Diputus Bersalah Kasus Penipuan Dan Penggelapan Miliaran Rupiah, Mantan Pembaca Berita Metro TV Dalton Ichiro Tanonaka Masih Bebas Berkeliaran

Diputus Bersalah Kasus Penipuan Dan Penggelapan Miliaran Rupiah, Mantan Pembaca Berita Metro TV Dalton Ichiro Tanonaka Masih Bebas Berkeliaran. – Foto: Advokat Senior yang juga pemerhati sosial, serta Kuasa Hukum dari korban HPR, Hartono Tanuwidjaja. (Ist)
Diputus Bersalah Kasus Penipuan Dan Penggelapan Miliaran Rupiah, Mantan Pembaca Berita Metro TV Dalton Ichiro Tanonaka Masih Bebas Berkeliaran. – Foto: Advokat Senior yang juga pemerhati sosial, serta Kuasa Hukum dari korban HPR, Hartono Tanuwidjaja. (Ist)

Menjadi terpidana kasus penipuan dan penggelapan miliaran Rupiah, Dalton Ichiro Tanonaka Warga Negara Amerika berkebangsaan Jepang, masih bebas berkeliaran.

Mantan Anchor- Pembaca Berita English News Service di METRO TV itu, telah dijatuhi hukuman 3 tahun penjara, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap seseorang berinisial HPR, yang menjadi pelapor dalam kasus ini. Jumlah uang yang ditipu dan digelapkan oleh Dalton Ichiro Tanonaka sebesar 500 Ribu Dolar Amerika atau sekitar Rp 6,5 miliar.

Hal itu juga telah ditetapkan melalui Putusan Kasasi oleh Majelis Hakim Agung dalam perkara No :761.K/PID/2018.

Advokat senior yang juga pemerhati sosial dan juga kuasa hukum dari korban, Hartono Tanuwidjaja menyampaikan, hingga kini, terpidana 3 tahun penjara yang telah terbukti bersalah melakukan kasus penipuan itu belum juga di-eksekusi oleh Jaksa.

“Sayangnya, Dalton Ichiro Tanonaka malah dibiarkan malayangkan surat Pengajuan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat,” ujar Hartono Tanuwidjaya, saat di temui di kantornya, Jalan Suryopranoto No 83, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020).

Atas ulah Dalton Ichiro Tanonaka  itu, Hartono Tanuwidjaja pun melayangkan surat yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Jakarta Pusat (Jakpus)  pada selasa 21 Juli 2020 lalu.

Hartono menerangkan, berdasarkan ketentuan pasal 263 ayat 1 KUHAP, yang berhak mengajukan PK adalah terpidana atau ahli warisnya.

Sementara sampai dengan hari ini Dalton masih dalam status cekal, karena belum pernah di eksekusi dan dimasukkan kedalam penjara berdasarkan putusan kasasi yang sudah inkracht tersebut.

Hartono menegaskan, Dalton Ichiro Tanonaka belum berhak mengajukan PK, karena belum memenuhi kriteria terpidana. Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 32 KUHP, terpidana adalah seseorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Dalton belum menjalani hukuman tiga tahun penjara, yang di vonis dalam putusan kasasi pada 14 Oktober 2018 lalu. Sehingga dia belum memenuhi persyaratan formil seperti yang ditemukan,” ujarnya.

Dalton diduga mengajukan PK pada 13 Januari 2020 lalu. Namun Hartono mengungkapkan, memori PK baru diserahkan tiga bulan kemudian ke PN Jakpus, yakni pada 24 April 2020.

Sementara itu, tersangka Dalton Ichiro Tanonaka sampai saat ini tidak diketahui keberadaanya dan tidak pernah dihadirkan ke dalam persidangan permohonan PK yang diajukannya tersebut.

Permohonan PK diajukan oleh Dalton melalui Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum Marthen Pongrekun & Associates pada 13 Januari 2020, setelah Dalton dijatuhi Putusan Pidana 3 tahun oleh MA melalui Putusan Kasasi No. 761 K/PID/2018 Tanggal 14 Oktober 2018.

Disitu ada tercantum dalam Surat (KTP), tapi dalam Permohonan PK Dalton bersama Kuasa Hukumnya baru menyerahkan memori PK pada 24 April 2020.

“Dan dia sebagai prinsipal Pemohon PK tidak pernah menghadiri Sidang Permohonan PK tersebut,” ujar Hartono.

Padahal, lanjut Hartono, berdasarkan surat edaran Mahkamah Agung (MA) No. 1 Tahun 2012 dan ketentuan pasal 265 ayat (2) KUHAP secara tegas menyebutkan bahwa pemohon wajib hadir, melakukan pendaftaran dan mengikuti pemeriksaan persidangan PK tersebut.

“Sedangkan Dalton tidak pernah hadir ke persidangan PK, sebab dia takut ditangkap oleh jaksa selaku eksekutor. Selaku pemohon PK, Dalton juga tidak kooperatif. Hal itu terbukti dari tindakannya yang melarikan diri ataupun berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari eksekusi putusan inkracht itu, terhadap dirinya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Hartono berharap agar Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Damis, atau Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut dapat bertindak objektif dan turut membantu penegakan hukum (Jaksa) Agar tidak menerima permohonan PK jika tidak dihadiri langsung oleh terpidana Dalton dan berkas perkaranya juga tidak dilanjutkan ke MA.

Seperti diketahui, Dalton Ichiro Tanonaka adalah seorang mantan Anchor – Pembaca Berita English News Service di METRO TV.

Sebelumnya tersangka juga sudah pernah diadili di Pengadilan Negara Bagian Hawai dan dijatuhi Pidana selama 3 bulan terkait kasus penerimaan dana kampanye ilegal untuk Pemilihan di Hawai.(Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan