Dubes Tulis Status Berbau SARA Di Twitter, Ya Dicopot Dong Pak Jokowi!

Dubes Tulis Status Berbau SARA Di Twitter, Ya Dicopot Dong Pak Jokowi!

- in NASIONAL
560
0
Copot Dong Dubes Yang Bernuansa SARA.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra diminta agar segera dicopot dari jabatannya, karena telah melontarkan komentar bernada SARA.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dari jabatannya. Pasalnya, Yusron dianggap telah melontarkan komentar bernuasa SARA terkait pencalonan Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Komentar Yusron Ihza Mahendra dalam kapasitas sebagai apapun, jelas telah menyalahi prinsip kemajemukan atau keanekaragaman Indonesia. Apalagi, seorang dubes merupakan wakil Negara dan Bangsa Indonesia sekaligus wakil pribadi seorang presiden,” ujar Petrus, di Jakarta, Minggu (3/4).

Menurut Petrus, komentar Yusron itu tidak hanya sekedar melanggar etika, tetapi berupaya membuka memori publik dan trauma etnis minoritas tertentu pada peristiwa berdarah pada 1998 yang sangat traumatis dan mengancam keutuhan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Menurut pria yang juga pegiat di Forum Advokat Pengawal Konstitusi (Faksi) itu, tindakan Yusron itu sudah masuk kategori melanggar Undang-Undang Tentang Hubungan Luar Negeri yang secara tegas telah membatasi tugas dan kewajiban seorang Duta Besar, dan Undang-Undang Tentang HAM.

“Isi pesan Yusron dalam Twitternya itu bersifat diskriminatif, yang mengarah kepada pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung atau tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik,” ujar Petrus.

Karena itu, kata Petrus, TPDI mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Yusron dari jabatannya sebagai Dubes RI untuk Jepang. “Soalnya, kicauan sikap Yusron termasuk kategori yang melanggar HAM dan mengancam eksistensi keberagaman bangsa Indonesia,” ujarnya.(JR-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bukan di Pengadilan Negeri, Sidang Digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Dairi; Saudara Kandung Bersama Oknum Penegak Hukum Diduga Mengkriminalisasi Keluarga Adik Perempuan Karena Rumah Peninggalan Orang Tua

Sejumlah keanehan terjadi pada kasus dugaan kriminalisasi yang