Disita dan Teronggok 10 Tahun Tanpa Pemilik, Kejari Kota Bengkulu Lelang 26 Unit Sepeda Motor

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan: Sudah teronggok selama 10 tahun di Gudang tanpa diketahui pemiliknya, sebanyak 26 Unit Sepeda Motor dilelang untuk masukan keuangan Negara.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan: Sudah teronggok selama 10 tahun di Gudang tanpa diketahui pemiliknya, sebanyak 26 Unit Sepeda Motor dilelang untuk masukan keuangan Negara.

Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu (Kejari Kota Bengkulu) telah menyita sebanyak 26 unit sepeda motor. Semuanya tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Kini, barang sitaan itu dilelang oleh Kejari Kota Bengkulu untuk diserahkan ke Negara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan memastikan, barang sitaan itu dilelang untuk dijadikan sebagai pemasukan keuangan Negara.

“Kami akan melelang kendaraan-kendaraan barang bukti rampasan atau sitaan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht, tetapi tidak diketahui pemiliknya,” ungkap Kajari Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan, Selasa (18/02/2020).

Emilwan Ridwan menjelaskan,  lelang itu dilakukan karena 26 unit sepeda motor menjadi barang bukti sitaan atau rampasan dari berbagai tindak pidana itu, teronggok hampir 10 tahun lamanya di gudang Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu.

“Kendaraan-kendaraan itu seolah menjadi tak bertuan yang tidak diambil atau tak diketahui pemiliknya,” ujarnya.

Dia pun lalu berinisiatif mengambil kebijakan melakukan lelang terhadap barang bukti sitaan tak bertuan itu agar berubah nilai dan menjadi pemasukan bagi keuangan negara.

Langkah itu, katanya, sesuai pada acuan 2 aturan yang mengatur dalam rangka zero tunggakan Barang Bukti (BB) yaitu Peraturan Jaksa Agung (Perja)  Nomor 002/2017 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 013 Tahun 2018.

Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 002 tahun 2017 berisikan tentang pelelangan dan penjualan langsung benda sitaan atau barang rampsan atau benda sita eksekusi.

Dikatakan Emilwan, sesuai dengan Pasal 8 Ayat 1, 2, 3 dan Pasal 9  Perja No 002 tahun 2017, selama 3 bulan pihaknya menelisik dan mencari putusan terkait dengan kendaraan-kendaraan bermotor yang menjadi barang bukti sitaan atau rampasan, baik berkas perkara yang ada di kantor kejaksaan maupun di Pengadilan Negeri yang menyidangkan perkara tersebut.

Untuk mengetahui kepemilikan kendaraan tersebut, Emilwan Ridwan sudah memerintahkan petugas Kejari Kota Bengkulu menempelkan pengumuman di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan se-Kota Bengkulu agar pemilik kendaraan mengambil barang bukti kendaraannya karena sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Namun, setelah berbulan-bulan pengumuman itu, tak seorang pun datang mengambil kendaraannya. Oleh karena itu dilakukan pelelangan yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat tanggal 21 Februari mendatang,” ungkap Emilwan.

Ditambahkan Emilwan, berapapun yang diperoleh dari hasil lelang  itu nantinya bakal disetorkan ke kas Negara. Sedangkan bila ada pihak yang mengaku sebagai pemiliknya, tentu dengan bukti-bukti kepemilikannya, maka kejaksaan akan menyerahkan uang hasil lelang itu kepada pemiliknya. “Jika jelas dengan bukti-bukti kepemilikannya, ya kita serahkan ke pemiliknya,” tutupnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan