Breaking News

Gaji Besar, Tetapi Perilaku Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Barbar

Amel Empat Kali Diperkosa Bossnya Yang Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Mau Yang Kelima Melawan.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, sikap, perilaku dan tindakan anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan sangat nge-bossi. Hal itu pula yang dibeberkan Amel.

“Hampir tak ada anggota Dewas yang lainnya yang berani membantah SAB,” ujar Timboel.

Perlu disampaikan, untuk urusan gaji dan kesejahteraan anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, SAB pula yang pernah mengungkapkan di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, bahwa gaji Direksi BPJS Ketenagakerjaan gila-gilaan.

Bahkan, gaji pejabat di Direksi dan Dewas BPJS Ketenagakerjaan melebihi gaji seorang Presiden Republik Indonesia. Menurut Timboel, sudah memiliki gaji sangat amat tinggi, lengkap dengan fasilitas, namun perilaku dan kinerja Dewas BPJS Ketenagakerjaan pun bobrok.

“Masa digaji sangat tinggi hanya untuk petantang-petenteng, dan malah jadi pemerkosa pekerjanya,” ujar Timboel.

Sebelumnya,  tentang besaran gaji petinggi BPJS Ketenagakerjaan dibeberkan anggota Badan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin.

“Gaji Direktur Utama itu Rp150 juta. Kalau untuk kami anggota Dewan Pengawas kami terima kurang lebih Rp59,1 juta (per bulan),” ujar Syafri di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto membeberkan besaran gajinya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (29/11/2017).

Menurut Agus, gajinya bukanlah sebesar Rp 530 per bulan seperti yang disampaikan sejumlah pihak, namun hanya Rp 150 juta per bulan.

“Saya ingin menegaskan bahwa gaji dirut BPJSTK tidak benar sebesar Rp 530 juta per bulan. Gaji saya tidak sebesar itu,” ujar Agus.

Menurut Agus, Kementerian Keuangan dan kementerian terkait yang mengurus mengenai remunerasi sudah membandingkan gajinya dengan gaji direksi di lembaga atau badan yang sama.

Gaji Dirut BPJS Ketenagakerjaan memang sekitar Rp 150 juta. Gaji direksi lain sebesar 90 persen dari gaji Dirut.

Sementara gaji Ketua Dewan Pengawas sebesar 60 persen dari gaji Dirut, lantas anggota Dewan Pengawas gajinya 54 persen dari gaji Dirut.

Ketua KPK, Agus Rahardjo pernah mengatakan, gaji Direktur BPJS lebih tinggi dibandingkan gaji presiden.

“Gaji Presiden cuma Rp 62 juta, apa pantas (gaji) direktur BPJS Rp 300 juta?” ujar Agus dalam seminar bertajuk Penguatan Peran Aparat Pengawas Interen Pemerintah (APIP) Dalam Pemberantasan Korupsi di kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, setahun silam.

Dia menganggap Sistem remunerasi di Indonesia tidak adil. Menurutnya, sistem tersebut mengedepankan penilaian terhadap kinerja seorang pegawai yang didanai negara, tapi tidak mempertimbangkan tanggungjawabnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*