Bukan Rumah Sakit, Puskesmas Mesti Jadi Rumah Sehat Yang Disenangi Warga

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, dr Edison Sahputra, MARS: Bukan Rumah Sakit, Puskesmas Mesti Jadi Rumah Sehat Yang Disenangi Warga.

Pelayanan kesehatan masyarakat yang prima, menjadi salah satu program pemerintah yang harus benar-benar menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat bawah secara nyata.

Karena itulah, di Provinsi DKI Jakarta, kehadiran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan menjadi ujung tombak menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan cerdas.

Di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Puskesmas Kecamatan Cilincing berdiri megah di Jalan Sungai Landak Nomor 26, RT010/RW 08, Jakarta Utara. Puskesmas ini juga dikenal dengan Puskesmas Cilincing II.

Berlantai 5, Puskesmas Kecamatan Cilincing mirip sebuah rumah sakit yang lengkap di tingkat kecamatan.

Penggunaan Puskesmas ini diresmikan pada 4 Oktober 2017 oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dr Edison Sahputra, MARS menyampaikan, di era Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ini, Puskesmas harus disenangi dan menjadi tempat nyaman bagi warga masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan.

“Kesan menakutkan itu tidak ada. Ke Puskesmas bukan hanya untuk berobat, tetapi juga untuk rileks, memperoleh informasi kesehatan, konsultasi kesehatan, dan bisa juga tamasya warga di tingkat kecamatan,” tutur dr Edison Sahputra ketika ditemui di kantornya, di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (02/05/2019).

Dia pun menekankan, kesan anker dan tidak menyenangkan harus sudah dihilangkan dari keberadaan Puskesmas. Karena itu, untuk Puskesmas di wilayah Cilincing, terus dilakukan inovasi dan pendekatan serta pelayanan masyarakat yang langsung turun ke bawah.

“Puskesmas jangan jadi rumah orang sakit, Puskesmas harus menjadi rumah orang-orang sehat. Jadi, tidak mesti karena sedang sakit baru mau ke Puskesmas, orang-orang sehat juga banyak datang ke Puskesmas Kecamatan Cilincing untuk berkonsultasi, mendapatkan penyuluhan, berkunjung, bertamasya. Menjadi tempat yang nyaman bagi warga,” tuturnya lagi.

Untuk itu, Puskesmas Kecamatan Cilincing terus meningkatkan mutu pelayanannya dengan berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. Setiap puskesmas di wilayah Kecamatan Cilincing, jika ada bangunan atau gedungnya yang bocor haru segera diperbaiki.

Edison juga mengatakan, pelayanan prima itu dimulai di puskesmas-puskesmas tingkat kelurahan. “Karena itulah kita terus berbenah, yang bagus itu harus dimulai dan dilakukan di kelurahan-kelurahan. Jadi dari mulai tingkat kelurahannya kita bagusin,” ujarnya.

Edison menjelaskan, visi Puskemas Kecamatan Cilincing adalah Menjadi Puskesmas Berprestasi Kebanggaan Masyarakat.

Memang, sederet prestasi dan piala terpampang di lantai 5 Gedung Puskesmas Kecamatan Cilincing ini. Sederet prestasi dan penghargaan diraih oleh Puskesmas yang baru dipimpinnya ini.

Yang terbaru, Puskesmas Kecamatan Cilincing menjadi pemenang lomba pelayanan fasilitas kelas pertama se-Kota Jakarta Utara.

“Saat ini, kita jadi utusan satu-satunya untuk tingkat Provinsi. Dan juga sedang ikut penilaian tingkat nasional, untuk puskesmas seluruh Indonesia,” ungkap Edison.

Puskesmasnya, lanjut dia, juga memperoleh akreditasi paripurna. Predikat paripurna itu dinilai dan diberikan oleh Pemerintah Provinsi untuk menggambarkan pelayanan, fasilitas dan juga berbagai program Puskesmas Kecamatan Cilincing sebagai yang terbaik. Atau dalam istilah kategori disebut Akreditasi A. Puskesmas ini menerapkan pelayanan kesehatan seperti di rumah sakit kelas I.

Memang, Edison menerapkan manajemen dengan tata nilai mengedepankan integritas, professional, empati, sinergi dan inovatif.

Secara geografis,luas wilayah Kecamatan Cilincing adalah 3.970 hektar, dengan jumlah penduduk mencapai 377.036 jiwa. Wilayah Kecamatan Cilincing terbagi dalam 7 wilayah Kelurahan dan 88 Rukun Warga (RW) dan 1031 Rukun Tetangga (RT). “Kita menerapkan motto cepat, ramah dan nyaman,” sambung Edison.

Buktinya, pada saat Pelaksanaan Pencoblosan Pemilu 17 April 2019 lalu, ada seorang Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang mendadak kena serangan jantung. Segera dibawa ke Puskesmas Kecamatan Cilincing, dan terselamatkan.

“Untung saja segera dibawa kemari. Segera ditangani, dan bisa tertolong. Itu memang Puskesmas harus siap sedia dengan berbagai kemungkinan situasi. Langkah antisipatif juga dilakukan,” tutur Edison.

Kinerja dan Program-Program Pelayanan Kesehatan Puskesmas Seperti Inilah Yang Dibutuhkan Masyarakat

Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara memiliki jejaring yang cukup bagus. Terdapat 11 dokter praktek, 11 dokter gigi, 60 klinik swasta dan sebanyak 46 bidan praktik.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dr Edison Sahputra menekankan, kebijakan mutu pelayanan yang tidak boleh melenceng. Dia menegaskan, Puskesmas Kecamatan Cilincing berkomitmen menyelenggarakan pelayanan kesehatan konprehensif, holistic dan berkesinambungan, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Karena itu, setiap perencanaan Puskesmas dilakukan dengan sungguh-sungguh. Melakukan persiapan, analisa situasi, perumusan masalah, penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK).

Selain itu, langkah monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan dengan konsisten dan bersungguh-sungguh. Pihaknya mengaku secara rutin melaksanakan Mini Lokakarya (Minlok) di Puskesmas.

Selain memiliki fasilitas dan gedung puskesmas yang oke, dengan pelayanan yang prima, Puskesmas Kecamatan Cilincing juga memiliki program ujung tombak yang harus dilakukan yaitu Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) melalui Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH).

Saat ini, untuk PISPK dengan KPLDH, Puskesmas Kecamatan Cilincing memiliki sebanyak 21 petugas. Sasarannya sebanyak 16.825 Kepala Keluarga (KK), dengan 92.769 jiwa. Kini capaian yang dilakukan sudah mencapai 13.946 KK dengan 48.879 jiwa.

“Tindakan intervensi pelayanan kesehatan di masing-masing keluarga diberikan secara bersama-sama saat pendataan. Kita juga menerapkan monev kegiatan KPLDH rutin, setiap bulan,” ujar Edison.

Kunjungan-kunjungan itu dilakukan secara konsisten. Seperti di wilayah Permukiman Nelayan Cilicing, saat ini juga rutin dilaksanakan Program Pembersihan Kutu Kepala kepada Anak-anak dan Warga Nelayan Cilincing.

Tidak lupa, Puskesmas Kecamatan Cilincing selalu menyediakan kotak saran dan evaluasi bagi pengunjung dan pasien yang datang. Saat ini, indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan Puskesmas Kecamatan Cilincing ini mencapai 83,7 persen.

Di Puskesmas Kecamatan Cilincing, diterangkan Edison, ada beberapa jenis program yang wajib dilaksanakan. Program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) terdiri dari UKM Essensial, yang meliputi Program Promosi Kesehatan, Program Kesehatan Lingkungan, Program Gizi Masyarakat, Program Kesehatan Ibu, Keluarga Berencana (KB) dan Caalon Pengantin Sehat (Catin Sehat), Program Kesehatan Anak dan Imunisasi dan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

“Nah untuk program calon pengantin sehat itu, sifatnya konsultatif. Mengecek kesehatan masing-masing sebelum mereka melanjutkan ke pernikahan. Supaya tahu kondisi kesehatan dan jika ada kendala kesehatan. Itu dapat sertifikat. Demikian juga ibu melahirkan, di Puskesmas dan rumah bersalin langsung dapat akte kelahiran si anak. Kita kerja sama dengan Dukcapil,” tutur Edison.

