Deretan Nama Sudah Siap, Saatnya Generasi Muda Memimpin Daerah-Daerah

Kaum Millenial Indonesia (KAMI), Gerakan Politik Generasi Muda Indonesia, Deretan Nama Sudah Siap, Saatnya Generasi Muda Memimpin Daerah-Daerah.
Kaum Millenial Indonesia (KAMI), Gerakan Politik Generasi Muda Indonesia, Deretan Nama Sudah Siap, Saatnya Generasi Muda Memimpin Daerah-Daerah.

Generasi Muda Indonesia sudah tidak jaman malu-malu dan takut-takut untuk terjun ke dunia politik praktis. Sejarah perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan, para pemuda dan pemudi, menjadi salah satu tulang punggu Nusantara untuk berjuang merebut kemerdekaan.

Koordinator Kaum Millenial Sumatera Utara (KAMI Sumut), Prihartini Simbolon mengatakan, para founding fathers Indonesia pun memulai pergerakan politik yang dilakukan sejak mereka muda.

“Hal yang mirip mestinya sudah digelorakan lagi sejak dini. Untuk seluruh kaum millennial Indonesia, di seluruh penjuru tanah air. Terutama pada momentum Pilkada yang akan digelar serentak di seluruh wilayah-wilayah Indonesia yang melaksanakannya pada tahun 2020 mendatang. Kaum millennial harusnya mau dan bisa,” tutur Tini, sapaan akrabnya, Sabtu (16/11/2019).

Menurut perempuan muda yang mengecap dunia pendidikan dengan perkuliahan di Kota Medan, Sumatera Utara ini, daerah-daerah lainnya di Indonesia, seperti di Sumut, sangat tergantung pada generasi mudanya dan sangat tergantung pada hasil Pilkada 2020.

“Seperti di Sumut, maju-mundurnya pembangunan Sumut akan sangat bergantung kepada hasil Pilkada 2020. Oleh karena itu, warga Sumut, terkhusus generasi muda harus memilih kepala daerah dengan bijak dan teliti. Pilih yang siap bekerja dan punya rekam jejak yang baik,” jelas Tini.

Dia melanjutkan, Indonesia pun sedang booming generasi millennial. Jumlahnya lebih dari separuh jumlah keselouruhan penduduk Indonesia.

Sedangkan di Sumut saja, dikatakan Tini, jumlah generasi mudanya saat ini sekitar 40% dari penduduk Sumatera Utara.

Soal kemampuan, katanya, tak perlu ragu. Generasi Muda Indonesia sangat banyak yang ahli dan mumpuni memimpin, seperti di Sumut.

“Generasi muda Sumut juga memiliki banyak keahliannya masing-masing. Akan tetapi, kepala daerah masih banyak yang belum bisa melakukan inovasi, untuk melaksanakan program yang dapat mengembangkan kemampuan para generasi muda. Yang mana, generasi muda inilah yang akan melanjutkan kembali arah perkembangan daerah,” jelas Tini.

Senada dengan Tini, Koordinator Kaum Millenial Kota Medan (KAMI Medan), Wulan R Nainggolanmenyampaikan, selama ini kebanyakan kepala daerah di Sumatera Utara sepertinya tidak tahu arah dan fokus apa yang akan dikerjakannya sebagai kepala daerah.

“Tanpa tahu apa yang menjadi fokus. Dan lupa melibatkan semua stakeholder dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dibutuhkan dalam pembangunan partisipatif,” ujar Wulan, mahasiswi yang menjalani perkuliahan di Kota Medan ini.

Wulan R Nainggolan melihat, perlunya gebrakan kaum muda untuk melakukan perubahan yang nyata di masyarakat. Agar kehidupan berpolitik, kehidupan bermasyarakat, jalannya pemerintahan juga berubah kian baik dan berguna bagi seluruh masyarakat.

“Saya lihat, Sumut membutuhkan gebrakan dari generasi muda. Daerah lain sudah memberikan kepercayaan memimpin daerah kepada generasi muda. Emil Dardak menjadi Bupati Trenggalek, dan sekarang menjadi Wakil Gubernur. Sumut yang juga memiliki banyak generasi muda potensial seharusnya memberikan kesempatan memimpin kepada anak-anak mudanya,” terang Wulan.

Wulan kemudian menyebutkan beberapa nama generasi muda Sumut yang menurutnya memiliki kapasitas untuk menjadi kepala daerah di Sumatera Utara.

Di kota Medan, ada Bobby Nasution yang maju menjadi calon walikota. “Beliau adalah pengusaha muda yang layak memimpin kota Medan. Kemudian ada Twedy Noviady Ginting, mantan Ketua Presidium GMNI, alumni Lemhanas yang harus kita dukung untuk dapat memimpin di Kabupaten Karo,”  jelasnya.

Beberapa nama lainnya, sebutnya, antara lain Sahat Martin Philip Sinurat,yakni anak muda yang sekarang menjadi Sekretaris Umum DPP GAMKI. Juga ada Chrisman Damanik, mantan Ketua Umum GMNI, Aminullah Siagian, Ketua Umum DPP HIMMAH dan Swangro Lumbanbatu, mantan Koordinator Wilayah Sumatera Utara PP GMKI.

“Sahat Sinurat, alumni ITB dan juga mantan Ketum PP GMKI selama ini aktif bersuara tentang toleransi dan Pancasila dan diundang ke Mesir dan China, sangat cocok untuk maju di Kabupaten Labuhan Batu. Chrisman Damanik sebagai pengacara muda yang banyak melakukan advokasi hukum kepada masyarakat kurang mampu adalah putra Binjai yang kita harapkan dapat kembali mengabdi di sini,” rincinya.

Kemudian, lanjut Wulan R Nainggolan, ada Aminullah Siagian yang merupakan Ketua Umum DPP Himmah.  “Aminullah Siagian yang merupakan putra Labuhan Batu Utara dan selama ini aktif dalam gerakan anti korupsi,” tuturnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*