Dorong Penyelenggaraan Pemilu Yang Sejuk, Polri Galakkan Operasi Mantap Brata

Dorong Penyelenggaraan Pemilu Yang Sejuk, Polri Galakkan Operasi Mantap Brata.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah gencar melakukan Operasi Mantap Brata (OMB) 2019. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang kurang baik dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) yang April 2019 mendatang akan digelar.

Hal itu diakui oleh Kabag Opsnalev Korbinmas Baharkam Mabes Polri Kombes Pol Ricky F Wakanno. Menurut Kombes Ricky, Polri menginginkan penyelenggaraan Pemilu yang aman, damai dan sejuk.

“Dalam rangka OMB 2019, Polri menggelar kegiatan yang mendorong terciptanya Pemilu yang aman, damai dan sejuk,” tutur Kombes Pol Ricky F Wakanno, di Jakarta, Kamis (14/02/2019).

Sejumlah kegiatan pun diikuti dan dilakukan Polri untuk menjaga kondusivitas masyarakat jelang Pemilu. Dia mengatakan, kegiatan bersama OMB dan Polre Metro Jakarta Timur misalnya, digelar untuk tujuan itu.

Kegiatan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), dilaksanakan Selasa, 12 Februari 2019, di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan yang menekankan tema Menciptakan Pemilu, Pileg, Pilpres 2019 Yang Aman, Damai, Sejuk, Anti radikal dan Hoax itu, dibuka oleh Kasubsatgas Kemitraan Satgas Nusantara yang diwakili Kombes Pol R Heru Prakoso.

Kombes Ricky mengatakan, Polri merangkul semua pihak dan semua unsur masyarakat untuk berdialog dan menciptakan keamanan yang sejuk dan damai.

Dalam kegiatan itu, sejumlah tokoh masyarakat dan unsur masyarakat antusias. Kombes Pol Ricky F Wakanno sendiri memaparkan topik Langkah dan Upaya Polri dalam Pelaksanaan Satgas Nusantara.

Sedangkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur, H Anshori Yakub berbicara mengenai langkah menjaga kerukunan umat beragama menuju pelaksanaan Pemilu.

“Serta menyerukan seluruh umat beragama, agar masing-masing umat beragama menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam kehidupan beragama, serta menjaga kondisi tetap aman dan kodusif ke depan,” tutur H Anshori Yakub.

Perwakilan masyarakat, seperti H M Rasyidin dari DKM Masjid Suprapto Suparno di Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, serta Ismail Heri mewakili Komite Rakyat mandiri, yang juga Anggota Dewan Kota Jakarta Timur, mengajak semua warga dan para rohaniawan, tidak grasa-grusu, menjaga kesejukan berdemokrasi di Indonesia.

Kegiatan diikuti sekitar 300-an orang peserta yang terdiri dari para rohaniawan se-Jakarta Timur. FGD berlangsung aman dan damai sejak pukul lima sore. “Untuk keamanan dan ketertiban dan kondusifitas masyarakat menghadapi Pemilu 2019,” tutup Kombes Ricky F Wakanno.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan