Francesco Totti: Sepak Bola Sudah Berbeda, Dulu dari Cinta, Kini Uang

Francesco Totti: Sepak Bola Sudah Berbeda, Dulu dari Cinta, Kini Uang

- in DUNIA, OLAHRAGA, PROFIL
95
0
Francesco Totti: Sepak Bola Sudah Berbeda, Dulu dari Cinta, Kini Uang. - Foto: Francesco Totti.(AFP)Francesco Totti: Sepak Bola Sudah Berbeda, Dulu dari Cinta, Kini Uang. - Foto: Francesco Totti.(AFP)

Sangat sulit menemukan pemain dengan jalan karier seperti Francesco Totti di sepak bola. Totti menyadari hal itu. Sebab, dia melihat sepak bola sudah berbeda. 

Totti menghabiskan karier panjangnya di sepak bola dengan membela satu tim, AS Roma. Totti memulainya pada level junior, meraih kejayaan, periode sulit, bangkit, hingga ditangisi seisi Olimpico ketika pensiun. 

Totti setia dengan AS Roma bukan karena tidak punya opsi lain. Totti punya banyak tawaran. Dia adalah salah satu pemain terbaik pada generasinya. Tapi, keputusannya adalah tidak pernah meninggalkan AS Roma. 

Totti menyadari bahwa jalan karier yang dibangun bersama Roma tampak ‘aneh’ bagi sepak bola saat ini. Tapi, kata Totti, sepak bola era dia bermain dan saat ini sangat berbeda dan sulit dibandingkan. 

“Saya memulai pada waktu yang berbeda. Sepak bola yang berbeda. Sepak bola yang terbuat dari cinta, kasih sayang pada fans. Bermain untuk tim yang selalu saya dukung, jauh lebih mudah bagi saya untuk membuat pilihan ini,” ujar Francesco Totti. 

Kata dia, selama 25 tahun dalam satu tim bukanlah hal yang kecil. Dan menjadi kapten, menjadi salah satu pemain terpenting. 

“Anda selalu perlu mengukurnya. Tetapi untuk membuat perbandingan antara periode saya dan hari ini, itu sulit,” lanjutnya. 

“Hari ini lebih banyak bisnis. Anda pergi ke mana Anda bisa menghasilkan lebih banyak uang. Dan itu cukup adil, bukan?” tandas Totti. 

Totti punya banyak tawaran dari klub lain. Bahkan, ketika dia belum berada pada level senior. Pada usia 12 tahun, Totti mendapat tawaran bermain untuk AC Milan dari Ariedo Braida yang kala itu menjadi direktur. 

Totti sempat terpikat dengan Milan yang sedang berjaya. Dia sempat berpikir untuk membela Milan sebelum akhirnya membuat pilihan bertahan di AS Roma. 

“Keputusan selalu dibuat oleh saya, dengan kepala saya sendiri. Seringkali orang tuamu akan memberimu nasihat. Dan benar untuk mendengarkan mereka. Tapi kemudian, pada akhirnya, karena masih sangat muda, saya tahu saya punya waktu dan masa depan di depan saya,” terangnya. 

Pada level senior, satu tawaran yang membuat Totti bimbang datang dari Real Madrid. Tak lama usai membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006, Real Madrid meminta Totti bergabung dan dia sempat galau. 

“Tentu saja saya memikirkan. Katakanlah ada beberapa hari di mana saya punya satu kaki masuk dan satu kaki keluar. Kemudian, saya sering bilang bahwa pilihan untuk tetap bersama Roma dibuat dari hati,” ujarnya. 

Real Madrid adalah satu-satunya tim lain yang bisa menjadi tempatnya bermain. “Satu-satunya tim yang mungkin, saya pikir. Pengalaman di negara yang berbeda bisa menjadi sesuatu yang indah bagi semua orang. Untuk keluargaku. Untuk saya,” tutupnya.*** 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Listyo Sigit Didesak Minta Maaf Kepada Orang Batak

“Tak Perlu Diapresiasi Berlebihan, Memang Itu Sudah Tugas