Dari 30 Pendaftar, 18 Ikuti Ujian, Sebanyak 15 Wartawan di Pematangsiantar Dinyatakan Lulus Uji Kompetensi

Walikota Siantar Hefriansyah bersama Ketua PWI Sumut Hermansyah, Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Pematangsiantar M Hammam Soleh dan para penguji saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXVIII, di Siantar Hotel, yang digelar Senin 25 November 2019 hingga Selasa, 26 November 2019.
Walikota Siantar Hefriansyah bersama Ketua PWI Sumut Hermansyah, Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Pematangsiantar M Hammam Soleh dan para penguji saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXVIII, di Siantar Hotel, yang digelar Senin 25 November 2019 hingga Selasa, 26 November 2019.

Dari sebanyak 30 wartawan yang mendaftar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Pematangsiantar, hanya 18 wartawan yang mengikuti ujian, dan hasilnya sebanyak 15 orang wartawan dinyatakan lulus dan berkompeten dalam profesi jurnalistik.

Hal itu dinyatakan dalam Acara Penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang digelar di Siantar Hotel, Selasa (26/11/2019).

Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar UKW angkatan XXVIII bersama Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) dan Persatuan Wartawan Indonesia Pematangsiantar (PWI Pematangsiantar). UKW digelar selama dua hari, sejak Senin 25 November 2019 hingga Selasa, 26 November 2019, di Siantar Hotel.

Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Pematangsiantar M Hammam Soleh menuturkan, awalnya terdapat sebanyak 30 wartawan dari seluruh Pematangsiantar yang mendaftar UKW. Hingga jelang pelaksanaan UKW, sebanyak 23 wartawan yang mendapatkan rekomendasi sebagai peserta. Namun yang hadir untuk mengikuti UKW hanya 18 peserta.

“Dari 18 peserta yang mengikuti  Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXVIII ini, sebanyak 15 jurnalis dinyatakan lulus dan berkompeten,” tutur M Hammam Soleh dalam acara penutupan UKW.

Hammam Soleh mengatakan, wartawan baik media cetak, elektronik, maupun online memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan Kota Pematangsiantar.

Namun, perlu adanya peningkatan kualitas atau mutu bagi wartawan, agar mampu menyajikan informasi yangbermanfaat bagi masyarakat dan perkembangan Kota Pematangsiantar.

“Kalau tidak ada wartawan, segala bentuk kinerja pemerintah tidak ada yang mengawasi,” ucapnya.

Dia berharap, dengan UKW ini semakin meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat lanjutkan ke depannya.

Soleh juga berpesan, para wartawan yang telah dinyatakan berkompeten dapat melaksanakan tugasnya sesuai profesi. Selain itu juga terus memberi motivasi bagi para peserta yang belum dinyatakan berkompeten, dan yang belum mengikuti uji kompetensi.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut Hermansyah mengatakan, setelah pelaksanaan UKW, maka angkatan XXVIII ini menambah para wartawan yang berkompeten di Sumut. Kini jumlahnya menjadi  767 wartawan yang lulus UKW.

Selain itu, Hermansyah juga mengingatkan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan wartawan. Salah satunya berkaitan dengan tulisan yang enak dibaca. Karena selain mencari informasi, bacaan yang sangat komunikatif dan dengan bahasa yang luwes akan lebih memudahkan setiap pembacanya. Dalam UKW kali ini, para penguji yakni Eka Putra, M Syahrir, Dedy  Syahputra, dan Ketua PWI Sumut Hermansyah.

Sementara itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan, Pemeritah Kota Pematangsiantar sangat mengapresiasi terselenggaranya UKW yang bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan.

“Pemerintah Kota Pematangsiantar berkeinginan, dengan dilaksanakannya UKW angkatan ke XXVIII ini semua  wartawan, khususnya yang bertugas di lingkup Pemerintahan sudah berkompeten. UKW sangat penting untuk diikuti para wartawan sebagai suatu pengakuan bahwa wartawan merupakan pekerja profesional,” kata Hefriansyah.

Hefriansyah juga mengatakan, wartawan sebagai profesi memang seharusnya bekerja secara profesional sesuai kaedah jurnalistik. Sebab, setiap profesi memiliki etika. Begitu juga dengan wartawan dalam menjalankan profesinya.

“Seorang wartawan yang punya kompetensi sangat diperlukan guna menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Selain itu, dapat memberikan masukan kepada pemerintah sebagai masukan yang membangun, sehingga berita tidak lagi bersifat memojokkan ataupun menghakimi,” katanya.

Hefriansyah melanjutkan, peran wartawan lewat pemberitaan dan sosial kontrolnya sangat penting. Untuk itu, dia berharap terjadi dukungan terhadap pemerintah agar Visi Kota Pematangsiantar terwujud. “Yakni Masyarakat Kota Pematangsiantar yang Semakin Mantap, Maju, dan Jaya dapat tercapai,” harapnya.(Agus.S)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan