Breaking News

Diduga Panas Kuping Dengar Kritik, Menteri Susi Polisikan Aktivis Nelayan FNI

Diduga Panas Kuping Dengar Krtitikan, Menteri Susi Polisikan Aktivis Nelayan FNI.

Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa  dipanggil penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait pelaporan dugaan ujaran kebencian.

 

Rusdianto diminta datang ke Bareskrim pada Kamis (10/8/2017) pada pukul 10.00 WIB untuk diambil keterangkangan sebagai pihak saksi.

 

Eks aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini dilaporkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam perkara tindak pidana yang diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Selama ini, Rusdianto  dikenal gigih melakukan advokasi nelayan di berbagai wilayah di Indonesia yang terkena dampak peraturan-peraturan yang dikeluarkan Menteri Susi. Dia juga bersuara keras melancarkan kritik terhadap pemerintah, terutama berkenaan dengan kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan Nelayan Indonesia.

 

Pada saat ‘Aksi Damai Nelayan’ pada 11 Juli 2017 lalu, Rusdianto bertindak Koordinator Aksi Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI).

 

Mereka menuntut pencabutan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 yang dibuat Menteri Susi, yang melarang penggunaan cantrang. Larangan itu menurut mereka mematikan usaha nelayan.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) secara Resmi Melaporkan Aktivis Rusdianto ke Bareskrim Polri.

 

Pada pemanggilan pertama ini, Rusdianto Samawa mengaku tidak bisa hadir dikarenakan kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

 

Dia menunjukkan bukti surat keterangan Dokter dari RS Islam Jakarta tertanggal 09 Agustus 2017.

 

“Oleh karena itulah panggilan tersebut di amanahkan kepada tim kuasa hukum, yang mendapingi saya,” ujar Rusdianto, Kamis (10/08/2017).

 

Penyidik Bareskrim Mabes Polri AKBP Ariwibawa mengakui bahwa ada laporan dari Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti. Namun, yang membuat laporan adalah atas nama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 

“Bukan personal Menteri Susi. Tapi yang melaporkan adalah KKP RI,” ujar AKBP Ariwibawa.

 

Saat ini, status hukum Rusdianto masih sebagai saksi atas dugaan Pelanggaran UU ITE. Dia dilaporkan atas postingan-nya di akun FaceBook dan akun YouTube miliknya.

 

Rusdianto diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) dan Pasal 27 ayat (3) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 junto perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP yang diduga dilakukan oleh pemilik akun FaceBook atas nama Rusdianto Samawa Tarano Sagarino dan akun YouTube atas nama Samawa.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*