Buronan Kasus Korupsi Dari Kejari Merauke Terdeteksi Di Wilayah Ambon, Dokter Steren Silas Samberi Diciduk di Café Euforia di Kepulauan Aru

Buronan Kasus Korupsi Dari Kejari Merauke Terdeteksi Di Wilayah Ambon, Dokter Steren Silas Samberi Diciduk di Café Euforia di Kepulauan Aru.
Buronan Kasus Korupsi Dari Kejari Merauke Terdeteksi Di Wilayah Ambon, Dokter Steren Silas Samberi Diciduk di Café Euforia di Kepulauan Aru.

Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Papua berhasil mengamankan dan menangkap terpidana  kasus korupsi bernama dokter Steren Silas Samberi di Kepulauan Aru, Ambon.

Steren Silas adalah pelaku kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejaksaan Negeri Merauke di Papua. Pria kelahiran Jakarta 10 Februari 1980 itu ditangkap jaksa saat berada di Cafe Euforia di Dobo, Kepulauan Aru, Ambon.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengungkapkan, dokter muda itu menjadi terpidana saat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Agats, Kabupaten Asmat. Pria berusia 39 tahun itu tersangkut perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat Papua pada RSUD Kabupaten Asmat tahun anggaran 2012.

Dokter Steren Silas Samberi telah dinyatakan terbuktinya bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dia dijatuhi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta, subsidiary 6 bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp630.616.395,- (enam ratus tiga puluh juta enam ratus enam belas ribu tiga ratus sembilan puluh lima rupiah) subsidiair 3 tahun penjara.

Mukri menegaskan, sanksi pidana itu dijatuhkan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 394 K / Pid.Sus /2017 tanggal 11 Desember 2017, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap pada tanggal 29 Januari 2018.

“Hari ini, Kamis, 05 Desember 2019, terpidana tersebut sedang dilakukan proses pemindahan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2A Abepura di Jayapura,” ujar Mukri, Kamis (05/12/2019).

Mukri menambahkan, hingga 05 Desember 2019 ini, dengan tertangkapnya Dokter Steren Silas Samberi, maka sudah ada sebanyak 159 pelaku kejahatan yang terkategori sebagai tersangka, terdakwa, dan terpidana yang berhasil diamankan. Sejak Program Tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 sudah mencapai 366 orang yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan