Buruh Farmasi Minta Pemerintah Instruksikan Perusahaan Agar Tak Memaksa Pekerja

Virus Corona Sangat Berbahaya

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP Farkes R), Idris Idham: Virus Corona Sangat Berbahaya, Buruh Farmasi Minta Pemerintah Instruksikan Perusahaan Agar Tak Memaksa Pekerja.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP Farkes R), Idris Idham: Virus Corona Sangat Berbahaya, Buruh Farmasi Minta Pemerintah Instruksikan Perusahaan Agar Tak Memaksa Pekerja.

Para pekerja dari sektor farmasi dan kesehatan mengingatkan, virus corona sangat amat berbahaya. Karena itu, Pemerintah diminta agar menginstruksikan para pengusaha dan perusahaan yang mempekerjakan buruh atau pekerja dalam jumlah besar, untuk tidak memaksa para buruh bekerja di pabrik atau tempat-tempat yang rawan terhadap penyebaran virus corona.

Hal itu disampaikan Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP Farkes R) terkait penyebaran dan penanganan virus corona yang dialami oleh sektor buruh.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP Farkes R), Idris Idham, yang mewakili pekerja di sektor farmasi dan kesehatan, menyatakan bahwa virus corona ini bukan virus biasa. Tetapi virus yang penyebarannya sangat cepat dan mengakibatkan kondisi fatal bagi mereka yang terjangkit.

Dia meminta pemerintah untuk secara terbuka memberikan informasi dan situasi penyebaran Covid-19 itu, termasuk dengan melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka menyadari dan waspada. Sehingga anjuran Social Distancing berjalan efektif.

“Pemerintah harus melakukan penekanan kepada pengusaha atau perusahaan untuk mengikuti anjuran pekerja bekerja dari rumah selama 2 minggu ke depan dijalankan oleh mereka, dengan tetap membayar upah,” kata Idris Idham, Selasa (24/03/2020).

FSP Farkes R yang merupakan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga meminta pemerintah untuk memastikan layanan kesehatan bagi mereka yang memiliki gejala, agar diberi akses yang mudah untuk memeriksakan dirinya di rumah sakit secara gratis. Atau juga atau ditanggung  oleh BPJS Kesehatan, tanpa prasyarat rujukan.

“Selain itu, pemerintah wajib segera menyediakan tempat layanan kesehatan yang memadai dan cukup untuk mempersiapkan kemungkinan peningkatan jumlah pasien. Bukan hanya rumah sakit atau layanan kesehatan milik pemerintah tetapi juga swasta,” ujarnya.

Idris juga mengingatkan, para pekerja kesehatan bekerja dalam kondisi kerja yang aman dan dengan peralatan perlindungan yang memadai. Seperti masker, sarung tangan, kacamata goggles, jubah pelindung, sanitizer tangan, sabun, air dan peralatan kebersihan.

Ini harus disediakan tidak hanya di rumah sakit. Tetapi juga untuk pekerja garis depan yang mendukung karantina dan isolasi rumah. Bahwa  alat-alat medis  yang sesuai dengan prosedur perlindungan diri  dan cairan sterilisasi harus diprioritaskan untuk pekerja kesehatan di lini depan.

“Pekerja kesehatan adalah garda terdepan dalam respon virus corona, tetapi mereka juga memiliki resiko terbesar untuk terkena infeksi. Oleh karenanya kita memastikan bahwa mereka bekerja dalam kondisi aman dan terlindungi, serta tidak diforsir bekerja agar tidak kelelahan dalam membantu mencegah penyebaran virus,” ujarnya.

FSP Farkes R menyambut baik adanya tunjangan insentif yang akan diberikan pemerintah untuk tenaga medis dan penunjang medis sebagai garda terdepan.

“Kami meminta agar insentif tersebut diberikan kepada semua tenaga medis dan non medis yang berhubungan dengan penanganan Covid-19, baik di rumah sakit swasta maupun pemerintah. Tanpa memandang status pekerjaan mereka. Hal ini mengingat rentannya resiko yang mereka hadapi ketika menjalankan tugas kemanusiaan ketika menghadapi pasien dengan suspect corona,” tandasnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*