Buru Perekam Video Mirip Truk TNI Berisi Orang Cina, Pribumi Indonesia Kecam Tindakan Polri

Buru Perekam Video Mirip Truk TNI Berisi Orang Cina, Pribumi Indonesia Kecam Tindakan Polri.
Buru Perekam Video Mirip Truk TNI Berisi Orang Cina, Pribumi Indonesia Kecam Tindakan Polri.

Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) mengecam tindakan Polri yang menyatakan memburu orang yang merekam video truk TNI berisi Warga Negara Asing yakni Cina. Truk yang diduga membawa Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal itu tidak memiliki nomor plat polisi dengan velg ban berwarna merah.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak mempertanyakan sikap Polri yang terkesan memburu pembuat video WN Cina di angkut di dalam truk TNI itu.




“Menurut saya wajar jika masyarakat resah dengan kejadian tersebut. Sekelompok orang yang di duga WN Cina diangkut oleh truk yang menyerupai Truk TNI, tanpa plat nomor polisi dengan velg ban berwarna merah,” ujar Bastian, dalam keterangan persnya, Selasa (16/07/2019).

Anehnya, untuk momentum seperti itu, malah Polisi sangat pro-aktif untuk memburu orang. Sedangkan berbagai laporan dan persoalan rakyat, sering tidak cekatan mengusutnya.

Oleh karena itu, Bastian meminta Polri agar tidak berlebihan melakukan tindakan kepada perekam video itu.





“Kami berharap polri tidak terburu-buru menuduh pembuat video tersebut sebagai pihak yang dengan sengaja menyebar hoax untuk menciptakan kegaduhan. Malah seharusnya polri menyelidiki mengapa ada truk seperti itu tanpa plat bisa bebas berkeliaran di jalan? Kalau memang bukan truk TNI, lalu truk siapa? Apa maksud mereka menggunakan cat mirip truk TNI? Mengapa mereka berani mengangkut orang-orang yang diduga sebagai WN Cina tanpa nomor plat polisi? Itu dong yang harus ditelusuri Polisi,” beber Bastian.

Menurut Bastian, kewaspadaan masyarakat terhadap derasnya arus imigran dari Cina jangan selalu dianggap sebagai berita hoax atau ujaran kebencian terhadap etnis tertentu. Namun sebaliknya harus dianggap sebagai bentuk kewaspadaan rakyat terhadap hegemoni asing yang dasarnya justru kecintaan rakyat terhadap bangsa dan negaranya.

“Polri harusnya mencari data dengan mendatangi para pelaku dalam video tersebut. Dengan demikian masyarakat akan tahu apa motif para pelaku dalam video tersebut bukan malah menangkap yang merekam peristiwa itu secara terburu-buru,” ujarnya.




Efeknya, kata dia lagi, nanti masyarakat yang mengetahui sebuah kejahatan tidak akan berani merekamnya.

“Harusnya polri berterima kasih dengan adanya rekaman video tersebut karena membantu kerja Polri,” tutup Bastian.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*