Dibanding Lockdown, PSBB Pilihan Sulit Yang Lebih Baik, Nelayan: Selagi Masih Bisa Beraktivitas Cari Ikan, Perlahan Indonesia Akan Pulih

Kembangkan Optimisme Hadapi Masa Sulit di Pandemik Virus Corona

Kembangkan Optimisme Hadapi Masa Sulit di Pandemik Virus Corona. Dibanding Lockdown, PSBB Pilihan Sulit Yang Lebih Baik, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Selagi Masih Bisa Beraktivitas Cari Ikan, Perlahan Indonesia Akan Pulih.
Kembangkan Optimisme Hadapi Masa Sulit di Pandemik Virus Corona. Dibanding Lockdown, PSBB Pilihan Sulit Yang Lebih Baik, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Selagi Masih Bisa Beraktivitas Cari Ikan, Perlahan Indonesia Akan Pulih.

Bagi nelayan, pilihan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih memberikan harapan untuk perlahan memulihkan perekonomiannya yang hampir kolaps.

Soalnya, dengan PSBB, masih memungkinkan bagi masyarakat, khususnya nelayan, untuk beraktivitas mencari ikan di laut.

Lain hal jika yang terjadi adalah lockdown. Hampir semua aktivitas beku. Masyarakat takkan bisa bekerja. Nelayan juga tidak bisa melaut.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru, menyikapi pilihan sulit yang dilakukan pemerintah mengatasi persoalan pandemic virus corona atau Covid-19, berserta dampaknya di masyarakat.

“Nelayan mengapresiasi langkah yang diambil Pak Presiden Jokowi, karena masih memilih melakukan PSBB dibandingkan lockdown. Dengan PSBB, masih memungkinkan bagi nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Dengan begitu, kita optimis kondisi buruk ini bisa pulih perlahan. Karena masih bisa memutar roda ekonomi,”tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Rabu (08/04/2020).

Lebih lanjut, Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) menyampaikan, dengan tetap bisa melaut di situasi sulit ini, nelayan Indonesia akan mengumpulkan ikan tangkapannya. Sehingga, proses transaksi ekonomi pun akan tetap berlangsung.

Namun, Siswaryudi Heru mengingatkan, dalam proses transaksi ekonomi nelayan pun, tetap harus mematuhi protokol penanganan Covid-19.

Menurutnya, nelayan adalah salah satu segmen masyarakat yang sangat rentan terkena dampak buruk Covid-19. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Akan tetapi, anggota Pengarah Dewan Perubahan Iklim Nasional ini optimis dengan pilihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Dia optimis perekonomian perlahan akan bisa bangkit kembali.

Selain menyasar kelompok rentan lainnya, Siswaryudi Heru juga berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi masyarakat Nelayan Indonesia. Terutama dalam hal distribusi jaring pengaman sosial, yang dipersiapkan oleh pemerintah.

Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)  ini menyebut, Presiden Jokowi sudah mempersiapkan langkah berupa jaring pengaman sosial untuk masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat. Khusus untuk warga pedesaan, pemerintah menyiapkan program padat karya tunai.

“Pelaksanaannya akan dipercepat untuk membuka lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat di pedesaan,” jelas Siswaryudi Heru.

Karena itu, pelaksanaan jaring pengaman sosial itu, sebagaimana ditekankan Presiden Jokowi, harus tepat sasaran, dan tepat guna bagi masyarakat, termasuk juga nantinya bagi nelayan.

Karena itu, lanjutnya, rasa persatuan dan kepedulian yang kuat, perlu terus dijaga, agar sama-sama bisa bangkit dari keterpurukan yang sedang melanda masyarakat Indonesia.

“Secara khusus, nelayan berterimakasih kepada langkah yang dilakukan Presiden Joko widodo. Selanjutnya, kita optimis, situasi sulit ini bisa kita atasi bersama-sama,”tandas Siswaryudi Heru.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan