Ditahan Udinese Dengan Skor 1-1, Hanya Bisa Imbang Rossoneri Kesal Banget

Ditahan Udinese Dengan Skor 1-1, Hanya Bisa Imbang Rossoneri Kesal Banget

- in DUNIA, OLAHRAGA
415
0
Liga Italia, Udinese vs AC Milan, Skor 1-1, Ditahan Udinese Dengan Skor 1-1, Hanya Bisa Imbang Rossoneri Kesal Banget. - Foto: Striker AC Milan asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic (merah) saat laga Serie A antara Udinese vs AC Milan, di Stadion Dacia Arena di Udine, pada 11 Desember 2021.(AFP/MARCO BERTORELLO)Liga Italia, Udinese vs AC Milan, Skor 1-1, Ditahan Udinese Dengan Skor 1-1, Hanya Bisa Imbang Rossoneri Kesal Banget. - Foto: Striker AC Milan asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic (merah) saat laga Serie A antara Udinese vs AC Milan, di Stadion Dacia Arena di Udine, pada 11 Desember 2021.(AFP/MARCO BERTORELLO)

Rossoneri, julukan AC Milan, ditahan Udinese dengan skor imbang 1-1 dalam duel Liga Italia 2021/2022 pekan ke-1, pada Minggu (12/12/2021) dini hari WIB. 

Laga AC Milan yang bertandang ke markas Udinese digelar di Stadion Furi. AC Milan selaku tim tamu sempat tertinggal lebih dulu akibat gol yang dibukukan oleh penyerang Udinese, Beto, pada menit ke-17. 

Setelah berjuang menembus pertahanan Udinese, barulah AC Milan mampu mencetak gol penyeimbang lewat aksi Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-90+2. 

Rossoneri gagal memaksimalkan peluang untuk menjauh dari kejaran para pesaing terdekat di papan Klasemen Liga Italia. 

AC Milan berada di puncak klasemen dengan koleksi 39 poin dari 17 pertandingan. Mereka unggul dua poin atas Inter Milan yang berada di peringkat kedua. 

Inter Milan bisa menggusur AC Milan jika berhasil meraih kemenangan kala bersua Cagliari pada Senin (13/12/2021) dini hari WIB. 

Sementara itu, Udinese yang berhasil menahan imbang AC Milan, menduduki peringkat ke-15 dengan raihan 17 poin dari 17 laga. 

AC Milan selaku pemimpin klasemen Liga Italia mengusung misi kemenangan guna menjauh dari kejaran para pesaing terdekat. 

Mereka langsung mengambil alih penguasaan bola sejak babak pertama kontra tuan rumah Udinese. 

Namun, penguasaan bola tentu bukan jaminan untuk memetik kemenangan. Terbukti, AC Milan yang unggul penguasaan bola justru kecolongan gol lebih dulu. 

AC Milan kebobolan akibat aksi penyerang 23 tahun asal Portugal, Beto, pada menit ke-17. Beto membobol gawang AC Milan setelah memanfaatkan ruang kosong yang gagal diantisipasi oleh para pemain bertahan Rossoneri. 

Setelah kecolongan satu gol, AC Milan langsung merespons dengan melancarkan sejumlah serangan. 

Namun, anak-anak asuh Stefano Pioli itu tak kunjung mencetak gol penyeimbang hingga babak pertama usai. 

Pada awal babak kedua, Stefano Pioli mengganti beberapa pemain. Dia memasukkan tiga pemain sekaligus, yakni Franck Kessie, Sandro Tonali, dan Junior Messias. 

Masuknya ketiga pemain tersebut menghadirkan kekuatan baru dalam permainan Zlatan Ibrahimovic Cs. 

Mereka terus menguasai bola hingga melancarkan sejumlah tembakan guna mengancam pertahanan Udinese. 

Namun, dari empat tembakan yang AC Milan lancarkan hingga pertengahan babak kedua, tidak ada satu pun yang tercatat sebagai shot on target. 

Di sisi lain, Udinese yang tak lebih unggul dalam hal penguasaan bola, mampu melancarkan satu tembakan tepat sasaran ke gawang AC Milan. 

Gol untuk AC Milan baru lahir kala memasuki injury time, tepatnya menit ke-90+2. Zlatan Ibrahimovic menjadi penyelamat setelah dirinya memanfaatkan kemelut di depan gawang Udinese. 

Setelah itu, tak ada gol lain yang tercipta. Laga Udinese vs AC Milan berakhir dengan skor 1-1. 

Raihan kurang menyenangkan Milan di markas Udinese ini pun disesali oleh Sandro Tonali. 

“Itu menyakitkan dan kami kecewa karena kami membuang banyak kesempatan di babak pertama,” ucap Sandro Tonali kepada Sky Sport Italia, dilansir Football Italia. 

Dia menyebut, AC Milan banyak kehilangan bola di lini tengah. Sehingga Udinese sering bebas sekali melakukan serangan balik ke arah kubu AC Milan. 

“Kami banyak kehilangan bola di lini tengah sehingga memudahkan mereka untuk melakukan serangan balik. Kami mencoba meresponsnya di babak kedua, tetapi kami adalah Milan dan harus bereaksi lebih cepat,” tutur Tonali. 

Tonali juga menyebut, AC Milan tak mungkin beralasan dengan alasan cedera. Mereka harus melakukan pertandingan yang berat dan serius. 

“Pada musim ini, kami tidak bisa menggunakan cedera sebagai alasan. Setiap tim memiliki masalah ini, masalah kami mungkin sedikit lebih banyak. Namun, kami memiliki skuad dengan kualitas mumpuni, jadi kami tidak dapat menggunakan itu sebagai alasan,” jelasnya. 

Udinese menghadapi AC Milan dengan taktik yang berbeda. Hal itu mungkin dilakukan setelah mempelajari pendekatan yang digunakan pelatih AC Milan, Stefano Pioli, pada musim lalu. 

Meski begitu, Tonali mengatakan bahwa AC Milan selalu bisa menemukan jalan keluar ketika mengalami kebuntuan. 

“Kami harus memiliki solusi untuk setiap pertandingan. Pada 15 menit terakhir, kami mengalirkan banyak bola ke dalam kotak ketika melawan tim yang bertahan sangat dalam,” tutur Tonali. 

Meskipun, lanjutnya, pembalasan itu terjadi di akhir-akhir laga. 

“Kami tidak bisa melakukan itu selama 70 menit, tetapi pada tahap akhir pertandingan kami melakukannya dan itu membuahkan gol,” imbuhnya. 

Mungkin saja tim lawan sudah membaca cara bermain AC Milan, namun menurut Tonali, AC Milan selalu menemukan alternatif. 

“Tim lain mungkin telah mengetahui kami secara taktik, tetapi kami harus menemukan alternatif dan terus bergerak maju,” ujar Sando Tonali. 

Ada sebuah kesalahan kecil saat Junior Messias masuk ke lapangan dari bangku cadangan dengan namanya tertulis di jersey. 

Messias yang beberapa tahun lalu masih menjadi kurir mesin cuci untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru menjalani musim keduanya di Serie A usai menghabiskan sebagian besar kariernya di liga yang lebih rendah. Musim lalu, dia tampil di Serie A bersama Crotone. 

Pemain berusia 30 tahun itu direkrut dengan status pinjaman dari Crotone seharga 2,6 juta euro pada musim panas lalu, dengan opsi pembelian permanen 5,4 juta euro lagi di akhir musim panas ini. 

Makanya, mungkin tidak terlalu mengejutkan jika namanya belum tenar. Namun, pencetak gol kemenangan tandang Liga Champions melawan Atletico Madrid itu seharusnya sudah dikenali di ruang ganti timnya sendiri. 

Usai turun minum, Messias masuk ke lapangan sebagai pemain cadangan untuk menggantikan Rade Krunic, namun di jersey bagian belakan tertera tulisan namanya ‘Meessias’. 

Pihak AC Milan kemudian bergegas menuliskan kembali nama Messias dengan tulisan yang benar. Lalu, kesalahan cetak di jersey tersebut tidak membuat performa pemain asal Brasil itu terganggu. 

Messias sejauh ini telah mencetak tiga gol dari tujuh pertandingan untuk AC Milan di Serie A dan Liga Champions. 

Memainkan 17 pertandingan, AC Milan membukukan 39 poin. Mereka ada di puncak klasemen Serie A. Tapi, mereka masih bisa disalip oleh Inter Milan yang di urutan kedua. 

Inter Milan baru memainkan 16 pertandingan. Mereka tertinggal dua angka dari AC Milan. 

Jika menang melawan Cagliari pada Minggu malam WIB 12 Desember 2021 nanti, Inter Milan ada di puncak klasemen. 

Dalam lima pertandingan terakhir, AC Milan kalah dua kali, menang dua kali, dan sekali imbang. 

Rentetan ini tak lepas dari badai cedera yang dialami. Tapi menurut Tonali, itu tidak bisa dijadikan alasan. 

“Kami tidak bisa menggunakan cedera sebagai alibi. Setiap tim memiliki masalah ini, masalah kami mungkin sedikit lebih banyak, tapi kami memiliki skuad yang berkualitas dan tidak dapat menggunakannya sebagai alasan,” tutur Tonali.*** 

Susunan Pemain 

Udinese (3-5-2) : 1-Silvestri (GK); 2-Perez, 17-Nuytinck, 50-Becao; 13-Udogie (4-Zeegelaar 61’), 6-Makengo, 11-Walace, 5-Arslan (8-Jajalo 70’), 16-Molina; 10-Deulofeu (7-Success 70’), 9-Beto. 

Cadangan: 65-Carnelos, 20-Padelli, 87-De Maio, 93-Soppy, 8-Jajalo, 24-Samardzic, 4-Zeegelaar, 23-Pussetto, 45-Forestieri, 30-Nestorovski, 7-Success. 

Pelatih: Gabriele Cioffi. 

AC Milan (4-2-3-1) : 16-Maignan (GK); 25-Florenzi, 23-Tomori, 13-Romagnoli, 19-Hernandez; 41-Bakayoko (79-Kessie 46’), 4-Bennacer (8-Tonali 46’); 56-Saelemaekers (7-Castillejo 69’), 10-Diaz (27-Maldini 81’), 33-Krunic (30-Messias 46’); 11-Ibrahimovic. 

Cadangan: 83-Mirante, 1-Tatarusanu, 20-Kalulu, 46-Gabbia, 5-Toure, 79-Kessie, 8-Tonali, 7-Castillejo, 27-Maldini, 30-Messias. 

Pelatih: Stefano Pioli. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bakal Segera Diadili di Kursi Pesakitan, Ketua Yayasan Sekolah Pendeta Indonesia Timur Prof Dr Marthen Napang Dijebloskan Ke Rutan Salemba

Ketua Badan Pengurus Yayasan Sekolah Tinggi Filsafat dan