Dugaan Makar dan Hoax, Kejaksaan Agung Segera Proses SPDP Kivlan Zen

Dugaan Makar dan Hoax, Kejaksaan Agung Segera Proses SPDP Kivlan Zen.
Dugaan Makar dan Hoax, Kejaksaan Agung Segera Proses SPDP Kivlan Zen.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Kivlan Zen alias KZ dari Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri (Dirtipidum Bareskrim Polri) untuk kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) dan atau makar.




“Benar kita sudah terima SPDP dengan Nomor: B/934/Subdit I/V/2019/Dit.Tipidum atas nama terlapor inisial KZ dari Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri (Dir.Tipidum Bareskrim Polri),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada wartawan, Senin (20/05/2019).

Mukri menjelaskan, dengan diterimanya SPDP tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) langsung menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang beranggotakan 5 Jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan.

“Jaksa peneliti sudah ditunjuk namun saat ini masih menunggu pengiriman berkas perkara dari penyidik Dirtipidum Bareskrim Polri,” ujarnya.




Sebelumnya, mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zen memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri terkait kasus dugaan makar dan hoax, Senin (13/05/2019).

Kivlan hadir sekitar pukul 10.00 WIB, dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat. Dia didampingi kuasa hukumnya, Pitra Romadoni. Kivlan mengaku siap menghadapi tuduhan dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Kivlan sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim dengan dugaan tersebut. Meski begitu, ia membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya. “Tentu saja jelas saya bantah dong,” kata Kivlan.




Perihal pemeriksaannya, Kivlan mengaku belum mengetahui materi dan detail mengenai pemeriksaan tersebut.

“Saya kan belum tahu apa materinya dan di situ saya dilaporkan oleh namanya Jalaludin, tapi saya kan nggak tahu. Saya kan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus makar. Saya kan nggak tahu, tentu saya ingin tahu siapa yang menjadi tersangka, saya menjadi saksi terhadap dia, berarti bukan terhadap saya dong,” ujarnya.

Diketahui, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.




Untuk kasus tersebut, Kivlan disangkakan melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 107 KUHP jo. Pasal 110 KUHP jo. Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 163 Bis jo. Pasal 107 KUHP.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan