Calon Legislator Koruptor Manipulator, Si Herman Jaya Harefa Melenggang, Hai Pak Polisi, Jaksa, Hakim, KY, KPU, Bawaslu, Parpol, Penegak Hukum, Kemana Saja Kalian?

Boleh Saja Ambisi Mau Jadi Legislator, Tapi Penuhi Dong Persyaratan Jangan Palsu, Jangan Berbohong dan Jangan Menipu. Herman Jaya Harefa Si Terpidana, Politisi, Pemalsu Dokumen, Plagiat, Ijazah Palsu, Penipu, Kok Tetap Akan Dilantik Sebagai Wakil Rakyat. Calon Legislator Koruptor Manipulator, Si Herman Jaya Harefa Melenggang Saja, Hai Pak Polisi, Jaksa, Hakim, KY, KPU, Bawaslu, Parpol, Penegak Hukum, Kemana Saja Kalian?
Boleh Saja Ambisi Mau Jadi Legislator, Tapi Penuhi Dong Persyaratan Jangan Palsu, Jangan Berbohong dan Jangan Menipu. Herman Jaya Harefa Si Terpidana, Politisi, Pemalsu Dokumen, Plagiat, Ijazah Palsu, Penipu, Kok Tetap Akan Dilantik Sebagai Wakil Rakyat. Calon Legislator Koruptor Manipulator, Si Herman Jaya Harefa Melenggang Saja, Hai Pak Polisi, Jaksa, Hakim, KY, KPU, Bawaslu, Parpol, Penegak Hukum, Kemana Saja Kalian?

Ini perbuatan keji. Dugaan kolaborasi para oknum aparat penegak hukum, politisi, penyelenggara Pemilu dan kaki tangannya, melanggengkan pelanggaran hukum, penipuan, ijazah palsu, plagiat dan pemalsuan dokumen, terus berlangsung.

Seorang politisi lokal bernama Herman Jaya Harefa, dipaksakan akan tetap dilantik sebagaiWakil Rakyat di Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Meskipun, sejumlah bukti pelanggaran fatal yang telah dilakukan politisi Partai Demokrat itu telah diungkap, aparat penegak hukum mulai dari Polisi, Jaksa, Hakim, bahkan penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu, serta Parpolnya sendiri, tidak menindaktegas pria yang pernah menjadi terpidana itu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungnya Wartawan Indonesia (DPC GWI) Kepulauan Nias, Loozaro Zebua mengungkapkan, seluruh masyarakat di Kepulauan Nias, sudah kian geram dengan sepak terjang Herman Jaya Harefa.

Pria kelahiran Sisobahili pada 01 Februari 1979 itu, tetap merasa benar. Dan aparat penegak hukum mandul. Tidak memproses pria yang melakukan pemalsuan ijazah, plagiat dan dugaan sogok itu.

“Dia harus segera ditangkap, diproses dan dihukum sebrat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan biarkan seorang pemalsu, plagiator, penipu, terpidana dan pelanggar hukum duduk sebagai Wakil Rakyat,” tutur Loozaro Zebua, Minggu (22/09/2019).

Sudah sejak lama, lanjutnya, pihaknya pun sudah melaporkan sepak terjang Herman Jaya Harefa ke aparatur penegak hukum, agar ditindak tegas. Tetapi kok didiamkan begitu saja.

Loozaro pun mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum, mulai dari Polisi, Jaksa, Hakim, Parpol, dan institusi penegak hukum yang ada.

“Hai Pak Polisi, Jaksa, Hakim, KY, KPU, Bawaslu, Parpol, Penegak Hukum, Kemana Saja Kalian? Kok tidak diusut tuntas. Kok malah melenggang seenaknya,” ujar loozaro.

Dia menjelaskan, Herman Jaya Harefa, mendapat selembar ijazah yang diduga palsu. Dari Sekolah Tinggi Teologi Sunsugos (STT Sunsugos) Jakarta.

Di kop Ijazah tertera SK Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prodi Pendidikan Agama Kristen No.DJ.III/Kep/HK.00.5/25/2013 tertanggal 30 Januari 2013.

Ijazah itu diteken oleh Dr Saur Hasugian, MTh selaku Dirjen Bimas Kristen dan Drs Gabriel Mangunsong, MTh selaku Ketua Sekolah Tinggi Teologi Sunsugos.

Dengan selembar ijazah itu, Herman Jaya Harefa mendapat gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.K).  Ijasah yang diduga palsu berasal dari Sekolah Tinggi Teologi Sunsugos.

Sudah lama juga persoalan itu dilaporkan Loozaro Zebua dkk ke Polisi di Nias, di Medan, di Jakarta.

Dan juga sudah dilaporkan dan investigasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Bimas Kristen, STT Sunsugos, Ombudsman, Badan Akreditasi Nasional, Polisi, Hakim, Komisi Yudisial, ke MA, Kompolnas, KPU, Bawaslu, semuanya diam-diam saja.

“Aparat makan gaji buta, malah mengangkangi penegakan hukum. Para pemalsu keadilan dan penegakan hukum, tak layak hidup di Indonesia,”

Loozaro Zebua yang berdomisili di Jalan Diponegoro Nomor 317 A, Tohia Ilir, Gunungsitoli, Sumatera Utara itu, juga telah melaporkan persoalan ini ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di Jalan HR Rasuna Said, Kvaling C-19, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 13 Agustus 2019.

“Laporan itu diterima oleh Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Lely Pelitasari Soebekty. Akan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Pada tanggal 25 September 2018 lalu, Loozaro Zebua juga telah melaporkan adanya pemalsuan surat berupa ijazah sebagaimana tertera dalam Pasal 263 KUHP.

Pelaporan dilakukan di Polres Jakarta Utara. Orang-orang yang dilaporkan pria kelahiran Sifalago Gomo, 07 Februari 1965 ini adalah Gabriel Mangunsong, Efo, Herman Jaya Harefa. Dengan saksi Sunaryo, Maman, Asnadi dan Moris. Nomor pelaporan LP/5128/IX/2018/PMJ/Dir.Reskrimum, tertanggal 25 September 2018.

Direktur Pendidikan Kristen di Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Pontus Sitorus  mengatakan, sejak 10 Juli 2018, pihaknya sudah mengklarifikasi persoalan itu.

Pontus membenarkan, pihaknya dipanggil dan dimintai penjelasan oleh Ombudsman Republik Indonesia, pada 16 April 2018. Pada pertemuan yang digelar di Lantai 7 Kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan itu, membahas ijasah palsu atas nama Herman Jaya Harefa.

Pontus Sitorus menegaskan, Dirjen Bimas Kristen hanya berwenang menandasahkan ijazah. Bukan menerbitkan ijazah.

“Dirjen Bimas Kristen tidak memiliki atau tidak menerbitkan Surat Keputusan tentang bkeabsahan ijazah atas nama Herman Jaya Harefa yang dikeluarkan oleh STT Sunsugos itu,” ujar Pontus Sitorus.

Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Lely Pelitasari Soebekty menyampaikan, ijazah Herman Jaya harefa bernomor 027/Ijazah/S.Pd.K/STTS/III/2013 tertanggal 1 Maret 2013 yang diperoleh dari STT Sunsugos, dtidak sah.

Herman Jaya Harefa terdaftar pada 2009, padahal sejak 2009 Herman jaya Harefa tidak pernah kuliah di STT Sunsugos,” ujar Lely.

Oleh karena itu, gelar sarjana yang disandang Herman Jaya Harefa secara akademik batal demi hukum. “Karena transkrip nilai dari STT Sunsugos diperoleh tanpa proses perkuliahan. Tanpa ujian dan tanpa penyesuaian dengan kurikulum yang berlaku di STT Sunsugos,” terang Lely.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan