Dua Tersangka Kembali Ditahan Jaksa, Kini 6 Tersangka Kasus Korupsi PT Danareksa Kepada PT Evio Sekuritas Mendekam Di Rutan

Pengusutan Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Dari PT Danareksa Kepada PT Evio Securities

Pengusutan Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Dari PT Danareksa Kepada PT Evio Sekuritas, Dua Tersangka Kembali Ditahan Jaksa, Kini 6 Tersangka Kasus Korupsi PT Danareksa Kepada PT Evio Sekuritas Mendekam Di Rutan. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Ist).
Pengusutan Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Dari PT Danareksa Kepada PT Evio Sekuritas, Dua Tersangka Kembali Ditahan Jaksa, Kini 6 Tersangka Kasus Korupsi PT Danareksa Kepada PT Evio Sekuritas Mendekam Di Rutan. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Ist).

Dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa kepada PT Evio Sekuritas kembali ditahan jaksa.

Kini total 6 tersangka dalam kasus ini sudah ditahan oleh Jaksa. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono.

Kedua tersangka yang menyusul 4 tersangka lainnya yang sudah ditahan itu adalah Teguh Ramadhani dan Sujadi.


Penahanan terhadap Teguh Ramadhani dan Sujadi dilakukan pada Rabu 10 Juni 2020 oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI.

“Para tersangka tersebut ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Hari Setiyono, Kamis (11/06/2020).

Teguh Ramadhani ditahan berdasarkan, Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-39/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 06 Agustus 2018 jo Print : 238/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 14 Agustus 2018 jo Print : 138/F.2/Fd.1/07/2019 tanggal 03 Juli 2019 Jo Print : 19/F.2/Fd.1/01/2020 tanggal 15 Januari 2020 jo Print : 152/F.2/b Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-23/F.2/Fd.2/01/2020 tanggal 15 Januari 2020 atas nama Tersangka Teguh Ramadhani.

Sedangkan Sujadi ditahan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-39/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 06 Agustus 2018 jo Print : 238/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 14 Agustus 2018 jo Print : 138/F.2/Fd.1/07/2019 tanggal 03 Juli 2019 Jo Print : 149/F.2/Fd.1/03/2020 tanggal 09 Maret 2020 jo Surat Penetapan Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-20/F.2/Fd.2/01/2020 tanggal 15 Januari 2020 atas nama Tersangka Sujadi.


Kasus ini  bermula ketika PT Danareksa Sekuritas sejak Bulan September 2014 sampai dengan Bulan November 2015 memberikan pembiayaan sebesar Rp 105 Milyar dengan cara melawan hukum. Yaitu melakukan Repo dengan jaminan saham SIAP yang tidak memenuhi syarat, dan memberikan pembiayaan trading (perdagangan saham) dengan tidak sesuai limit transaksi dan tidak melakukan Forced Sale / Penjualan Paksa Saham Jaminan.

Sehingga bertentangan dengan Surat Keputusan Komite Pengelolaan Risiko PT Danareksa Sekuritas Nomor 001/KPR-DS/2011 tanggal Februari 2011. Yang  mengakibatkan posisi atau outstanding pembiayaan oleh PT Danareksa kepada PT Evio Securities dan group yakni Rennier, Gregorius Edwin, Teguh Ramadhani, Reza Pahlawan, Suryananda Adriansyah (terafiliasi) hingga saat ini merugi sebesar Rp. 105.237.990.293,- (seratus lima miliar dua ratus tiga puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh ribu dua ratus sembilan puluh tiga rupiah).


Hal itu menjadi kerugian keuangan Negara berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka Perhitungan Kerugian Negara BPK RI Nomor : 04/LHP/XXI/02/2020 tanggal 11 Februari 2020.

Hari Setiyono mengatakan, penahanan terhadap Teguh Ramadhani dan Sujadi merupakan penahanan susulan. Sebelumnya, jaksa sudah melakukan penahanan terhadap 4 tersangka pada tanggal 3 Juni 2020, yakni Marciano Hersondrie Herman, Rennier Abdul Rahman Latief, Erijal dan Zakie Mubarak.


Adapun identitas  2 orang tersangka yang ditahan yakni Teguh Ramadhani dan Sujadi adalah sebagai berikut:

  1. Nama Lengkap : TEGUH RAMADHANI, SE

Tempat Lahir                           :           Jakarta

Umur/Tgl. Lahir                      :           42 Tahun / 31 Agustus 1977

Jenis Kelamin                          :           Laki-Laki

Kewarganegaraan/Kebangsaan:          Indonesia

Tempat Tinggal                       :           Villa Legian Blok G7 No.5 RT.3 RW.14 Perumahan Puri Gading Jati Melati Bekasi Selatan

A g a m a                                 :           Islam

Pekerjaan                                 :           Wiraswasta (Mantan Direktur PT Evio Securities)

Pendidikan                              :           S-1 Akutansi

Ditahan di Rutan Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI.

 

  1. Nama Lengkap :           SUJADI, SE

Tempat Lahir                           :           Semarang

Umur/Tgl. Lahir                      :           55 Tahun/06 Juni 1964

Jenis Kelamin                          :           Laki-Laki

Kewarganegaraan/Kebangsaan:          Indonesia

Tempat Tinggal                       :           Jl. Durian 2 No.55 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor

A g a m a                                 :           Islam

Pekerjaan                                 :           Pensiunan BUMN PT Danareksa Sekuritas (Mantan Direktur Retail Capital Market PT Danareksa Sekuritas periode 2013 s/d 2016)

Pendidikan                              :           S-1 FE UGM.

Ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Selatan.

Masing masing untuk masa selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 10 Juni 2020 sampai dengan tanggal 29 Juni 2020.


Hari Setiyono menyampaikan, kedua tersangka itu ditahan di rumah tahanan (rutan) dengan pertimbangan, pertama, karena alasan obyektif, yakni seperti ketentuan di Pasal 21 Ayat 4 KUHAP. Bahwa Pasal sangkaan terhadap para Tersangka, yakni melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjaranya lebih dari 5 tahun.

Dan kedua, alasan subjektif seperti pada Pasal 21 Ayat 1 KUHAP. Dikhawatirkan tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi, dan atau menghilangkan barang bukti sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara dimaksud.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan