Diduga Langgar Hak Paten KSLL, Pembangunan Gedung Balai Pertanian Di-Police Line

Diduga Langgar Hak Paten KSLL, Pembangunan Gedung Balai Pertanian Di-Police Line.
Diduga Langgar Hak Paten KSLL, Pembangunan Gedung Balai Pertanian Di-Police Line.

Dikarenakan diduga melakukan pelanggaran terhadap Hak Paten Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL), proyek pembangunan Pelayanan Balai Karantina Pertanian, Balai Pertanian Kelas 1 Semarang dihentikan. Proyek itu pun kini di-police line.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menghentikan pembangunan Balai milik pemerintah itu, dikarenakan adanya dugaan pelanggaran terhadap hak paten penggunaan pondasi KSLL yang  dimiliki oleh PT Katama Surya Bumi.




Direktur PT Katama Surya Bumi Lukman Suhardi menyampaikan, Unit Indagsi Kriminal khusus Polda Jateng telah melakukan sidak ke lokasi pembangunan Gedung Balai Karantina Semarang yang beralamat di Jalan Sudirman No 81 itu.

“Dan dilanjutkan berdasarkan gambar serta temuan di lapangan, ada sebagian lokasi yang ditunda dahulu pengerjaannya dan dipasang police line,” ujar Lukman Suhardi, dalam siaran persnya, Sabtu (20/07/2019).

Menurut dia, pihak kepolisian mengendus Subkontraktor PT Cipta Anugerah Indonesia tidak pernah meminta ijin terhadap pemegang paten KSLL ke PT Katama Surya Bumi.




Lukman Suhardi menambahkan, usai melakukan sidak pihak kepolisian membawa salah seorang dari kontraktor dan subkontraktor ke Polda Jateng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Lukman, sebelumnya, Dinas Balai Karantina Pertanian Kota Semarang sebagai owner telah diingatkan oleh PT Katama Surya Bumi, bahwa jika pembangunan pondasi Gedung Balai Karantina menggunakan KSLL maka hal itu merupakan pelanggaran hukum terkait hak paten PT Katama Surya Bumi. “Namun Dinas Balai Karantina menghiraukannya,” ujarnya.

Karena Dinas Balai Karantina menghiraukan peringatan dari PT Katama Surya Bumi maka dilayangkanlah Surat somasi. Menurut Lukman, surat somasi sudah dilayangkannya sebanyak dua kali. Pertama pada April dan kedua pada bulan Mei 2019.




“Namun dihiraukan begitu saja, dengan alasan PT Katama Surya Bumi tidak ada hubungannnya dengan owner. Dan owner hanya berhubungan dengan konsultan perencana saja,” beber Lukman.

Meskipun somasi yang diberikan berujung tertundanya pembangunan Gedung Balaikarantina, namun pihak PT Katama Surya Bumi berharap pembangunan yang diperuntukan bagi kepentingan umum ini dalam pelaksanaanya tidak ada pihak yang dirugikan. “Dan jangan melanggar hukum,” ujarnya.




PT Anugerah Cipta Indonesia yang dimiliki oleh Ryantori dan yang melaksanakan pembangunan itu, kabarnya kerap kali melanggar hukum. Ryantori juga sudah menjadi tersangka dalam perkara yang sama di Bareskrim Mabes Polri.

“Hingga kini perkara pelanggaran hak paten tersebut masih terus berlanjut,” kata Lukman.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan