Ditangkap Tengah Malam, Karyawan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Digelandang ke Kejaksaan Agung

Kejagung Teliti Lima Berkas Perkara Match Fixing Liga Indonesia.

Peniyik Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menangkap seorang karyawan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Pria .dengan inisial RTU itu adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan pemerasan terhadap Direktur PT Cipta Wisesa Bersama.

RTU ditangkap pada Selasa, 8 Januari 2019 sekitar pukul 23.00 WIB. Dia ditangkap di Perum Gunung Sari Indah Blok AZ 29 RT 011/RW 008, Keluruhan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, kemudian diterbangkan ke Jakarta dan kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Cabang Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menjelaskan, sebelum diangkut ke Jakarta, RTU dititipkan sementara di Rutan Kelas I Surabaya Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Pada Rabu, 9 Januari 2019 sekira pukul 05:00 Wib, Penyidik membawa  tersangka RTU dengan menggunakan pesawat Sriwijaya tujuan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dan, sekira pukul 08:00 Wib Penyidik beserta tersangka RTU tiba di Gedung JAM Pidsus Kejaksaan Agung dan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” tutur Mukri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Kamis (10/01/2019).

Dia menerangkan, dilakukannya penangkapan terhadap tersangka RTU, telah memenuhi ketentuan Pasal 16 ayat (2) KUHAP berbunyi untuk kepentingan penyidikan,penyidik pembantu berwenang melakukan penangkapan. Penangkapan juga telah memenuhi Pasal 17 KUHAP berbunyi Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan, lanjut Mukri, pnyidik melakukan penahanan terhadap tersangka RTU. Penahanan dilakukan dengan mempertimbangkan syarat obyektik dan subyektif sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP. Di antaranya, tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 (lima) tahun.

“Dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak Pidana,” tutur Mukri.

Tersangka RTU ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 9 Januari 2019 sampai dengan 28 Januari 2019.

Tersangka RTU disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 421 KUHP.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan