Buron Penggelapan Dana Bulog Jatim Rp 1,7 Miliar, Pejabatnya Ditangkap Jaksa

Buron Penggelapan Dana Bulog Jatim Rp 1,7 Miliar, Pejabatnya Ditangkap Jaksa.

Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Mojokerto berinisial SHP telah ditangkap oleh jaksa. Pria yang menjadi buronan karena tersangka dalam dugaan penggelapan dana Perum Bulog Jawa Timur sebesar Rp 1,7 miliar itu diketahui masuk kantor terakhir tanggal 31 Oktober 2017.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menjelaskan, Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dan Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung berhasil mengamankan buronan tersangka perkara tindak pidana korupsi itu di Bandung.

“Yang bersangkutan diamankan pada Kamis, 21 Maret 2019 sekitar pukul 20.40 WIB di Jalan Gedebage Selatan, kampung Bojong Manjak, Kelurahan Cisarten Kidul, Bandung, Jawa Barat,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada wartawan, Jumat (22/03/2019).

Mukri menjelaskan, ketika kasusnya disidik Kejati Jatim sejak November 2018 dia tidak pernah memenuhi panggilan, sehingga ditetapkan DPO alias buron.

Menurutnya, adapun modus korupsi yang dilakukan SHP sebenarnya sangat sederhana. Ketika melakukan penjualan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) senilai Rp 1,7 miliar dia tidak menyetor uangnya ke rekening Perum Bulog.

“Dia (SHP) malah membuat rekening atas nama pribadinya untuk menampung pembayaran dari pembeli,” ujar Mukri.

Selain buron Kejati Jatim, SHP diketahui juga merupakan buron Polda Jatim. Beberapa BUMD seperti Puspa Agro dan pihak lain telah melaporkan ditipu SHP senilai Rp 13 miliar.

“SHP juga lagi dicari Polda karena ada kasus penipuan dan penggelapan beberapa rekanan Bulog Jatim senilai Rp 13 miliar lebih,” ungkap Mukri.

Karena banyak diburu banyak pihak, tertangkapnya SHP juga melegakan pihak Perum Bulog. Pasalnya, beberapa pihak yang ditipu telah mendesak Perum Bulog ikut bertanggungjawab karena saat menipu mengatasnamakan perusahan plat merah itu.

“Tadi pagi Kepala Divisi Hukum Perum Bulog Pusat pak Irfan Aziz memberikan apresiasi kepada kejaksaan yang telah berhasil menangkap S.H.P. Karena akibat perbuatan pribadi S.H.P Perum Bulog ikut digugat banyak pihak,” tambahnya.

SHP ditangkap di rumah orang tuanya setelah pindah-pindah tempat. Kemudian sempat diinapkan di ruang tahanan (Rutan) Kejari Bandung setelah itu lewat penerbangan pertama Lion Air dibawa ke Kejati Jatim.

“Langsung dijebloskan ke Rutan Kejati Jatim dan tahan penyidik selama 20 hari. Karena berkas perkaranya sudah rampung tinggal BAP tersangka bisa langsung ke Jaksa peneliti,” tutur Mukri.

Kejati Jatim merencanakan akan menyidangkan secara in absentia kasus SHP karena yang bersangkutan tidak kunjung memenuhi panggilan. Namun dengan tertangkapnya SHP berarti tidak jadi disidangkan in absentia.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan