Buron Karena Menipu, Elperiansyah Nasution Dibekuk Jaksa di Tanjung Morawa

Buron Karena Menipu, Elperiansyah Nasution Dibekuk Jaksa di Tanjung Morawa. - Foto: Buronan Kejaksaan Negeri Simalungun, Elperiansyah Nasution-Pakai Peci.(Ist)
Buron Karena Menipu, Elperiansyah Nasution Dibekuk Jaksa di Tanjung Morawa. - Foto: Buronan Kejaksaan Negeri Simalungun, Elperiansyah Nasution-Pakai Peci.(Ist)

Seorang pria yang menjadi buronan karena tindak pidana penipuan sejak tahun 2020 bernama Elperiansyah Nasution, berhasil dibekuk Jaksa di Jalan Sultan Serdang, Pasar 5 Gang Mandiri, Tajung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis 18 Februari 2021. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak menginformasikan, penangkapan terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Elperiansyah Nasution itu dilakukan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). 

“Yang bersangkutan ditangkap pada pukul 17.00 WIB. Dia adalah DPO dari Kejaksaan Negeri Simalungun,” jelas Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Elperiansyah Nasution adalah warga Perumahan Taman JasariPakam Asri, Blok C Nomor 11, Desa Bangkaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang. Dia bekerja sebagai karyawan swasta. 

Pria kelahiran Pematangsiantar, 06 Oktober 1964 itu telah dinyatakan sebagai terpidana penipuan sejak April 2020 lalu. 

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 341 K/Pid/2020 Tanggal 20 April 2020, Elperiansyah Nasution yang sudah berusia 57 tahun itu, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dan oleh karena itu dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. 

“Terpidana Elperiansyah Nasution diamankan tanpa perlawanan. Sebelumnya, Tim Tangkap Buron sudah melakukan pengintaian selama 1 minggu,” tutur Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Saat ini, lanjut Leonard, Elperiansyah Nasution diamankan di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Selanjutnya akan diserahkan kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Simalungun (Kejari Simalungun), untuk dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Simalungun guna menjalani pidana penjaranya. 

Leonard menambahkan, melalui Program Tangkap Buronan atau Tabur di Kejaksaan, dihimbau agar seluruh DPO yang terdaftar di Kejaksaan untuk sebaiknya segera menyerahkan diri. 

“Kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang atau DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tandas Leonard.(JRO)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan