Diperuntukkan Bagi 118 Desa, Pemkab Pelalawan Cairkan Pendapatan Pajak Retribusi Daerah Sebesar Rp 50 Juta Per Desa

Diperuntukkan Bagi 118 Desa, Pemkab Pelalawan Cairkan Pendapatan Pajak Retribusi Daerah Sebesar Rp 50 Juta Per Desa. – Foto: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Pelalawan (BPKAD), Davidson. (Ist)
Diperuntukkan Bagi 118 Desa, Pemkab Pelalawan Cairkan Pendapatan Pajak Retribusi Daerah Sebesar Rp 50 Juta Per Desa. – Foto: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Pelalawan (BPKAD), Davidson. (Ist)

Pelalawan, Sinarkeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, mencairkan Dana Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (DBHPRD) sebesar Rp 8 miliar untuk 118 Desa dan Kelurahan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Pelalawan (BPKAD), Davidson mengatakan, anggaran itu berasal dari APBD Pemkab Pelalawan 2020, yang diperuntukkan sebagai Alokasi Anggaran Desa dan Kelurahan.

“Ya, Anggaran Pencairan Dana Bagi Hasil pajak Retribusi  Daerah (DBHPRD) sudah bisa diajukan. Besaran dananya Rp 50 juta per desa dan kelurahan. Totalnya Rp 8 miliar,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Pelalawan (BPKAD), Davidson, Senin (27/07/2020).

Untuk proses pencairan, lanjutnya, Peraturan Bupati (Perbub) tentang Petunjuk Teknis Pencairan DBHRPD itu sudah mulai dilaksanakan Minggu lalu.

“Sosialisasi teknis pencairan sudah dilakukan kepada seluruh Kepala Desa maupun Lurah,” katanya.

Kegunaan Dana Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (DBHPRD) sebesar Rp 8 miliar untuk 118 Desa dan Kelurahan, dikatakan Davidson, adalah untuk operasional Desa.

“Diperuntukkan sebagai operasional Desa. Mekanisme pencairannya tidak jauh beda dengan pencairan Dana Desa di setiap desa,” ujarnya.

Bupati Pelalawan, HM Haris telah menyampaikan, Pemkab Pelalawan menyiapkan anggaran senilai Rp 8 miliar untuk seluruh desa dan kelurahan. Anggaran tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Pemda. Terutama untuk menangkis berita-berita hoax.(Supriadi Panjaitan)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan