Buronan Korupsi Lagi Nge-Mall di Manado Ditangkap Intel Kejaksaan

Buronan Korupsi Lagi Nge-Mall di Manado Ditangkap Intel Kejaksaan.

Buronan kasus korupsi ditangkap Tim Intel Kejaksaan saat Sang Buron sedang nge-mall di Manado. Tersangka perkara tindak pidana korupsi pengadaan alat berat bed truck (tronton) pada Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Tahun Anggaran 2012 atas nama tersangka Sony Edison Thomas itu tidak  berkutik saat diciduk.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengatakan, penangkapan Sony Edison Thomas itu adalah penangkapan ke 51 di Tahun 2019 ini, oleh Tim Kejaksaan dalam Program Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan.

“Tersangka ditangkap di mall di Manado,” tutur Mukri kepada wartawan, Selasa (23/04/2019).




Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga berhasil menangkap buronan perkara tindak pidana korupsi pengadaan alat berat bed truck (tronton) pada Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun Anggaran 2012 itu.

Sony dinyatakan buron sejak tanggal 20 November 2017. Tersangka itu akhirnya ditangkap di sebuah restoran pada salah satu pusat perbelanjaan di Manado pada hari Minggu, tanggal 21 April 2019, pukul 19.00 WITA.

“Proses penangkapan berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari tersangka,” tutur Mukri.

Setelah ditangkap, selanjutnya tersangka dibawa menuju Kejaksaan Negeri Manado untuk dilakukan pemeriksaan. Dan selesai jalani pemeriksaan, tersangka langsung dibawa ke Kotamobagu untuk dilakukan penahanan.

Dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan alat berat bed truck (tronton) pada Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun Anggaran 2012 yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.449.897.700,- (empat ratus empat puluh sembilan juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus rupiah) ini telah ditetapkan 4 (empat) orang tersangka dalam 4 (empat) berkas perkara yang diajukan secara terpisah.

Berkas perkara pertama atas nama Sahril Gaib,  telah diputus oleh Pengadilan Tipikor Manado, dengan putusan pidana penjara selama 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta, dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).




Berkas perkara kedua atas nama Sony Edison Thomas, yang saat ini dalam tahap pemberkasan. Berkas perkara ketiga, atas nama Barens Filipus Nixon Poluan alias Boy, telah diputus oleh Pengadilan Tipikor Manado, dengan putusan Pidana Penjara selama 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta, dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht). Dan berkas perkara keempat atas nama Roni Napu, saat ini dalam tahap pemberkasan.

“Untuk dua berkas, yakni atas nama Sahril Gaib dan Sony Edison Thomas ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kotamobagu, sedangkan 2 berkas perkara lagi yakni atas nama Barens Filipus Nixon Poluan alias Boy dan Roni Napu ditangani oleh Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga,” tutur Mukri.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*