Dugaan Korupsi Senilai Rp 4,4 Miliar, Jaksa DKI Jakarta Menahan Manajer Kredit BRI Tomang

Dugaan Korupsi Senilai Rp 4,4 Miliar, Jaksa DKI Jakarta Menahan Manajer Kredit BRI Tomang.
Dugaan Korupsi Senilai Rp 4,4 Miliar, Jaksa DKI Jakarta Menahan Manajer Kredit BRI Tomang.

Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) menahan Manajer Kredit PT BRI (Persero) Kantor Cabang Pembantu Tomang, Jakarta Barat.

Pria berinisial FSH itu ditahan atas dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 4,4 miliar.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengatakan, FSH selaku Manager Kredit pada PT BRI (Persero) KCP Tomang Jakarta Barat yang bertugas mengelola dan membina nasabah Kredit Modal Kerja melalui fasilitas New Account Sweep, diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Kredit Modal Kerja (KMK).

“Yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,4 Miliar, pada periode tahun 2017 sampai dengan 2018,” tutur Mukri, di Kejaksaan Agung, Kamis (31/10/2019).

Adapun modus operandi yang dilakukan oleh tersangka FSH, adalah dengan menerbitkan kartu ATM dari rekening New Account Sweep atau rekening khusus untuk nasabah guna melakukan transaksi menarik dana kucuran kredit dan juga melakukan penyetoran, tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari ke-5 nasabah.

“Kemudian, FSH menggunakan dana pada rekening New Accoun Sweep tersebut untuk kepentingan pribadinya,” ungkap Mukri.

Dengan diterbitkannya kartu ATM tanpa adanya sepengetahuan dan persetujuan dari pihak nasabah, bertentangan dengan Surat Edaran Direksi Bank BRI tahun 2002 tentang Kredit Modal Kerja Konstruksi. Yang dalam klausulnya berbunyi, terhadap rekening giro escrow tidak diperbolehkan diterbitkan kartu debit.

Perbuatan tersangka dipersangkakan melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3 jo asal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, semenjak Rabu malam (30/10/2019) di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. “Guna proses hukum selanjutnya,” ujar Mukri.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan