Diduga Tipu Nasabah, PT Modernland Realty Si Pengembang Jakarta Garden City Dilaporkan

Diduga Tipu Nasabah, PT Modernland Realty Si Pengembang Jakarta Garden City Dilaporkan.
Diduga Tipu Nasabah, PT Modernland Realty Si Pengembang Jakarta Garden City Dilaporkan.

Sumadi merasa ditipu oleh PT Modernland Realty, Tbk sebagai Pengembang Jakarta Garden City. Warga Pondowan, Tayu, Kabupaten Pati ini telah menyetorkan uang sebesar Rp 50 juta, sebagai uang pemesanannya untuk membeli 1 unit rumah di PT Modernland Realty, Tbk yang terletak di Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur.

Sumadi telah menandatangani Formulir Pemesanan pada 28 September 2018. Di surat itu, selain Sumadi sebagai pemesan, juga diteken oleh Head of MarketingResidential PT Modernland Realty, Tbk, dan Agen Pemasaran PT Modernland Realty atas nama Irkham.




Sumadi membayar booking fee sebesar Rp 50 juta itu, dengan Pemesanan Nomor JC/SP/18/09/0017.

“Sampai sekarang tidak jelas pemesanan saya. Saya sudah setorkan Rp 50 juta untuk booking fee. Karena tidak ada kejelasan setelah saya berkali-kali menanyakan unit yang saya pesan, maka saya meminta uang saya dikembalikan. Eh, malah ditahan dan segudang alasan,” tutur Sumadi.

Merasa ditipu dan dipermain-mainkan tanpa batas waktu yang jelas, Sumadi pun menunjuk kantor pengacara Rapen Sinaga & Partners untuk bertindak secara hukum mengambil kembali uang yang telah disetorkannya sebagai booking fee tersebut.




Perilaku pengembang atas nama PT Modernland Realty, Tbk dengan Jakarta Garden City (JGC)-nya, menurut Rapen Sinaga, sama saja dengan sejumlah pengembang lainnya. Menipu secara halus dan tetap menguasai uang nasabah yang bukan hak pengembang.

Rapen pun mengirimkan somasi ke PT Modernland Realty, Tbk yang beralamat di Jakarta Garden City, Lantai 2, Club House Jakarta Garden City, Jalan Raya Cakung Cilincing KM 0.5, Cakung Timur, Jakarta Timur.

“Sama saja, PT Modernland Realty, Tbk dengan Jakarta Garden City-nya itu pun ngeyel, dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Ini akan kita proses hukum sajalah. Ke Kepolisian. Polisi harus menindaktegas pengembang-pengembang nakal seperti mereka ini,” tutur Rapen Sinaga.




Pihak PT Modernland Relaty, Tbk yang diwakili Legal Department Head, Christien L Waas, mengiyakan telah membatalkan pemesanan di Cluster Mahakam Jakarta Garden City atas nama Sumadi. Pembatalan dikarenakan Sumadi telah melanggar ketentuan pasal 8, Surat Pemesanan yang dikeluarkan PT Modernland Relaty, Tbk.

Pada pasal 8 Surat Pemesanan itu, lanjut Christien, dijelaskan apabila setelah membayar booking fee pemesan tidak membayarkan kewajiban pembayaran berikutnya, maka pemesanan dibatalkan, karena dianggap mengundurkan diri.

“Dan PT Modernland Realty Tbk tidak perlu mengeluarkan surat pemberitahuan. Uang booking fee yang sudah disetorkan juga tidak bisa diambil kembali, dan tidak akan dikembalikan. Sepenuhnya itu menjadi hak PT Modernland Realty Tbk tanpa bisa diganggu gugat. Itu jelas di dalam Surat Pemesanan,” tutur Christien.




Rapen mengatakan, para korban meminta agar uangnya dikembalikan. Mereka berharap, pihak berwajib segera menangkap para pelaku, agar uang mereka segera dikembalikan lagi.

Menurut Rapen, para pengembang PT Modernland Realty, Tbk dengan Jakarta Garden City-nya sudah melakukan pelanggaran hukum dan regulasi yang sah.




Mereka itu tidak tunduk pada Prinsip Hukum Perjanjian, Hukum Perbankan, Hukum Perlindungan Konsumen dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia juga mengingatkan, aparat penegak hukum bisa menjerat para pengembang nakal dan perusahaan bisnis uang online yang diduga melakukan penipuan seperti PT Kontak Perkasa Futures itu dengan pasal 372 dan 378 KUHP. Juga dengan pasal 46 Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Kemudian, bisa dijerat dengan pasal 61, 62, 63 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Mereka para pengembang nakal bisa dikenakan pasal-pasal berlapis di atas,” ujarnya.




Perlu diingatkan, lanjut Rapen Sinaga, praktik busuk seperti yang dilakukan PT Modernland Realty, Tbk dengan Jakarta Garden City-nya, sudah sangat banyak terjadi. Karena itulah aparat penegak hukum segeralah bertindak.

“Yang kami jumpai, bukan hanya klien kami saja yang mengalaminya. Laporan ke kantor kami saja menunjukkan banyak konsumen yang menjadi korban. Daftarnya banyak,” ujar Rapen lagi.

Untuk laporan-laporan seperti itu, menurut salah seorang anggota penyidik Polda Metrojaya bernama Kompol Andi, setiap hari ada ribuan laporan yang masuk.




“Laporan dugaan penipuan online, pengembang nakal, dan apalagi laporan mengenai kejahatan dengan cyber, bisa ribuan laporan. Sudah menumpuk. Ini masih menunggu perintah dari Direktur. Belum tentu juga Unit kami yang akan melakukan penyidikan atas laporan ini,” jelas Kompol Andi.

Laporan masyarakat yang bejibun itu, lanjut pria yang bekerja di Unit 2 Dirreskrimsus Polda Metrojaya itu, pertama-tama perlu diteliti kelengkapan berkasnya. Kemudian dianalisis dan diklasifikasikan menurut jenis dan pihak yang berwenang di bidangnya masing-masing, untuk menindaklanjuti.




“Biasanya, kalau sudah dilaporkan, akan ditindaklanjuti 3-4 hari berikutnya,” ujar Kompol Andi lagi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan