Dihimpit Ekonomi Global Super Kapitalis Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, Pedagang Kaki Lima Gelar ‘Senyum Rakyat Kecil, Senyum Nusantara’

Hadapi Tantangan Ekonomi Global Super Kapitalis Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, PKL Setanah Air Kumpul Gelar Program Spektakuler Senyum Rakyat Kecil Senyum Nusantara.
Hadapi Tantangan Ekonomi Global Super Kapitalis Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, PKL Setanah Air Kumpul Gelar Program Spektakuler Senyum Rakyat Kecil Senyum Nusantara.

Hadapi Tantangan Ekonomi Global Super Kapitalis Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, PKL Setanah Air Kumpul Gelar Program Spektakuler Senyum Rakyat Kecil Senyum Nusantara.

Para Pedagang Kaki Lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) berkumpul dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka menggelar konsolidasi nasional pada Jumat, 22 November 2019 di Jakarta.

Tujuannya, untuk memastikan kesiapan dan konsolidasi masyarakat kecil Indonesia, terkhusus para PKL, dalam menghadapi tantangan global yang sudah sangat super kapitalis dengan revolusi industri 4.0 dan 5.0.

Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun Atmo menyampaikan, jajaran APKLI dari seluruh Dewan Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi dan Dewan Pimpinan Daerah di Kabupaten/Kota membahas pemantapan serta penebalan yang utuh dalam melaksanakan 4 Program besar dan spektakuler, yang disebut sebagai Program Senyum Rakyat Kecil, Senyum Nusantara.

“Program ini harus dipercepat realisasinya. Sehingga bisa segera dinikmati oleh seluruh rakyat kecil, masyarakat dan bangsa kita di seluruh tanah air. Hari ini yang kita hadapi adalah era super kapitlais dan revolusi industri 4.0 maupun 5.0 yang didukung teknologi cyber yang sangat canggih,” tutur Ali Mahsun Atmo, Sabtu (23/11/2019).

Ali mengatakan, saat ini, seluruh wilayah territorial dan kekuatan ekonomi global, dikelola berbasis cartel atau mafia yang sangat kuat dan solid.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat kecil, para kawulo alit, terutama pada Pedagang Kaki Lima, harus disiplin dan mensolidkan barisannya. Jika harus berhadapan dengan cartel dan mafia, tegasnya, maka hal yang sama pun bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia, dengan kesolidan yang utuh.

“Tanpa sebuah kedisiplinan dan tata kelola berbasis good organization governance, apa yang kita lakukan tidak lebih dari penyalagunaan kewenangan dan kesempatan. Karena itu, kita harus tingkatkan kedisiplinan organisasi secara internal dan eksternal,” ujar Ali Mahsun.

Ali mengingatkan, pada 22 Septemper 2019, bertempat di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pihaknya sudah memperluas Gerakan dan Aksi Revolusi Kaki Lima Indonesia menjadi Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara.

“Prinsipnya adalah rakyat kita libatkan secara langsung dan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi dinegeri ini. Rakyat harus miliki saham dan dapatkan deviden, harus dapatkan fasilitas usaha produktif sehingga usaha dan ekonomi rakyat maju, berkembang dan unggul, hidupnya sejahtera dan makmur secara berkeadilan,” bebernya.

Dan pada Jumat 22 November 2019 ini, dijelaskan dia, dicanangkan Program Senyum Rakyat Kecil, Senyum Nusantara.

“Segenap sumber daya dan fasilitas yang kita dorong kepada rakyat, harus mampu membuat rakyat tersenyum bahagia, hidupnya sejahtera dan makmur secara berkeadilan. Dan hari ini sudah ada 4 Program Senyum Rakyat Kecil Senyum Nusantara yang besar dan spektakuler,” ujarnya.

Keempat program itu adalah, satu, Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan Bagi Rakyat Kecil Yang Punya Kredit Motor, Syarat dan Ketentuan Berlaku.

Kedua, Toko  Gumregah Pengubah Ekonomi Rakyat Kecil. Setiap desa atau nagari minimal 5 toko eksisting. Setiap kelurahan 10-15 toko eksisting yang sudah lama, miliki kemampuan dan kemauan maju dan berkembang kita dorong fasilitas ekonomi market place dengan customize, modal usaha Rp 5-15 juta per toko,  tanpa agunan.

“Kalau ingin ekonomi rakyat tegak kembali. Kalau berharap kedaulatan bangsa, kedaulatan ekonomi dinegeri ini bisa kita rebut kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Toko-toko, Kelontong dan Warung-warung di rumah rakyat, di rumah penduduk, di desa, di nagari dan kelurahan di seluruh tanah air harus dibangkitkan, maju, berkembang dan unggul hadapi era super kapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0,” jelasnya.

Ketiga, pada 3 September 2019 telah ditandatangani kerjasama dengan PT Suzuki Indomobil tentang pengadaan kendaraan bermotor roda 2, roda 4 dan mesin tempel kapal nelayan/pariwisata.

Keempat, Program Umrah Dan Wisata Religi Berangkat Dulu Baru Membayar.

Untuk mempercepat realisasinya, lanjut Ali, disiagakan Pasukan Tempur Lapangan Ekonomi Rakyat Kecil. Yang dibekali senjata dan amunisi berupa Program Senyum Rakyat Kecil Senyum Nusantara, supaya menang di medan perang ekonomi yang  eranya super kapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0 ini.

Melakukan pendampungan terhadap pelaku ekonomi rakyat kecil, yang miliki potensi dan kekuatan ekonomi sangat besar, Dngan jumlah 62,9 juta unit usaha atau 98,2% dari total unit di Indonesia. Menyumbangkan 61,8% dari total PDB.

“Itulah Pasukan Tempur Lapangan Ekonomi Rakyat Kecil yang ada di desa-desa, di nagari dan kelurahan di seluruh tanah air,” ujarnya.

Ali mengingatkan, APKLI ini bukan organisasi plat merah, melainkan independen. “Silahkan bersinergi dengan pemerintah. Silahkan menjalankan program pemerintah,” ujarnya.

Ali juga menekankan, perang ekonomi Rakyat Kecil ini, tidak boleh disekat-sekat atas nama Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA). Sangat haram bagi APKLI menonjolkan SARA.

“Kita punya tanggungjawab untuk mewujudkan kesejahteran secara berkeadilan. Yang bisa dinikmati dan dirasakan oleh seluruh kelompok, golongan, agama, etnis, suku, dan bangsa yang ada di bumi nusantara. Masyarakat adil, makmur dan sejahtera,” pungkasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan