Breaking News

Busyet, Jual Beli Mobil Tak Jadi, Tiga Tahun Uang Calon Pembeli Ditahan Dealer Mazda

Busyet, Jual Beli Mobil Tak Jadi, Tiga Tahun Uang Calon Pembeli Ditahan Dealer Mazda. Busyet, Jual Beli Mobil Tak Jadi, Tiga Tahun Uang Calon Pembeli Ditahan Dealer Mazda.

Setiap harinya anggota masyarakat melakukan transaksi keuangan. Entah untuk kebutuhan belanja kebutuhan pokok, untuk membeli barang-barang mewah, atau pun jual beli.

Sering kali, proses transaksi bermasalah. Sejumlah penyebabnya pun bisa ditelusuri. Yang pasti, banyak anggota masyarakat yang dirugikan dengan model transaksi barang-barang kreditan.





Begitu adalah tagih menagih, selalu saja pihak konsumen atau warga yang kena masalahnya. Hal itu tidak dilakukan hanya pengusaha kecil, tetapi juga para pengusaha kakap juga melakukan trik yang tidak sehat itu.

Seperti yang dialami oleh Julisman Boesman. Kini pria kelahiran Pekan Baru, Riau itu kesulitan meminta kembali uang yang sudah sempat disetorkannya untuk rencana pembelian satu unit mobil pribadi yang dilakukannya sekitar tiga tahun lalu.

“Jangankan untuk masyarakat umum dan usaha-usaha kecil, para pengusaha besar, pengusaha kakap pun seringkali mempersulit dan bahkan tidak mau mengembalikan uang nasabah atau pembeli. Seperti yang saya alami. Pihak Mazda, perusahaan mobil, dan dealer pemasarannya yaitu PT Nusantara Batavia Motor, tidak kunjung mengembalikan uang saya,” tutur Julisman Boesman, Selasa (25/06/2019).





Awalnya, diceritakan Julisman, pada tahun 2016, dirinya berniat membeli satu Unit Mobil Mazda, lewat PT Nusantara Batavia Motor yang beralamat di Jalan Suryopranoto Nomor 77 & 79, Jakarta Pusat.

Juliman yang merupakan warga yang tinggal di Jalan P Dewa Raya Blok 01/04 MDL RT/RW 003/002, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang itu sudah sepakat dengan meneken sejumlah persyaratan pembelian mobil itu lewat PT Nusantara Batavia Motor milik Vincent.

Julisman pun menyetorkan uang sebesar Rp 10 juta, sebagai uang muka atau booking fee pembelian kendaraan yang akan menjadi miliknya kelak.





“Nah, beberapa bulan berikutnya, belum selesai kami bertransaksi, PT Nusantara Batavia Motor sudah meninggalkan Mazda. Dia tidak lagi sebagai dealernya Mazda. Bagaimana dong uang saya yang sudah saya setorkan sebagai booking fee pembelian mobil itu?” tanya Julisman.

Hingga tahun 2019, tidak terealisasi ketersediaan mobil Mazda yang dipesannya. Jusliman pun mendatangi pihak PT Nusantara Batavia Motor untuk memastikan uang muka yang sudah diserahkannya.

“Karena sudah tidak jadi, wanprestasi, ya saya maunya uang saya dikembalikan dong. Jangan ditahan-tahan begitu. Saya juga butuh uang saya,” ujar Julisman lagi.





Jusliman mengaku sudah semakin tidak sabar dengan jawaban dan respon yang diberikan pihak PT Nusantara Batavia Motor yang menglur-ulur, bahkan tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang muka sebesar Rp 10 juta yang sudah disetorkannya untuk pembelian Mobil Mazda yang sudah tak jadi itu.

Hingga Selasa (25/06/2019), Jusliman mengaku masih menunggu itikad baik dari PT Nusantara Batavia Motor agar segera mengembalikan uangnya.

“Saya maunya full. Saya tidak mau dipotong uang saya. Wong tidak ada transaksi, tidak terjadi hubungan jual beli, uang saya sudah masuk Rp 10 juta, dan malah ditahan,” ujarnya.





Dia mengatakan, saat dirinya menyambangi pihak Direksi PT Nusantara Batavia Motor, pihak perusahaan itu mengiyakan akan mengembalikan uangnya, tetapi dipotong sebesar 50 persen.

“Saya tidak mau dong. Masa tidak ada apa-apa, tidak juga jadi mobil, kok uang saya yang dipotong? Tinggal kembalikan saja kok uang saya semuanya, selesai. Masa perusahaan besar seperti Mazda dan PT Nusantara Batavia Motor mau nahan dan nyolong duit calon nasabah seperti saya sih? Kok enggak malu ya,” bebernya.

Julisman menegaskan, pihak PT Nusantara Batavia Motor pun bahkan sudah membuat Surat Pernyataan akan membayar semua booking fee yang sudah saya transfer itu, sebesar Rp 10 juta. “Namun hingga kini tidak dikembalikan ke saya,” ujarnya.





Padahal, kata Julisman, Surat Pernyataan itu dibuat pada 31 Mei 2019. Pihak PT Nusantara Batavia Motor yang diwakili Staf Administrasinya M Adyatma Kasukka Putra alias Didit berjanji akan mengembalikan uang customer Julisman Boesman sebesar rp 10 juta dengan mengirimkan ke Rekening BCA KCP Cikokol dengan Nomor Rekening 8680071480 atas nama Julisman Boesman, dan disepakati akan ditransfer paling lambat pada 14 juni 2019.

“Sekarang sudah hari Selasa 25 Juni 2019, belum ada ditransfer uang saya itu,” ujar Julisman.

Dia mendesak, aparat pemerintah dan aparat penegak hukum sebaiknya turun tangan dan segera mencabut izin usaha perusahaan-perusahan seperti itu, karena telah mendustai warga masayarakat, terutama calon nasabahnya, dengan cara tidak mengembalikan uang milik calon nasabah.





“Perusahaan-perusahaan seperti Mazda dan PT Nusantara Batavia Motor itu sudah keterlaluan. Mereka itu harusnya diproses dan segera ditindak. Perusahaan-perusahaan yang melakukan hal beginian pun harus ditindak. Supaya masyarakat jangan dirugikan dan jangan ditipu terus,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Adminsitrasi PT Nusantara Batavia Motor M Adyatma Kasukka Putra alias Didit mengakui bahwa pernah ada rencana pembelian satu Unit Mobil Mazda dari PT Nusantara Batavia Motor atas nama Julisman Boesman.

Akan tetapi, kini perusahaan tempatnya bekerja yakni PT Nusantara Batavia Motor sudah tidak menjadi dealer pemasaran dari Mazda lagi.





“Sudah tidak di Mazda. Kami masih jadi dealer, tapi ke perusahaan lain, bukan Mazda. Memang sudah beberapa kali Pak Julisman datang dan meminta uangnya dikembalikan, tetapi itu sekarang jadi urusannya pihak Direksi saya. Saya tidak punya kewenangan,” tutur Didit ketika dihubungi.

Didit mengatakan, pihaknya pernah berusaha mengembalikan uang milik Julisman, dengan membongkar semua dokumen dan data Mazda yang ada pada mereka. Tetapi, tidak bisa bayar Full. “Kantor maunya dikembalikannya setengah, ya Rp 5 juta,” ujar Didit.

Selanjutnya, Didit pun menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada Bosnya Pemilik PT Nusantara Batavia Motor. “Ke Pak Vincent aja. Dia boss saya. Dia yang Kepala cabang di sini,” ujarnya.





Hal yang sama disampaikan Bos PT Nusantara Batavia Motor Vincent. Menurut Vincent, pihaknya tidak bisa mengembalikan uang muka milik Julisman Boesman secara full.

“Itu ketentuannya Pak. Kami bisa kembalikan 50 persen saja. Memang begitu. Sedangkan orang beli tiket pesawat saja, jika batal, kan tidak dikembalikan seratus persen. Kembali sebagian saja uangnya,” ujar Vincent ketika dihubungi.

Dia menerangkan, pada 2016, yakni tiga tahun lalu, Julisman Boesman memang hendak membeli mobil Mazda dari PT Nusantara Batavia Motor. Julisman juga sudah menyetorkan uang muka sebesar Rp 10 juta.





Namun, hingga pihaknya berpindah haluan, menurut Vincent, malah Julismannya yang tidak ada kabar.

“Kami hubungi dia, tidak pernah bisa. Ini sekarang sudah tiga tahun. Sedangkan yang beberapa bulan saja tidak ada kabar, kan biasanya ya dianggap hangus. Kan begitu. Lagi pula, data-datanya mesti ke sana lagi (Mazda). Kami sudah tidak urusi dan sudah tidak pegang,” tutur Vincent.

Lagi pula, katanya lagi, biasanya, sebelum transaksi, dan sebelum ditransfer booking fee, ada sejumlah kesepakatan yang dibaca dan diteken bersama dengan calon nasabah. Di dalam ketentuan-ketentuan itulah sudah dijelaskan bahwa tidak akan mungkin uang milik Jusliman Boesman untuk dikembalikan seratus persen lagi. Apalagi, jika mengalami beberapa kondisi atau situasi tertentu.





“Itu kan sudah dijelaskan harusnya di perjanjian dan kesepakatan di awal-awal itu. Ya enggak ada pengembalian 100 persen. Kalau 50 persen ya bisa. Segera hari ini pun saya bisa kembalikan kalau 50 persennya. Lah maunya Pak Julisman kan harus seratus persennya dikembalikan, ya enggak bisa lagilah,” terang Vincent.

Vincent mengatakan, pihaknya tetap berdiri dikesepakatan, tidak akan mengembalikan seratus persen. “Kalau 50 persen, ya akan segera saya kembalikan. Ya saya tunggu hatinya Pak Julisman legowo,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*