Ada Yang Klaim Menangi Pilpres, Nelayan Mulai Alami Gesekan di Bawah, HNSI: Jangan Permainkan Nasib Bangsa, KPU Tolong Tegakkan Aturan Pemilu

Ada Yang Klaim Menangi Pilpres, Nelayan Mulai Alami Gesekan di Bawah, HNSI: Jangan Permainkan Nasib Bangsa, KPU Tolong Tegakkan Aturan Pemilu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta bertindak tegas kepada pihak-pihak yang sudah mengklaim kemenangan Pilpres. Sebab, perhitungan resmi oleh KPU belum selesai, namun sudah ada yang mengklaim memenangi pertarungan Pilpres.

Kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno awalnya mengklaim sudah memenangi Pilpres 2019, dengan mengumumkan perolehan suara terbanyak versi hitungan internal mereka.




Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru mengatakan, kondisi itu berdampak buruk bagi kondisi nelayan di bawah.

“Saat ini, sudah mulai ada gesekan di masyarakat nelayan dengan adanya klaim mengklaim kemenangan. Kita tidak ingin gesekan itu terjadi terus. Itu akan menjadi boomerang bagi masyarakat di bawah,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Minggu (21/04/2019).

Meski sudah mulai terasa adanya gesekan di akar rumput, terutama di basis Nelayan, lanjut Siswaryudi Heru, namun situasi masih terkendali. Akan tetapi, bila tidak ada sikap masing-masing kubu yang mengutamakan kepentingan masyarakat, gesekan akan bisa saja terus terjadi dan melebar.

“Satu-satunya yang diharapkan untuk memimpin dan mengendalikan terkait kisruh klaim mengklaim pemenangan Pilpres adalah KPU. KPU hendaknya bersikap tegas dan netral, dan tetap kumandangkan bahwa perhitungan final belum selesai, hingga nanti akhirnya KPU mengumumkan resmi,” tuturnya.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini berharap, di sisa waktu ini, sembari menunggu proses perhitungan suara final, hendaknya pemerintah terus melaksanakan program-program yang sangat dibutuhkan oleh nelayan.

Dengan tetap melaksanakan program yang pro nelayan, maka kekisruhan urusan perolehan suara dapat diredam perlahan.

“Tetaplah bekerja bagi nelayan. Itu lebih baik daripada sibuk ribut dan saling klaim,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini juga mengingatkan, bagaimana pun, di basis nelayan sendiri, akan tetap melihat sejauh mana kinerja pemberdayaan nelayan itu terlaksana hingga proses final perhitungan akhir perolehan suara.

“Jadi, nelayan berharap, hentikan kisruh, dan tetap bekerja untuk nelayan. Nelayan berharap, program-program yang selama ini sangat mereka harapkan, dapat terealisasi dan berkelanjutan. Jangan berhenti karena klaim-klaim kemenangan masing-masing kubu. Nantinya KPU akan resmi mengumumkan perolehan resmi,” ujar Siswaryudi Heru.

Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengklaim kemenangannya di Pilpres 2019.

Mantan Danjen Kopassus itu mengklaim melenggang jadi presiden periode 2019-2024 berdasarkan hasil penghitungan tim internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandi mendeklarasikan kemenangan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen dan C1 yang telah kami rekapitulasi,” kata Prabowo di Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Meresponi klaim Capres 02 itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’aruf juga mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua TKN Moeldoko melalui konferensi pers bersama semua petinggi TKN lain.

“Pada malam hari ini saya mewakili TKN untuk menyampaikan pernyataan resmi dari TKN. Pertama adalah TKN berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada paslon 01 Ir Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sehingga menjadi pemenang Pilpres 2019,” ujar Moeldoko di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Moeldoko juga menyampaikan terima kasih mereka kepada lembaga penyelenggara hitung cepat yang menurutnya memungkinkan publik mengetahui hasil pemilu lebih cepat.

“Kedua TKN berterima kasih kepada para penyelenggara, hitung cepat atau quick count yang sangat kredibel dari pandangan kami, sehingga hasil pemilu dapat diketahui lebih cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan pada public,” ujar Mantan Panglima TNI itu.

Moeldoko menuturkan urgensi dari deklarasi kemenangan ini adalah memberi keyakinan pada para pendukung dan pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“TKN dengan seluruh jajaran dan seluruh followernya yang telah memilih paslon 01 kita harus memberikan keyakinan kepada seluruh follower, seluruh yang bersama kami memilih 01 sehingga satu suara dengan mereka. Jangan sampai nanti mereka menunggu, kapan dan seterusnya,” ujarnya.

Kendati demikian, Moeldoko meminta pihaknya tetap menghormati proses yang sedang berjalan di KPU. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menunggu hasil resmi dari penyelenggara.




Seperti diketahui, sejak pemungutan suara selesai dan hasil hitung cepat telah terpampang di berbagai media, kubu Jokowi-Ma’ruf belum sekalipun menyatakan diri sebagai pemenang. Jokowi sebelumnya belum pernah secara tegas menyatakan dirinya menang.

“Kita tahu bahwa quick count ilmiah dan dari pengalaman pemilu yang lalu akurasinya 99 persen hampir sama dengan real count,” kata Jokowi di Resto Pelataran, Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Adapun sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum final melakukan penghitungan suara.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*