Cegah Penyebaran Virus Corona, Sapma PP Jakarta Timur Gelar Penyemprotan Di Mesjid-Mesjid dan Permukiman Warga

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sapma PP Jakarta Timur Gelar Penyemprotan Di Mesjid-Mesjid dan Permukiman Warga.
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sapma PP Jakarta Timur Gelar Penyemprotan Di Mesjid-Mesjid dan Permukiman Warga.

Sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Keluarga Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Jakarta Timur secara bergotongroyong menggelar penyemprotan disinfektan di sejumlah mesjid dan permukiman warga.

Ketua Sapma PP Jakarta Timur, Rusher Herlambang menyampaikan, khusus untuk Jakarta Timur, pihaknya menyemprotkan disinfektan beberapa masjid, salah satunya adalah di Masjid Ass’Aadah yang terletak di Jalan Pangkalan Jati VI, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar Jakarta Timur.

Penyemprotan itu digelar sejak Senin 07 April 2020. Kegiatan itu, lanjutnya, selaras dengan arahan Pengurus Wilayah Sapma PP DKI Jakarta, yang menggalakkan Program Sapma PP DKI Vs Corona.

“Kami membuat inisiatif untuk membersihkan rumah ibadah. Supaya masyarakat tidak terganggu apabila mau ibadah, maupun sepulang ibadah untuk bertemu keluarga kembali,” ujar Herlambang, di Jakarta, Kamis (10/04/2020).

Tak lupa, Rusher Herlambang juga mengingatkan kepada seluruh warga Jakarta Timur untuk tetap menjaga kesehatan. Serta mematuhi segala petunjuk yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 itu.

“Kami mengajak seluruh warga Jakarta Timur untuk kita jaga Jakarta Timu,  rumah kita bersama. Bagaimana caranya? Dengan menjaga kesehatan dan mengikuti dengan tertib seluruh arahan yang dianjurkan oleh pemerintah,” ujar Herlambang.

Sementara itu, Ketua Bidang Sapma PP Jakarta Timur Teofilus Mian Parluhutan yang ikut terjun langsung kelapangan, menyampaikan agar di saat seperti sekarang semangat kebersamaan dan gotongroyong itu diwujudnyatakan.

Teofilus yang mengawasi jalannya penyemprotan disinfektan, juga menekankan di saat-saat krisis seperti ini, kaum muda harus menjalankan peran dan fungsinya.

“Kita sebagai pemuda bergotong royong membantu pemerintah menghadapi krisis ini,” katanya.

Gotong-royong itu, lanjutnya, sangat berguna di saat-saat krisis seperti ini, dengan membantu membersihkan beberapa rumah ibadah dan pemukiman di sekitarnya.

“Setidaknya kita membantu mengurangi sedikit beban perintah yang sudah bekerja keras menghadapi musibah ini,” pungkas Teofilus.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan