Dalami Kasus Dugaan Korupsi Di PT Asuransi Jiwasraya, Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia Digarap Jaksa

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Di PT Asuransi Jiwasraya, Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia Digarap Jaksa. – Foto: PT Asuransi Jiwasraya (Persero). (Net)
Dalami Kasus Dugaan Korupsi Di PT Asuransi Jiwasraya, Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia Digarap Jaksa. – Foto: PT Asuransi Jiwasraya (Persero). (Net)

Jaksa terus mendalami pengusutan kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (persero). Dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi di perusahaan pelat merah it uterus begulir.

Pada Rabu 17 Juni 2020, Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung  kembali menggarap pemeriksaan terhadap 4 orang saksi.

Salah satunya adalah mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Infonesia (BEI) Erry Firmansyah. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, keempat saksi yang digarap jaksa itu adalah, Mantan Depkom PM 2 Tahun 2004 Noor Rahman, Sales atau perantara Perdagangan Efek Sumin Tanudin, Wakil Perantara Perdagangan Efek Winda Pamela dan mantan Dirut PT Bursa Efek Indonesia (PT BEI) Erry Firmansyah.

“Erry Firmansyah adalah Dirut PT BEI pada periode 2002 sampai 2009,” ujar Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Sebagai mantan pejabat PT Bursa Efek Indonesia, keterangan keempat saksi dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana proses jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia. Pada saat yang bersangkutan menjabat atau bertindak sebagai pengurus di Bursa Efek Indonesia.

Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan para saksi itu merupakan pengembangan terhadap penyidikan perkara di PT Asuransi Jiwasraya (persero).

“Pemeriksaan dimaksudkan guna mencari dan menemukan pihak-pihak lain yang dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelonaan keuangan dan dana investasi PT  Asuransi Jiwasraya (Persero), baik secara perdata maupun secara pidana,” jelasnya.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19. Antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan