Breaking News

Di Perusahaan Yang Dihuni Ribuan Pekerja Cina Ilegal Ditemukan Kontainer Penuh Berisi Senjata Api

Di Perusahaan Yang Dihuni Ribuan Pekerja Cina Ilegal Ditemukan Kontainer Penuh Berisi Senjata Api.

Cendekiawan Muslim Rahman Sabon Nama menyurati Presiden Jokowi. Suratnya berisi temuannya di lapangan, atas adanya ancaman perang dari para penyusup yang berkedok sebagai pekerja asing yang ilegal, yang sudah menduduki sejumlah perusahaan di Tanah Air.

Rahman yang juga Ketua Komunitas Jurnalis Flobamora (KJF) ini menyampaikan, ancaman perang itu ditandai dengan ditemukannya senjata api dalam kontainer.

“Sejak tiga bulan lalu di dalam perusahaan telah ditemukan satu buah petikemas atau kontener yang penuh berisi senjata. Kejadian ini terlihat tidak disengaja oleh karyawan lokal dan mencurigai kuat bahwa ada banyak petikemas lain yang juga berisi berpucuk-pucuk senjata api,” tutur Rahman Sabon Nama, dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Jumat (20/07/2018).

Diterangkan Rahman, laporan dan informasi itu sudah diverifikasi kebenarannya. “Sudah kami akurasi secara intens di lapangan, bahwa telah ditemukan senjata api dalam jumlah yang cukup signifikan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, PT Indonesia Morowali Industrial Park saat ini mempekerjakan kurang lebih 80.000 pekerja,  yang 70% pekerjanya berasal dari Tiongkok atau China.

“Mulai dari tenaga administrasi, bagian sampel, buruh, sampai bagian kebersihan pun di isi oleh pekerja dari Tiongkok yang tergolong pekerja non skill, plus tidak bisa samasekali berbahasa Indonesia,” ujarnya.

Kedatangan pekerja non skill asing itu, lanjutnya, kemudian dilatih oleh para pekerja Indonesia. Setelah itu barulah mereka diangkat menjadi mandor atau supervisor.

“Sementara para pekerja kita yang melatih mereka tetap dipantek menjadi bawahan dan pekerja kasar atau non skill,” ungkap Rahman.

Paling tidak, lanjut dia, ada dua hal yang urgen dari temuan di lapangan yang harus segera diambil tindakan. Pertama, di dalam perusahaan telah ditemukan satu buah petikemas penuh berisi senjata. Kedua, melihat situasi dan fakta di lapangan timbul pertanyaan, apakah hal ada kaitan dengan isu terbongkarnya kasus impor 5.000 pucuk senjata ilegal specktek militer oleh Polri pada tahun lalu  dari China?

“Sebab, hingga saat ini tidak diketahui persis sudah berapa banyak kontener senjata api yang sudah diselundupkan masuk kewasan industri tersebut,” ungkap Rahman.

Dalam tulisannya, Rahman pun merekomendasikan, pertama, agar segera dikirim satu tim intelijen khusus yang dibentuk dan di bawah Kantor Staf Presiden (KSP) untuk segera melakukan insvestigasi.

“Karena dari informasi yang kami dapatkan, telah diketahui, ditemukan bahwa senjata api itu benar adanya dan merupakan buatan RRT,” ujarnya.

Kedua, dugaan investigatif, ada mata rantainya dengan skandal terbongkarnya impor senjata ilegal.

“Kami juga berasumsi bahwa sering terjadi pendekatan penanganan keamanan yang dilakukan Polri akhir-akhir ini justru membuat rakyat semakin tidak percaya dengan pemerintah, malah memperburuk citra pemerintah itu ada kaitan dengan penemuan senjata ini,” ujarnya.

Ketiga, temuan-temuan senjata api itu merupakan sumbu terjadinya konflik. Sehingga, menurut dia, apabila hal tersebut tidak diatasi secara tepat, baik dan strategis oleh Presiden, dikwatirkan menyulut terjadinya G-30S/PKI 65 jilid 2.

“Bedanya, dulu PKI membentuk Angkatan Ke-5 dengan rencana mempersenjatai buruh dan tani, tetapi  dari fakta investigasi lapangan kami, justru yang direkrut dan dipersenjatai dengan spektek senjata militer adalah diduga dari sekelompok Polisi,” ujarnya.

Keempat, apabila ada agenda terselebung dari elit tertentu yang ingin memaksakan kemauannya kelak dan tidak diikuti, sehingga dikwatirkan jangan sampai Polri dibenturkan dengan TNI.

