Ditaksir Bernilai Rp 500 Juta, Gakkum KLHK Amankan Kayu Ilegal Jenis Merbau Dari Maluku Utara

Ditaksir Bernilai Rp 500 Juta, Gakkum KLHK Amankan Kayu Ilegal Jenis Merbau Dari Maluku Utara

- in HUKUM
51
0
Ditaksir Bernilai Rp 500 Juta, Gakkum KLHK Amankan Kayu Ilegal Jenis Merbau Dari Maluku Utara.

Tim Penyidik bersama dengan Tim Operasi Pengamanan Hutan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sulawesi menangkap dan mengamankan kayu-kayu jenis merbau dari Maluku Utara, yang diduga ilegal.

Sebanyak 70 meter kubik kayu-kayu itu diamankan penyidik. Selain itu, penyidik juga menyita 1 Unit Kapal Layar Motor Arjuna 04 Tonase GT 93.

Juga Kayu Gergajian jenis Merbau sebanyak lebih kurang 1.196 batang atau keping dengan nilai taksiran lebih dari  Rp 500 juta turut diamankan.




Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi,  Dodi Kurniawan mengatakan, pengamanan dilakukan di Pelabuhan Laut Bira, Bulukumba.

Barang-barang bukti akan diangkut menuju Makassar, untuk selanjutnya dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rumbasan) Kelas I Makassar.

“Sementara kapal layar motornya masih disandarkan di kawasan pelabuhan,” ujar Dodi Kurniawan, dalam keterangan persnya, Selasa (30/04/2019).

Dodi menjelaskan, kayu-kayu, Kapal Motor dan barang-barang yang diamankan itu adalah penyerahan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Sulawesi Bagian Selatan pada tanggal 22 April 2019, kepada Tim Operasi Pengamanan Hutan SPORC Balai Gakkum Wilayah Sulawesi.

Selain mengamankan barang bukti, lanjutnya, telah dilakukan juga penetapan tersangka dalam dugaan kasus illegal logging ini. Tersangkanya adalah pria berinisial TA yang diduga kuat sebagai pemilik dan penerima kayu.

“Tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas I A Gunung Sari Makassar,” ujar Dodi.

Dodi Kurniawan menyampaikan apresiasinya kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Sulawesi Bagian Selatan yang telah menyerahkan kasus ini  kepada Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi.




“Selanjutnya kami akan memroses secara hokum. Semoga kerjasama yang baik dapat terus dilanjutkan di masa yang akan datang. Semoga penindakan-penindakan yang kita lakukan bersama memberikan efek jera terhadap para pelaku,” ujarnya.

Penyidik menjerat  pelaku dengan Pasal 83 ayat 1 huruf b junto Pasal 12 huruf e dan Pasal 86 Ayat 1 huruf a junto  Pasal 12 huruf i, dan pasal 87 ayat 1 huruf a junto pasal 12 huruf k dan pasal 88 huruf a junto pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan junto pasal 55 ayat 1 ke- 1 KUHPidana, dengan ancaman sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta, dan paling banyak Rp 2,5 miliar.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kasus 57 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua Segera Disidangkan

Kasus illegal logging atau kayu illegal sebanyak 57