Diduga Sakit Hati Tak Jadi Ketua Umum di Bandung, Jenri Sinaga Bersama Mangaranap Sinaga Cs Mendadak Gelar Munas Parkindo ‘Sulap-Sulap’ di Cempaka Putih dan Menunjuk Diri Sendiri Sebagai Ketum

Diduga Sakit Hati Tak Jadi Ketua Umum di Bandung, Jenri Sinaga Bersama Mangaranap Sinaga Cs Mendadak Gelar Munas Parkindo ‘Sulap-Sulap’ di Cempaka Putih dan Menunjuk Diri Sendiri Sebagai Ketum

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
25
0
Diduga Sakit Hati Tak Jadi Ketua Umum di Bandung, Jenri Sinaga Bersama Mangaranap Sinaga Cs Mendadak Gelar Munas Parkindo ‘Sulap-Sulap’ di Cempaka Putih dan Menunjuk Diri Sendiri Sebagai Ketum. - Foto: Jenri Sinaga bersama Ranap Mangaranap Sinaga dan kawan-kawannya, ketika melakukan Munas Ke-5 Parkindo versi ‘Sulap-Sulap’, dan menunjuk diri Jenri Sinaga sendiri sebagai Ketua Umum DPP Parkindo, di Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/01/2021).(Dok)Diduga Sakit Hati Tak Jadi Ketua Umum di Bandung, Jenri Sinaga Bersama Mangaranap Sinaga Cs Mendadak Gelar Munas Parkindo ‘Sulap-Sulap’ di Cempaka Putih dan Menunjuk Diri Sendiri Sebagai Ketum. - Foto: Jenri Sinaga bersama Ranap Mangaranap Sinaga dan kawan-kawannya, ketika melakukan Munas Ke-5 Parkindo versi ‘Sulap-Sulap’, dan menunjuk diri Jenri Sinaga sendiri sebagai Ketua Umum DPP Parkindo, di Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/01/2021).(Dok)

Mendadak ada yang aneh dengan segelintir orang yang mengaku sebagai anggota Ormas Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo). 

Diduga karena sakit hati dengan kekalahan Bakal Calon Ketua Umumnya pada Musyawarah Nasional Partisipasi Kristen Indonesia Ke-5 (Munas V Parkindo) yang telah selesai dilaksanakan jelang akhir Tahun 2021 lalu, mendadak segelintir orang ujug-ujug menggelar Munas Parkindo di Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/01/2022). 

Padahal Munas Ke-5 Parkindo telah selesai dilaksanakan dan secara sah telah memilih Lukman Doloksaribu sebagai Ketua Umum.  

Munas Ke-5 Parkindo itu telah selesai dilaksanakan, tepatnya 25 November hingga 27 November 2021, di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Salah seorang fungsionaris DPP Parkindo yang sah, hasil Munas Parkindo Ke-5 di Bandung, Ara Manahara Sitinjak mengaku sedih bercampur jengkel, begitu mengetahui adanya Munas Liar yang digelar Jenri Sinaga bersama Ranap Magaranap Sinaga dan kawan-kawannya, yang mengaku-ngaku sebagai orang-orang Parkindo, yang menggelr Munas Liar di Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Aneh bin ajaib. Saya melihat ada beberapa orang yang saya kenal di Munas Liar yang mereka lakukan diam-diam dan sembunyi-sembunyi itu. Ada bekas Bakal Calon Ketua Umum Parkindo, Jenri Sinaga, dan Mangaranap Sinaga di sana. Mereka kan orang-orang yang diduga sakit hati karena tidak jadi Ketua Umum pada Munas Ke-5 Parkindo di Bandung,” tutur Ara Manahara Sintinjak, lewat sambungan whatsapp, Kamis (13/01/2022). 

Yang lebih mengherankan lagi, lanjut Advokat yang pernah menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Bandung (GMKI Bandung) ini, beberapa seniornya yang diduga sudah paham dengan tata cara berorganisasi, malah ikut-ikutan di Munas Liar yang digelar oleh Ranap Cs itu. 

“Kuat dugaan, mereka melakukan Munas Liar karena ada unsur sakit hati, dan kalah pada Munas kelima Parkindo di Bandung. Juga, mungkin cuma mau cari remah-remah duit. Karena kabarnya, Jenri yang mennunjuk diri sendiri menjadi Ketua Umum itu nyiram,” lanjut pria yang akrab disapa Mandra ini sembari terkekeh. 

Mandra melanjutkan, semakin tidak ada lagi senior-senior Ormas yang bisa dipercaya, jika untuk urusan Munas di Lembaga Pelayanan Kristen seperti Parkindo itu pun sudah sarat dengan permainan duit. 

“Entah apa yang mereka cari lagi. Saya malu, dan mereka malah bikin malu lagi. Membuat Munas liar, munas-munasan, dan ilegal, serta menunjuk Jenri sebagai Ketua Umumnya. Orang-orang itu semakin bikin umat Kristiani malu,” ujar Mandra. 

Mandra menceritakan perjalanan Parkindo sampai terselenggaranya Munas Bandung beberapa waktu yang lalu. 

Sejarah panjang Parkindo di kancah Pergerakan di Republik Indonesia ini,  adalah perjalanan panjang perpolitikan Indonesia. 

Yang mana, mulai masa Pergerakan Kemerdekaan Republik Indonesia, Parkindo adalah Partai Kristen Pertama di Indonesia. 

Parkindo Partai kemudian berfusi dengan PDI di tahun 1971. Dan sejak tahun 1993, Parkindo Partai berubah menjadi Organisasi Massa Nasional (Ormas), yang saat itu Ketua Umumnya adalah salah seorang pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabam Sirait (Alm). 

Mandra mengatakan, Parkindo mengalami ujian demi ujian yang membuat perjalanan perjuangan Parkindo tak lekang oleh waktu. 

Akan tetapi, lanjut Mandra, ujian yang tak kalah dahsyatnya adalah ketika para kader Parkindo yang ingin mengembalikan masa kejayaan Parkindo sebagai sebuah organisasi yang pernah melahirkan Tokoh-Tokoh Besar Bangsa Indonesia dari kalangan Kristen, direcoki dan dicurangi oleh beberapa orang yang mengaku senior dan sesepuh Parkindo. 

Dengan bermodalkan DPD-DPD yang masih eksis, para anak muda dan Pengurus DPP Parkindo yang masih eksis, serta sejumlah senior dan sesepuh yang masih tersisa, mereka menggelar Munasnya yang ke-5 di Bandung, Jawa Barat,  pada tanggal 25-27 November 2021. 

“Munas Parkindo Ke-5 dibuka pada hari Kamis, tanggal 25 November 2021 di Bandung, Jawa Barat. Dan kemudian dilaksanakan pembukaannya pada tanggal 25 November 2021, yang dimulai dengan serangkaian acara dari mulai Ibadah singkat yang dipimpin Oleh Pdt R Sibarani,” tuturnya. 

Kemudian, Munas Ke-5 Parkindo itu dilanjutkan dengan prosesi Pembukaan Munas dengan mengusung tema besar tentang Visi Kebangsaan Indonesia. Dengan Pembicara Gubernur Jawa Barat Dr HM Ridwan Kamil, yang di moderatori oleh Manahara Sitinjak. 

Munas Parkindo ke-5 itu juga dihadiri organisasi-organisasi Kekristenan, seperti DPP GAMKI, yang diwakili oleh Hendrik Sinaga, DPP PIKI yang diwakili oleh Sekum PIKI, Audi Wuisang. 

Kemudian, acara Munas Parkindo dibuka oleh Ketua Umum DPP Parkindo, Alida Handau L Guyer. 

Di hari kedua, lanjutnya, dirangkaikan dengan acara Study Meeting dengan tema “Sejarah Parkindo di Masa Lalu, Kini dan Akan datang”. 

Yang hadir sebagai Pembicara dalam Study Meeting ini adalah Marojahan Doloksaribu (Ketua Umum Parkindo Periode 2000-2005), bersama Pdt Saut Hamonangan Sirait (Ketua Umum Parkindo Periode 2005-2010, 2010-2015). Acara ini dipandu oleh Edward Pesta Simanjutak. 

