Ernita Simanjuntak, Ibu Yang Anaknya Dianiaya Sipir Hingga Buta di Lapas Bukit Semut, Ibu Berjuang Mencari Keadilan, Sulit Berharap Pada Komplotan Pejabat Hukum Berwatak Serong

Ernita Simanjuntak, Ibu Yang Anaknya Dianiaya Sipir Hingga Buta di Lapas Bukit Semut, Ibu Berjuang Mencari Keadilan

Proses Persidangan Tidak Fair, Perjuangkan Anaknya Yang Jadi Buta di Lapas, Ibu Napi Pingsan di Pengadilan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjen PAS) Liberti Sitinjak mengaku mengikuti persoalan yang dihadapi oleh Renhad Hutahaean itu.

Liberti Sitinjak yang baru dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kakanwil Kemenkumham) Jawa Barat pada Kamis, 21 Februari 2019 ini juga mengaku dua kali turun langsung untuk mengecek dan memeriksa kondisi sebenarnya.

“Kami sudah melakukan tugas dan kewajiban kami. Kami mengobati, dan melaksanakan kesepakatan yang dilakukan dengan Komnas HAM, agar memindahkan ke Lapas yang dianggap lebih baik. Itu sudah kami lakukan,” tutur Liberti Sitinjak, Rabu (20/02/2019).

Untuk permintaan agar Renhad Hutahaean dipulangkan ke rumah ibunya agar bisa dirawat oleh keluarga, menurut Liberti, hal itu tidak pernah dilakukan dan belum pernah terjadi. “Soalnya, belum ada juga aturan dan regulasi mengenai soal-soal seperti ini. Kami tidak mau dipersalakan. Dia harus tetap menjalankan hukumannya di dalam Lapas,” ujarnya.

Pihak Dirjen PAS juga mengaku telah melakukan investigasiatas kejadian pemukulan yang menyebabkan kebutaan terhadap Renhad itu.

Melalui sambungan whatsapp, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung, Maulidi Hilal, membenarkan dan menyampaikan kejadian tersebut merupakan kado selamat datang saat dirinya baru satu bulan menjabat sebagai Kadiv PAS.

“Betul, itu ‘kado selamat datang’ untuk saya saat bulan pertama di Bangka Belitung. Ternyata kejadiannya sebelum saya dilantik. Sebulan kemudian muncul ke permukaan,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Hilal ini telah memberikan imbauan kepada jajarannya agar menghentikan tindakan kekerasan dalam menghadapi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berulah.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Tolong kawan-kawan yang saat ini menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis agar jangan pernah capek, jangan bosan. Kendalikan emosi yang bisa berakibat fatal terhadap diri kita dan organisasi,” imbaunya.

Senada dengan Hilal, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Kepatuhan Kode Etik Direktorat Kemanan dan Ketertiban, Kelik Sulistiyanto, membenarkan peristiwa tersebut setelah dilakukan investigasi lebih lanjut.

“Benar, ada peristiwa penamparan di pipi kanan dan kiri serta jidat sebanyak 1 kali yang dilakukan oleh petugas Lapas Sungai Liat atas nama Sudarman terhadap narapidana atas nama Renhad.  Sudah kami lakukan investigasi ke lapas, kejadian tersebut terjadi tanggal 23 April 2018 dipicu kekesalan petugas Sudarman terhadap narapidana Renhad yang telah melakukan fitnah kepada teman sesama narapidana atas nama Kholik,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Sudarman telah diproses secara hukum dan mendapat tuntutan 4 tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri Sungai Liat dan pihak Lapas Sungai Liat pun telah memberikan pengobatan terhadap Renhad.

Ia menambahkan, ketika dilakukan pemeriksaan terhadap Renhad, yang bersangkutan mengakui dirinya sejak kecil sudah tidak bisa membedakan antara daun jambu dan buah jambunya.

Begitu pula keterangan yang disampaikan oleh perawat yang menanganinya saat masuk di Lapas Sungai Liat bahwa  Renhad sudah memiliki riwayat penyakit glukoma dan minus 5.

“Saat ini narapidana Renhad ditempatkan di Lapas Pangkal Pinang dan menghuni poliklinik lapas dalam kondisi sehat dan dapat beraktivitas,” ujar Kelik.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan