Buron Karena Kasus Korupsi Alkes di Lampung, Jaksa Ciduk Hari Kurniawan di SPBU Bengkulu

Buron Karena Kasus Korupsi Alkes di Lampung, Jaksa Ciduk Hari Kurniawan di SPBU Bengkulu.
Buron Karena Kasus Korupsi Alkes di Lampung, Jaksa Ciduk Hari Kurniawan di SPBU Bengkulu.

Seorang buronan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Lampung diciduk Jaksa saat berada di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkulu.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengungkapkan, penangkapan terhadap pria bernama Hari Kurniawan itu dilakukan oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung pada Jumat (08/11/2019).

Hari Kurniawan adalah orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dari wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Lampung. “Ditangkap dan diamankan saat berada di sebuah SPBU di daerah Sebakur, Bengkulu,” tutur Mukri, Senin (11/11/2019).

Hari Kurniawan lahir di Bandar Lampung pada 20 Februari 1985. Bekerja sebagai wiraswasta. Dia adalah seorang terpidana atas kasus korupsi pengadaal alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Lampung, tahun anggaran 2013.

“Pada saat pengadaan itu, dia sebagai Direktur PT Panca Artha Mandiri yang merupakan pelaksana proyek pekerjaan pengadaan alat kesejatan tersebut,” ujar Mukri.

Ketika persidangan di Pengadilan Tindak PIdana Korupsi ( Tipikor ) pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang di Bandar Lampung dilakukan pemeriksaan perkara, tanpa kehadiran yang bersangkutan ( in absentia).

Hari Kurniawan diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan vonis penjara selama 5  tahun dan denda Rp 200 juta. Subsidiair 3 bulan kurungan.

Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang dan diterima pengajuan bandingnya.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Tipikor pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Nomor : 5 / PID.SUS –TPK / 2018 / PT. TJK tanggal 29 Maret 2018 dengan amar putusannya menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nomor : 48 / Pid.Sus – TPK / 2017 / PN.TJK tanggal 25 Januari 2018.

“Sehingga atas dasar tersebut JPU langsung melakukan pencarian keberadaan terpidana semenjak putusan Pengadilan Tinggi tersebut di bulan Maret 2018 hingga saat ini tertangkap di wilayah Bengkulu,” jelas Mukri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Hari Kurniawan yang sudah dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tersebut dieksekusi ke penjara.

“Terpidana langsung dibawa dari Bengkulu menuju ke Bandar Lampung untuk menjalani masa hukumannya,” ujar Mukri.

Mukri menambahkan, tertangkapnya buronan atas nama Hari Kurniawan itu adalah buron ke-145 hingga saat ini November 2019. Sejak Program Tabur 31.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018, sudah mencapai 352 buron yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah.(JR)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan