Distribusi Bantuan Besar-Besaran Rawan Diselewengkan, Tidak Tahu Jenis Dan Besaran Bantuan Yang Diterima, Warga Kabupaten Siak Kebingungan

Distribusi Bantuan Besar-Besaran Rawan Diselewengkan, Tidak Tahu Jenis Dan Besaran Bantuan Yang Diterima, Warga Kabupaten Siak Kebingungan. Foto: Bantuan Sembako. (Net)
Distribusi Bantuan Besar-Besaran Rawan Diselewengkan, Tidak Tahu Jenis Dan Besaran Bantuan Yang Diterima, Warga Kabupaten Siak Kebingungan. Foto: Bantuan Sembako. (Net)

Di tengah mewabahnya Virus Corona atau Covid-19, sejumlah bantuan disebut didistribusikan kepada masyarakat. Untuk membantu dampak yang diakibatkan pandemi.

Ternyata, masyarakat sendiri tidak tahu apa saja bantuan-bantuan yang disebar secara jor-joran itu.

Seperti pengakuan warga di Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, warga tidak mengetahui nama bantuan, besaran jumlah bantuan dan peruntukannya.

Padahal, Negara disebut telah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp 405,5 Triliun untuk juga dipergunakan sebagai bantuan yang didistibusikan kepada masyarakat.

Gabe, warga Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau mengaku bingung. Bingung karena ketidakjelasan pemerintah desa yang sebelumnya tidak memberikan informasi tentang nama dan jenis-jenis bantuan.Yang dia tahu, ada bantuan bagi warga. Itu saja.

“Saya bingung kemarin katanya di suruh kumpulkan KK dan KTP untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD), sekarang yang dikasih kok Sembako,” ujar Gabe kepada wartawan Sinar Keadilan, Kamis (21/05/2020).

Seharusnya, kata dia, informasi mengenai nama dan jenis bantuan, serta sumber bantuan yang diberikan kepada warga diterangkan. Sehingga warga sebagai penerima manfaat Bantuan Sosial akibat dampak dari pademi Covid-9 tidak mengalami kebingungan.

Gabe menuturkan, sejujurnya ia merasa bingung dan heran terkait informasi bantuan yang ada saat ini. Menurutnya, hal ini tidak seperti apa telah dijanjikan kepadanya sebelumnya.

Informasi yang sampai kepadanya pada saat pengumpulan data yang dilakukan oleh Rukun Tetangga (RT) setempat, yang mengumpulakan data KK, NIK dan KTP tidak sesuai dengan ketika dia diberikan bantuan.

Sekretaris Kecamatan Koto Gasib, menyampaikan pihaknya juga tidak menjelaskan jenis-jenis bantuan itu. “Mengenai hal itu, silahkan tanyakan kepada Dinas Sosial Kabupaten Siak. Kita di sini hanya memfasilitasi soal jaringan Wifi jika terjadi gangguan di desa-desa pada saat menggunakan internet,” cetusnya.

Informasi yang sampai ke telinga masyarakat desa, Pemerintah Kabupaten Siak mengalokasikan dana sebesar Rp 249 Milyar. Sebagai Alokasi Anggaran yang tertuang dalam APBD Perubahan, untuk realokasi anggaran selama pademi Covid-19.

Anggaran tersebut, sesuai arahan dari Pemerintah Pusat,  dibagi dalam sekema untuk di bidang Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial, dan program lainnya.

Pemerintah Kabupaten Siak sendiri akan menyalurkan kurang lebih sekitar 8000 paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako), pembagian masker kepada Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan bagi warga kurang mampu yang terdampak ekonomi semasa pademi Covid-19.

Pengadaan masker kain berasal dari Refokusing Anggaran dari APBDes/APBKam, sebanyak 2 lembar per orang.

Sedang jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Kampung (BLT-DK) ada sebanyak 4000 jiwa lebih di Kabupaten Siak.

Jika Pemkab Siak telah berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akan dilakukan Tambahan Top Up Tunai dari Bansos Kabupaten Siak sebanyak 18 ribu Kartu Keluarga (KK). Hal itu pun telah disampaikan Bupati siak Kepala Daerah Se-Provinsi Riau lewat Rapat Video Virtual dengan Gubernur Riau.

Realokasi APBN 2020 tarkait Refokusing untuk Penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp405,1Triliun.

Hal itu di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo Pada Saat Rapat Terbatas di Istana Negara.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah Aspek untuk penangangan virus yang tengah mewabah tersebut, yakni sebesar Rp75 Triliun untuk bidang kesehatan, sebesar Rp110 Triliun untuk social safety net (Jaring Pengaman Sosial). sebesar Rp70,1 Triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, sebesar  Rp150 Triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

Hingga berita ini tayang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Siak, Yurnalis tak merespon ketika dihubungi.(JM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan