Dua Mantan Caleg Partai Lain Masuk Golkar, Gerakan Migrasi Politik Tidak Langgar Undang-Undang dan AD/ART Partai

Dua Mantan Caleg Partai Lain Masuk Golkar, Gerakan Migrasi Politik Tidak Langgar Undang-Undang dan AD/ART Partai.
Dua Mantan Caleg Partai Lain Masuk Golkar, Gerakan Migrasi Politik Tidak Langgar Undang-Undang dan AD/ART Partai.

Jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar (Munas Golkar) yang akan digelar Desember 2019 ini, dinamikan politik di internal Partai Golkar semakin menarik.

Mulai saling klaim dukungan, hingga persoalan struktur, komposisi danh personalia Panitia Munas, menjadi bahasan diskusi yang menarik.

Munculnya dua nama mantan Caleg Partai lain, yakni Petrus Selestinus yang merupakan mantan Caleg dari Partai Hanura dan Hamza Sangaji mantan Caleg Partai Perindo, menjadi salah satu bahasan yang hangat di dalam proses penyelenggaraan Munas Golkar.

Padahal, Panitia Munas dipastikan tidak gegabah memasukan anggota Partai Politik lain di dalam Kepanitiaan Munas, tanpa ada rujukan bahwa yang bersangkutan telah menjadi anggota Partai Golkar.

Pengurus DPP Partai Golkar Yakobus Jagong mengatakan, soal migrasi politik dari sebuah parpol ke parpol lain, adalah hal yang biasa saja.

Migrasi politik seperti itu, tidak melanggar Undang-Undang, tidak juga melanggar Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Golkar.

Menurut Yakobus Jagong, sisitim keanggotaan semua partai politik termasuk Partai Golkar bersifat sukarela. Karena itu, baik yang mau masuk menjadi anggota parpol maupun yang hendak keluar dari keanggotaan parpol, tidaklah sulit.

“Karena pengaturannya di dalam AD-ART sangat sederhana bagi warga negara yang hendak menjadi anggota, yang hendak keluar dari keanggotaan partai politik dan juga bagi mereka yang hendak migrasi dari satu partai politik ke partai politik lainnya,” tutur Yakobus Jagong, Minggu (01/12/2019).

Dia menegaskan, di dalam UU Partai Politik, Angaran Dasar, Angaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi Partai Politik, mekanisme migrasi anggota partai politik yang satu kepada partai politik yang lain, tidaklah sulit.

Cukup dengan menjadi angota partai politik yang menjadi tujuan migrasi, maka keanggotaan pada partai politik yang ditinggalkan otomatis gugur.

“Oleh karena itu, migrasi Petrus Selestinus maupun Hamzah Sangaji ke Partai Golkar tidak perlu diragukan keabsahannya,” pungkas Yakobus Jagong.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*