Dipotong-Potong dan Bertujuan Mengadudomba, Tangkap Pelaku Penyebar Video Sukmawati

Dipotong-Potong dan Bertujuan Mengadudomba, Tangkap Pelaku Penyebar Video Sukmawati.
Dipotong-Potong dan Bertujuan Mengadudomba, Tangkap Pelaku Penyebar Video Sukmawati.

Aparat Kepolisian diminta menangkap dan memroses pelaku penyebaran video Sukmawati Soekarnoputri. Karena video itu sudah dipotong-potong dan dibuat sedemikian rupa untuk melakukan adudomba.

Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP) protes keras dengan penyebaran video itu. Selain sudah dimanipulasi, video itu memang disengaja disebar untuk tujuan tidak baik.

Anggota Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP), Petrus Selestinus menegaskan, polisi harus segera mengusut dan menangkap pelaku penyebaran video itu. Sehingga tidak menjadi ajang mengadu-domba.

Petrus Selestinus yang merupakan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) itu, sangat menyayangkan masih ada pihak-pihak yang secara sengaja dan tanpa hak, mencoba melakukan kejahatan berupa menyebarkan informasi yang tidak mengandung kebenaran.

“Itu kan tujuannya untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Dan itu sebagai perbuatan yang dilarang oleh Undang-Undang,” tutur Petrus Selestinus, Selasa (19/11/2019).

Petrus Selestinus menegaskan, beredarnya rekaman video yang sudah tidak utuh atau sudah dipotong-potong, sengaja disetting dalam beberapa versi terkait isi pembicaraan atau pandangan Sukmawati Soekarnoputri dalam Forum Diskusi Kebangsaan dengan tema Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri.

“Sangat disesalkan. Dan wajib dicari siapa otak dan pelaku yang telah melakukannya,” ujar Petrus Selstinus.

Lebih lanjut, menurut Tim Kuasa Hukum Sukmawati Soekarnoputri itu, video yang beredar dalam keadaan tidak utuh, berupa potongan-potongan rekaman isi pembicaraan, yang sengaja disebarkan ke publik berbeda dari narasi asli isi pembicaraan.

Pihak Divisi Humas Polri sebaiknya segera mempublish atau mengklarifikasi rekaman yang utuh dari pembicaraan atau pandangan Sukmawati sebagai pembicara. Agar menjadi jelas dan terang, bahwa tidak ada satupun narasi dalam isi pembicaraan Sukmawati berisi pernyataan yang kontennya menista agama.

“Kepolisian hendaknya mengklarifikasi, guna mencegah penyalahgunaan terhadap video yang telah beredar secara tidak utuh dan bertujuan memprovokasi dan memecah belah umat,” jelas Petrus.

Meskipun belum ada pihak yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana itu, lanjutnya, pihak Polda Metro Jaya mestinya memprioritaskan penyelidikan.

“Ke arah mencari siapa otak dan pelaku penyebaran informasi melaui video yang sudah dipotong-potong dan ditujukan untuk menimbulkan perpecahan berdasarkan SARA,” ujarnya.

Selain itu, Petrus meminta, Polri untuk segera menangkap dan menahan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas penyebaran video itu.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan