Breaking News

Een On Deelbaar, Tak Ada Halangan Jadi Jaksa Yang Jujur Dan Profesional

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kaban Diklat),Setia Untung Arimuladi: Een On Deelbaar, Jaksa Adalah Satu dan Tak Terpisahkan, Tak Ada Halangan Menjadi Jaksa Yang Jujur Dan Profesional. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kaban Diklat),Setia Untung Arimuladi: Een On Deelbaar, Jaksa Adalah Satu dan Tak Terpisahkan, Tak Ada Halangan Menjadi Jaksa Yang Jujur Dan Profesional.

Sejak Setia Untung Arimuladi mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kaban Diklat), asas Korps Adhiyaksa sebagaimana termaktub di Pasal 2 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang menyebut Jaksa Adalah Satu Dan Tidak Terpisahkan, yang dalam Bahasa Belanda disebut Een On Deelbaar, terus mengilhami dan menjadi landasan filosofis, untuk mewujudnyatakan jaksa yang profesional dengan spesialisasi yang mumpuni, jujur dan berintegritas, terus digelorakan.




Debut Setia Untung Arimuladi dalam pengabdiannya sebagai Jaksa professional patut diacungi jempol. Sewaktu mendapat amanah sebagai Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, Untung membenahi wajah Kompleks Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga dengan filosofi Jaksa adalah satu dan tidak terpisahkan.

Untung yang adalah mantan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) ini menempatkan landasan filosofis itu disematkan dalam tulisan yang tertuang pada plang dan ditempatkan pada lokasi yang terbuka, agar bisa dibaca dan terus mengilhami para Jaksa.

“Yang pintar sangat banyak, yang jujur dan berintegritas itu harus kita wujudkan,” tutur Setia Untung Arimuladi, saat bersilaturahmi dengan para awak media pers, usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Korps Adhiyaksa, yang dipusatkan di Lapangan Utama Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Badiklat), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (01/06/2019).




Dalam performa personal, Setia Untung Arimuladi memang dikenal supel, bagus membangun komunikasi, hormat kepada para senior dan ngemong para junior. Yang lebih paten lagi, Untung memiliki komunikasi yang sehat dan baik dengan berbagai kalangan, termasuk kalangan wartawan atau awak media pers.

Sejak dipercaya menjadi Kaban Diklat Kejaksaan, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) ini juga berusaha mengubah performa Korps Adhiyaksa menjadi lebih baik lagi. Sama seperti masih berkantor di Kompleks Kejaksaan Agung, selama bertugas di Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia di Jalan RM Harsono, RT 6/RW 7, Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Setia Untung Arimuladi melakukan dua tugas utama, membenahi kondisi fisik dan membenahi non fisik agar lebih baik lagi.

“Amanah jabatan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Ditempatkan dan bertugas dimana pun, harus bertanggung jawab sesuai amanah itu. Dan semua amanah itu juga dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, dan Tuhan Yang Maha Esa, dan itu sesuai dengan nilai-nilai dasar Falsafah Bangsa dan Negara kita, Pancasila,” tutur Untung Arimuladi lagi.




Menurutnya, masuk di Badiklat Kejaksaan bukanlah pekerjaan mudah. Tanggung jawabnya berat. Selain harus menenggelamkan diri dengan berbagai karakter dan latar belakang Jaksa yang mengikuti pendidikan dan pelatihan di tempat itu, Setia Untung Arimuladi juga harus bersinergi mewujudkan jaksa yang professional, terlatih, terdidik, jujur dan berintegritas.

Tantangan mewujudkan visi dan misi kejaksaan itu diyakininya sebagai bagian dari pengabdiannya yang takkan lekang, untuk mewujudkan aparat penegak hukum di Indonesia, khususnya Korps Adhiyaksa yang dicintai Rakyat Indonesia, dan bertugas untuk keadilan dan kehormatan seluruh Rakyat Indonesia.

Setia Untung Arimuladi yang juga pernah bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau (Kajati Riau) ini juga dikenal di kalangan Adhiyaksa sebagai salah seorang inisiator dan melakukan tugas-tugas jaksa ke basis masyarakat seperti Jaksa Masuk Pesantren, Jaksa Masuk Kampus, Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Sahabat Masyarakat, Kenali Hukum Jauhkan Hukuman dan lain sebagainya.




Bicara meraih kepercayaan masyarakat dan meningkatkan citra positif Korps Adhiyaksa, Setia Untung Arimuladi memiliki peran yang tak kecil. Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) ini juga dikenal sangat bersahabat dengan para bawahan dan jaksa-jaksanya.

Sewaktu pindah tugas dari Jawa Barat, yakni dari Kajati Jawa Barat ke Kejaksaan Agung, hampir semua korps adhiyaksa di wilayah itu seperti belum rela jika Untung pindah tugas.

Salah seorang pewarta di Jawa Barat menuturkan, sebelum Setia Untung Arimuladi ditugaskan ke Jawa Barat, kantor Kejaksaan Tinggi itu, dikuasai oleh preman-preman. Ada salah seorang oknum pegawai Kejati Jawa Barat waktu itu, yang menjadi boss Geng Motor yang dikenal brutal di wilayah Bandung dan sekitarnya.




Setiap hari, hampir semua pejabat di Kejati Jawa Barat tak berkutik dibuat oleh si oknum itu. “Bahkan, si oknum tak segan-segan memaki-maki Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di depan khalayak. Saban sore, kalau sudah jam pulang kantor, si oknum membawa gerombolan geng motornya ke komplek Kejati Jawa Barat, mereka pesta miras, narkoba dan mabok-mabokan,” tutur Pewarta yang meliput di Kejaksaan itu.

Begitu Setia Untung Arimuladi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, premanisme itu dibersihkan. Meskipun harus bertarung keras, karena oknum preman dan gerombolannya itu diduga membakar gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, namun Setia Untung Arimuladi memroses geng itu lewat jalur hukum.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*