Breaking News

Debat Capres Putaran Kedua, Menurut Nelayan, Jokowi Lebih Rasional Daripada Prabowo

Debat Capres Putaran Kedua, Menurut Nelayan, Jokowi Lebih Rasional Daripada Prabowo.

Sekretaris Jenderal Nasional Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Budi Laksana menilai, debat putaran kedua pasangan capres 2019, memperlihatkan posisi Jokowi masih lebih rasional dibandingkan Prabowo Subianto.

Tema yang diangkat dalam debat putaran kedua Capres 2019 adalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Secara logis dan masuk akal Jokowi lebih mengetahui masalah,” ujar Budi Laksana, Senin (18/02/2019).

Selain menguasai masalah, menurut Budi, Jokowi sudah melakukan pekerjaannya selama 4 tahun lebih, sehingga dampak keberhasilannya pun bisa dirasakan rakyat Indonesia.

Salah satunya adalah pelaksanaan Reforma Agraria dengan perhutanan sosial dan sertifikasi lahan yang diberikan kepara petani, masyarakat adat juga nelayan.

Di isu nelayan, lanjutnya, Pemerintahan Jokowi memang sejak awal konsisten dalam memberantas Illegal, unreported dan unregulated (IUU) Fishing. Pada 2018 ada 488 kapal asing yang sudah ditenggelamkan.

“Termasuk pertanyaan terkait nelayan miskin yang disinggung oleh Prabowo, terkait modal, akses yang dibatasi termasuk peraturan-peraturan yang membatasi nelayan kecil. Jelas Prabowo tidak mengerti masalah disini dan Jokowi sudah sangat jelas menyampaikan,” tutur Budi.

Budi menekankan, bahwa ada Bank Mikro Nelayan yang sudah ada sejak 2017, hal ini merupakan implementasi dari pasal 60 UU Perikanan No.31 tahun 2004 sebagaimana diubah dalam UU No.45 tahun 2009, Pasal 61 UU No.7 tahun 20016 Tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Termasuk negara hadir, apa yang disinggung Prabowo. Negara jelas hadir ditengah-tengah nelayan kecil ada Asuransi nelayan, bebas biaya perizinan dan retribusi bagi para nelayan kecil.

“Saya kira disini poin penting Jokowi sudah melaksanakannya dan tahu masalahnya,” ujarnya lagi.

Dia melanjutkan, pengalihan teknologi bagi nelayan kecil juga sudah ada sejak 2017, Pemerintah melatih para nelayan dengan pelatihan SKK 60 mil, ATKAPIN Tiga untuk mendukung sertifikasi nelayan demi menjadikan nelayan yang modern.

“Jadi kalau negara tidak hadir di tengah-tengah nelayan kecil, Jokowi sudah membuktikan dan sangat jelas dilakukan,” tutupnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*