Breaking News

Dukung Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin, Peradi Kritisi Permen Hukkam No 1 Tahun 2018

Dukung Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin, Peradi Kritisi Permen Hukkam No 1 Tahun 2018.

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mendukung penuh akses keadilan masyarakat miskin. Peradi pun mengkritisi Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Pemen Hukkam) Nomor 1 Tahun 2018 yang dianggap mempersulit akses keadilan bagi masyarakat miskin.

 

Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Dr Juniver Girsang menyampaikan, salah satu akses yang dipersulit bagi para pencari keadilan di dalam peraturan itu adalah adanya kekeliruan bahwa paralegal dilegitimasi untuk beracara di pengadilan.

 

“Namun memberikan legitimasi untuk paralegal dapat beracara di pengadilan merupakan kekeliruan hukum,” ujar Juniver dalam Diskusi ‘Mencermati Permenkumham Nomor 1 Tahun 2018: Pisau Bermata Dua Dalam Akses Keadilan di Indonesia?’, di Sekretariat Nasional DPN Peradi.

 

Diskusi publik ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Djoko Pudhi, Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarahat Wahyu Wagiman dan Ketua Bidang Advokasi Yayasan LBH Indonesia, Muhammad Isnur.

 

Juniver Girsang menyatakan, masyarakat jangan dikelabui dan bahkan malah mendapat jasa hukum di bawah standar.

 

“Jangan sampai masyakarakat miskin justru mendapat jasa hukum di bawah standar. Saya melihat, Permenkumham ini membawa kita kembali ke era pokrol bambu sebelum terbitnya UU Advokat,” ujarnya.

 

Girsang juga meminta pihak Menkumham untuk merevisi peraturan tentang paralegal karena bertentangan dengan UU Advokat dan Surat Ketua MA Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015 terkait pengambilan sumpah advokat sebelum dapat beracara di pengadilan.

 

“Permenkumhan tentang Paralegal harus dicabut atau diubah,” ujar Juniver.

 

Peserta diskusi ini antara lain aktivis dan penggiat bantuan hukum, serta advokat senior seperti Denny Kailimang, Mohammad Assegaf, Hasanuddin Nasution, Harry Ponto dan Patra M Zen selaku moderator acara diskusi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*