“Sebagai langkah ikhtiar, kami menyarankan agar di bawah komando KSP, sebaiknya di seputar atau di lingkungan Istana Presiden dan Kantor Kepresidenan di Jalan Merdeka Utara, secara rahasia dibangun atau dipasang perangkat peralatan anti sadap,” ujarnya.(JR)

 

Berikut Isi Surat Rahman Sabon Nama:

 

Yth. Bapak Presiden RI

Joko Widodo

di Istana Negara Jakarta

 

Assw w.w

 

Ijin kami sampaikan ke hadapan Bapak Presiden perihal laporan/informasi yang sudah kami akurasi secara intens di lapangan, bahwa telah ditemukan senjata api dalam jumlah yang cukup signifikan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

 

Sebagaimana diketahui, bahwa PT Indonesia Morowali Industrial Park saat ini mempekerjakan kurang lebih 80.000 pekerja,  yang 70% pekerjanya berasal dari Tiongkok atau China.

 

Mulai dari tenaga administrasi, bagian sampel, buruh, sampai bagian kebersihan pun di isi oleh pekerja dari Tiongkok yang tergolong   pekerja non skill, plus tidak bisa samasekali berbahasa Indonesia.

 

Bahwa kedatangan pekerja non skill asing itu ke negeri kita, justru kemudian dilatih oleh para pekerja kita. Setelah itu barulah mereka diangkat menjadi mandor/supervisor, sementara para pekerja kita yang melatih mereka tetap dipantek menjadi bawahan dan pekerja kasar/non skill.

 

Bermula, informasi tsb kami dapat/akses melalui sebaran media sosial di masyarakat, untuk kemudian malam ini  juga kami lakukan komunikasi dan  investigasi rahasia ke lapangan. Hasilnya, bahwa informasi tsb akurat/valid, langsung dari sumber yang menyaksikan  secara langsung bahwa:

 

(1) Sejak tiga bulan lalu di dalam perusahaan ini telah ditemukan satu buah petikemas (kontener) yg penuh berisi senjata. Kejadian ini terlihat tidak disengaja oleh karyawan lokal dan mencurigai kuat bahwa ada banyak petikemas lain yang juga berisi berpucuk-pucuk senjata api.

 

(2). Melihat situasi dan fakta di lapangan timbul pertanyaan: Apakah hal ada kaitan dengan isu terbongkarnya kasus impor 5.000 pucuk senjata ilegal specktek militer oleh Polri pada tahun lalu  dari Cina? Sebab, hingga saat ini tidak diketahui persis sudah berapa banyak kontener senjata api yg sudah diselundupkan masuk kewasan industri tersebut.

 

Rekomendasi Saran kami:

 

(1) Sebaiknya dikirim satu tim intelijen khusus yang dibentuk dan dibawah KSP untuk segera melakukan insvestigasi, karena dari informasi yang kami dapatkan malam ini, telah diketahui/ditemukan bahwa senjata api itu benar adanya dan merupakan buatan RRT.

 

(2). Dugaan investigatif kami, ada mata rantainya dengan skandal terbongkarnya impor senjata ilegal. Kami juga berasumsi/berfikiran bahwa sering terjadi pendekatan penanganan keamanan yang dilakukan Polri akhir-akhir ini justru membuat rakyat semakin tidak percaya dengan pemerintah/memperburuk citra pemerintah ada kaitan dengan penemuan senjata ini.

 

(3). Oleh karena itu menurut pandangan kami, temuan-temuan senjata api di atas bagaimanapun merupakan sumbu terjadinya konflik. Sehingga, apabila hal tersebut tidak diatasi secara tepat, baik, dan strategis oleh Bapak Presiden, dikwatirkan menyulut terjadinya G-30S/PKI 65 jilid 2. Bedanya, dulu PKI membentuk Angkatan Ke-5 dengan rencana mempersenjatai buruh dan tani, tetapi  dari fakta investigasi lapangan malam ini, justru yang direkrut dan dipersenjatai dengan spektek senjata militer adalah: diduga dari sekelompok Polisi.

 

(4). Oleh karena itu,dikwatirkan apabila ada agenda terselebung dari elit tertentu yang ingin memaksakan kemauannya kelak dan tidak diikuti sehingga dikwatirkan jangan sampe polri dibenturkan dengan TNI. Sebagai langkah ikhtiar, kami menyarankan agar di bawah komando KSP, sebaiknya di seputar/ lingkungan Istana Presiden dan Kantor Kepresidenan di Jl. Merdeka Utara, secara rahasia dibangun/dipasang perangkat peralatan anti sadap.

 

Demikian dan terimakasih

Wassalamualikum

Rahman Sabon Nama

Jakarta 14/7-2018

Leave a comment

Your email address will not be published.


*