Manahara menambahkan, peserta yang hadir, sempat pula mempertanyakan kepada narasumber, sebenarnya Munas Hari itu yakni tangga 26 November 2021, apakah Munas ke-4 ataukah Munas ke-5 Parkindo? 

Dengan tegas, Marojahan Doloksaribu mengatakan bahwa ini Munas ke-5 dari kesejarahan Parkindo sebagai Ormas sejak tahun 1993. 

Munas ke-5 Parkindo di Bandung itu dipimpin oleh Pimpinan Sidang Sementara, yakni Ketua Umum DPP Parkindo Alida Handau L Guyer yang dampingi Sekjen Ernest Aldrien Kuhuparauw. 

Ketua Umum DPP Parkindo Alida Handau Lampe Guyer bersama Sekjen Ernest Aldrien Kuhuparauw mengesahkan Persidangan dan pengesahan Peserta Munas ke-5 Parkindo. 

Para peserta yang disahkan adalah: 

  1. DPD Parkindo Sumut yang dihadiri Gelmok Samosir 
  2. DPD Parkindo Jawa Timur yang dihadiri Pdt Robert Siregar dan Ps Chris Hutagalung 
  3. DPD Parkindo DKI Jakarta yang di hadiri oleh A.R.Simarmata. 
  4. DPD Parkindo Sulsel yang dihadiri oleh Edward Tanari, Indra Paningaran, Alan Singkali. 
  5. DPD Parkindo Kalimantan Selatan yang dihadiri Pdt Andre Nababan 
  6. DPD Parkindo Sulawesi Barat yang dihadiri oleh Martinus Tiranda dan David 
  7. DPD Parkindo Sulawesi Tengah yang dihadiri oleh Hikbernat Ndawu 
  8. DPD Parkindo Sulawesi Utara yang dihadiri oleh Niko dan Silvi beserta rombongannya. 
  9. DPD Parkindo Maluku yang dihadiri oleh Edi Lapalelo dam Steve Palyama 

Kemudian, Manahara menceritakan lagi, proses persidangan begitu dinamis, yang akhirnya disepakati oleh peserta sidang dengan hasil roll call. Dari jumlah 16 DPD Parkindo yang ada, yang hadir sebanyak 10 DPD. 

Sesuai ketentuan Tata Tertib, yakni 50% plus 1, maka Pimpinan Sidang menyatakan bahwa Persidangan sah dan dapat dilanjutkan. 

Sekjen DPP Parkindo, Ernest Aldrien Kuhuparauw, yang saat itu memimpin Sidang Sementara, di hadapan peserta Munas menyampaikan Permohonan Maaf atas segala kondisi Parkindo selama mendampingi Ketua Umum. 

Dirinya sebagai Sekjen yang telah melalaikan tugas dan tanggung jawabnya selaku Sekjen, yang mengakibatkan roda organisasi tidak berjalan sesuai amanat Munas sebelumnya. 

Dan secara umum, perjalanan Munas Ke-5 Parkindo bisa berjalan dengan baik. 

Proses pemilihan Pimpinan Sidang dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Dan terpilih dari Unsur DPD adalah Steve Palyama dari DPD Parkindo Maluku, dari Unsur DPP adalah Sikkat Pasaribu, dan dari Unsur Penasehat Paul Nainggolan. 

Kemudian, secara aklamasi, Peserta Munas ke-5 Parkindo menerima Laporan Pertanggung Jawaban DPP Parkindo Masa Periode 2015-2022.  

Selanjutnya, kepengurusan DPP Parkindo Periode 2015-2022 dinyatakan Demisioner. Selanjutnya, perseidangan diskor sampai esok pagi haritanggal 26 November 2021. 

Persidangan hari kedua dibuka. Walaupun berjalan alot, yang diwarnai dengan perdebatan, akhirnya terjadi voting dan tetap deadlock terkait kriteria Calon Ketua Umum. 

 Atas saran dan inisiasi Ara Manahara Sitinjak kepada Pimpinan Sidang agar sidang diskor untuk saling berembug atau lobi-lobi. 

Dengan Proses yang cukup sengit namun demokratis, proses persidangan selanjutnya berjalan dengan baik. 

Kemudian, di arena Munas yang diusulkan oleh DPD-DPD Parkindo, memunculkan dua nama bakal calon ketua umum yaitu: 

  1. Lukman Doloksaribu 
  2. Jenri Sinaga 

Dari Proses penjaringan tersebut, Lukman Doloksaribu memperoleh 6 suara dan Jenri Sinaga memperoleh 4 suara. 

Majelis Ketua mempertanyakan terlebih dahulu kesiapan dan kesediaan Lukman Doloksaribu sebagai Calon Ketua Umum. Dan dengan tegas dijawab Bersedia. 

Akan tetapi, kondisi yang berbeda terjadi dengan Jenri Sinaga. Pada saat dipertanyakan oleh Pimpinan Sidang tentang kesiapannya menjadi Calon Ketua Umum, Jenri Sinaga secara panjang lebar menyatakan kekecewaannya, bahwa pada awalnya dalam Munas ke-5 itu, dirinya dijanjikan akan dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum dalam Munas Ke-5 Parkindo. 

Dalam orasinya pun sempat mengeluarkan kalimat “God Father” Parkindo kepada Saudara Lukman Doloksaribu. 

Dan Jenri Sinaga menyatakan bahwa dirinya mundur dari proses Pencalonannya sebagai Ketua Umum. Hal itu yang sangat nyata-nyata bertolak belakang dengan ucapan sebelumnya. 

Apalagi, secara berulang-ulang, Edward Simanjuntak menyampaikan pendapatnya. ”Bahwa Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum akan kita dukung dalam memutar roda kepemimpinan organisasi Parkindo.” 

Dikarenakan Jenri Sinaga mundur dari pencalonannya sebagai Bakal Calon Ketua Umum Parkindo, maka Majelis Ketua menetapkan secara aklamasi Lukman Dolok Saribu sebagai Ketua Umum DPP Parkindo Periode 2021-2026. 

Kemudian, persidangan dilanjutkan dengan Pemilihan Tim Formatur untuk menyusun Kepengurusan DPP Parkindo Periode 2021-2026. 

Adapun Tim Formatur tersebut adalah: 

  1. Alida Handau L Guyer (Ketua Umum Periode 2017-2021) 
  2. Lukman Doloksaribu (Ketua Umum Terpilih) 
  3. Edi Lapalelo dari DPD Parkindo Maluku 
  4. Gelmok Samosir dari DPD Parkindo Sumatera Utara 
  5. Robert Siregar dari DPD Parkindo Jawa Timur 

Selanjutnya, Majelis Ketua membacakan Surat Keputusan Hasil Munas Ke-5 Parkindo, sambil berkata bahwa Munas Parkindo sudah selesai. Dan Parkindo memulai Babak Baru dengan terpilihnya Saudara Lukman Doloksaribu untuk memimpin Parkindo 5 tahun ke depan. 

Munas Parkindo Ke-5 telah selesai, akan tetapi Hasil Munas tersebut tercederai oleh salah satu Pimpinan Sidang, yaitu Saudara Sikkat Pasaribu, yang diketahui sebagai Pendukungnya Jenri Sinaga. Sikkat Pasaribu secara sengaja membawa seluruh Hasil dan Keputusan-Keputusan Persidangan. 

Dan ketika dihubungi untuk mengembalikan Hasil Persidangan tersebut kepada Panitia Munas, tidak direspon dengan baik. 

Bahkan dengan entengnya menyatakan Seluruh SK Hasil Munas tertinggal di mobil Jenri Sinaga.  

Dan sampai hari ini, Hasil Munas Ke-5 Parkindo di Bandung itu belum diberikan kepada DPP Parkindo Periode 2021-2026. 

“Lalu, kini tiba-tiba orang-orang itu membuat Munas Liar, dan Ilegal. Dan menunjuk Jenri Sinaga sebagai Ketua Umum. Alangkah aneh dan lucunya ya. Bikin malu saja mereka semua. Sulap-sulap semua mereka,” tandas Ara Manahara Sitinjak.(Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like