Desak Tangkap Mafia Tanah Terhadap Gereja GPdI Victory Warakas di Jakarta Utara, Puluhan Aktivis Mahasiswa GMKI Geruduk Kantor Kanwil BPN Jakarta Sampai ke Dalam Gedung

Desak Tangkap Mafia Tanah Terhadap Gereja GPdI Victory Warakas di Jakarta Utara, Puluhan Aktivis Mahasiswa GMKI Geruduk Kantor Kanwil BPN Jakarta Sampai ke Dalam Gedung

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
494
3
Foto: Aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) menggeruduk dan merangsek masuk ke dalam Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DKI Jakarta, di Jl Taman Jati Baru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis siang (6/6/2024). (Dok)Foto: Aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) menggeruduk dan merangsek masuk ke dalam Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DKI Jakarta, di Jl Taman Jati Baru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis siang (6/6/2024). (Dok)

Puluhan aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) menggeruduk dan merangsek masuk ke dalam Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DKI Jakarta, di Jl Taman Jati Baru No.1, RT.17/RW.1, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis siang (6/6/2024).

Para mahasiswa meluapkan kekesalan dan kemarahannya dengan merangsek masuk ke dalam kantor dan menggelar orasi-orasi di dalam gedung. Alasannya, karena sampai saat ini adanya dugaan perampasan dan praktik mafia tanah terhadap Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara, tidak ditindaklanjuti.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta), Chrysmon Wifandi Gultom, menyampaikan, pihaknya menggeruduk Kanwil BPN Jakarta, karena sampai saat ini tidak ada tindakan berarti terhadap para oknum mafia tanah, yang membuat sertifikat ganda dari BPN bersama oknum yang mengaku-ngaku ahli waris, sehingga membuat Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara, terancam digusur dan dikuasai oleh oknum mafia.

“Kepala Kanwil BPN Jakarta, tidak ada di kantor. Menurut staf yang ada di sana, Kakanwil sedang umroh, atau naik haji,” ungkap Chrysmon Wifandy Gultom kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Tampak aksi ini diselang selingi dengan orasi dan aksi bakar ban bekas di lokasi demonstrasi. Sempat terjadi saling aksi dorong dengan petugas keamanan Kanwil BPN Jakarta, para mahasiswa yang menggeruduk kantor Kanwil BPN Jakarta itu, akhirnya ditemui oleh staf Humas BPN, dan berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini.

Pihak Kanwil BPN Jakarta berjanji dan membuat surat pernyataan, bahwa kasus ini akan segera diselesaikan, dengan memanggil pihak Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Utara (Kakanta), dan pihak-pihak yang diduga melakukan penerbitan sertifikat lain, bersama pihak Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara.

Chrysmon Wifandy Gultom juga menyampaikan, kasus dugaan praktik mafia tanah yang menggerogoti lahan Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara itu sudah dilaporkan kepada Polda Metro Jaya, namun tidak ada tindak lanjut dari Kepolisian.

“Sudah dilaporkan kepada Polda Metro Jaya. Tapi sampai saat ini, malah oknum-oknum suruhan mafia tanah yang datang mengintimidasi dan diduga hendak mengusir pihak Gereja dari lahan itu,” terangnya.

Chrysmon Wifandy Gultom melanjutkan, pihaknya akan terus mengawal penuntasan kasus dugaan mafia tanah yang dilakukan kepada Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara itu.

“Kami akan kawal, dan kalau perlu akan kami duduki setiap kantor BPN, sampai pelaku praktik mafia tanah ini ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, serta kembalikan tanah itu kepada Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Victory Warakas di Jakarta Utara,” tandasnya.(RED)

You may also like

Pemerintah Beri WIUPK Kepada Ormas Keagamaan; KIARA: Praktik Penciptaan Konflik Horizontal Antar Masyarakat Yang Menolak Tambang dengan Ormas Keagamaan!

Pada tanggal 30 Mei 2024, Presiden Joko Widodo