Dengan Harga Sembako Yang Terus Meninggi di Bulan PuasaMuspika Turun ke Desa, Gelar Sidak ke Pasar.

Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melambung di Bulan Puasa ini. Untuk mengurangi kegalauan karena meningkatnya harga sembilan bahan pokok (sembako), para pejabat dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) turun ke desa dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar rakyat.




Hal itu terjadi di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, biasa sembako mengalami kenaikkan  harga secara signifikan.

Kenaikan seringkali diakibatkan keterbatasan stok barang dengan alasan adanya keterlambatan distribusi dan lain-lain. Sedangkan kapasitas kebutuhan masyarakat juga terus meningkat pada saat-saat seperti ini.

Mengantisipasi cuaca pasar terhadap harga sembako di pasaran, jajaran Muspika Arjasa pun berupaya melakukan langkah antisipatif sejak dini. Muspika Arjasa menggelar idak di Pasar Arjasa, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.




Sidak dilakukan pada Kamis (09/05/2019). Para pejabat yang turun melakukan sidak adalah, Camat Arjasa Herwan Agus Darmanto, Kapolsek Arjasa  AKP Eko Basuki, Komandan Koramil 0824/02 Arjasa Lettu Caj Agus Teguh Yuwono, serta perwakilan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Jember.

Para Muspika juga sidak dengan mengusung jajaran dan unsur masing-masing. Mereka melakukan wawancara langsung, berdialog langsung dan menghimpun persoalan persoalan yang dihadapi pedagang dan para pembeli di pasar itu.

Dari Sidak yang dilakukan, diketahui beberapa harga barang masih stabil. Namun, harga sembako sudah kian menanjak tinggi. Minyak goreng curah  berada para posisi harga Rp 10 ribu per kilogram, gula pasir seharga Rp10 ribu per kilogram. Kemudian, harga cabai dari harga sebelumnya Rp 12 ribu per kilogram melonjak tinggi menjadi Rp 20 ribu per kilogram.




Sedangkan harga daging ayam sebelum puasa mencapai Rp 36 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Untuk daging sapi biasa di harga Rp 105 ribu per kilogram, untuk daging sapi dengan kualitas tinggi Rp110 ribu per kilogram.

Harga bawang putih menjelang puasa mencapai Rp 60 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Itu menurut pedagang pasar Arjasa itu,” ujar Camat Arjasa, Herwan Agus Darmanto.

Dari Sidak yang dilakukan, Camat, Kapolsek dan Komandan Koramil menjelaskan, pada umumnya kondisi harga sembako masih relatif stabil.




“Ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas wajar,” ujar Camat Arjasa, Herwan Agus Darmanto.

Meski begitu, Kapolsek Arjasa  AKP Eko Basuki menambahkan, Muspika akan tetap melakukan pemantauan harga sembako itu.

“Kita akan terus pantau agar kondisi harga ini tetap stabil. Stok sembako tercukupi selama Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah, sehingga masyararakat dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, dan tidak timbul keresahan masyarakat,” ujarnya.




Komandan Koramil 0824/02 Arjasa, Lettu Caj Agus Teguh Yuwono menyampaikan, kondisi harga sembako akan sangat berpengaruh pada pertahanan wilayah, manakala mengalami kenaikan yang signifikan.

“Karena akan berdampak pada keresahan masyarakat. Bahkan berdampak  pada keamanan wilayah. Untuk itu, kita bersama Muspika selalu melakukan pemantauan agar harga sembako tetap stabil dan masyarakat tenang, sehingga Kecamatan Arjasa selalu dalam keadaan kondusif,” tutur Lettu Caj Agus Teguh Yuwono.

Sementara itu, Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Arif Munawar mengapresiasi kegiatan monitoring harga sembako yang dilakukan oleh Muspika Arjasa termasuk Koramil jajarannya.




“Pemantauan tersebut dilakukan agar kita dapat melalukan antisipasi secara dini apabila terjadi lonjakan harga sembako, serta memahami apa penyebabnya, sehingga dapat kita lakukan langkah-langkah secara cepat dan tepat bersama unsur terkait di wilayah,” ujar Arif Munawar.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*