Kemudian ada Program UKM Pengembangan yang meliputi Usaha Kesehatan Gizi Masyarakat (UKGM), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Program Kesehatan Lansia, Program Kesehatan Kerja dan OIahraga, Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) dan Pengobatan Tradisional.

Selain itu, ada jenis Pelayanan yang disebut Upaya Kesehatan Perorangan. Program Pelayanan Kesehatan Perorangan ini terdiri dari Unit Pengobatan Umum, Unit Pengobatan Gigi dan Mulut, Unit Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Unit Kesehatan Keluarga Berencana (KB), Unit Layanan 24 jam, Layanan Kesehatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), Layanan Kesehatan Ramah Lansia dan Disabilitas, Layanan Kesehatan Jiwa, Layanan Infeksi Menular Saluran (SINTA), Layanan Tuberkolosis (TB) sdan Kusta, Layanan Gizi, Layanan Haji, Layanan Sanitasi, Layanan Prioritas Masyarakat Pekerja Informal (PRIMA), Layanan Konseling SINTA, Unit Ruang Bersalin dan Layanan Teuraupeutic Feeding Centre (TFC).

Juga diterapkan Pelayanan Kesehatan Penunjang yang terdiri dari Unit Farmasi, Unit Pemeriksaan Laoratorium dan Pelayanan Dokter  Keliling Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3) juga tidak pernah terlupakan. Sebab kegiatan P3 inilah yang akan menentukan langkah selanjutnya. Pengawasan dilakukan berupa audit internal.

Audit internal ini dilakukan oleh Kepala Puskesmas, Tim Satuan Pengawas Internal maupun setiap penanggungjawab dan pengelola maupun pelaksana program.

Kegiatan pengendalian, menjamin kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana yang telah ditetapkan dan dilakukan secara terus menerus. “Jika terdapat ketidaksesuaian dilakukan upaya perbaikan,” ujar Edison.

Kegiatan Penilaian, dilakukan berdasarkan Penilaian Kinerja Puskesmas sebagaimana tertuang didalam Permenkes Nomor 44 Tahun 2016.

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien digelar berupa lokakarya perumusan visi, misi, tata nilai dan kebijakan mutu. Melakukan penggalangan komitmen peningkatan mutu dan kinerha secara berkesinambungan, melakukan kajian banding Puskesmas, audit internal dan rapat tinjauan manajemen.

Beberapa inovasi yang dijalankan Puskesmas Kecamatan Cilincing seperti Detektif Rakanita, yaitu Dekteksi Aktif Gerakan Peduli Kanker Pada Wanita. Rakanita adalah sebuah inovasi yang diciptakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan kesehatan kanker leher Rahim dengan melakukan deteksi dini melalui test Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Kemudian ada Lady’s Car, yaitu mobil khusus yang digunakan untuk memudahkan petugas melakukan test IVA di berbagai tempat, seperti di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), kantor Rukun Warga (RW), di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan lain-lain.

Di Puskesmas Kecamatan Cilincing ada NECIS. NECIS adalah Nelayan Cilincing Sehat. Pelayanan ini adalah program peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat Pekerja Informal, khususnya Nelayan yang terdapat di wilayah Kecamatan Cilincing. Pelayanan ini terdiri dari 4 Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Mobile, Poli Layanan Khusus Masyarakat Pekerja Informal (PRIMA).

Program Ada Apa Dengan Cinta? AADC. Program ini adalah program berbasis aplikasi yang disebut dengan e-CINTA. Menurut Edison program ini untuk Deteksi Cepat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dan Balita (SDIDTK). Situs skrining tumbuh kembang balita berbasis online yang dapat diakses di www.e-cinta.com.

“Panduan melakukan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang Balita ini telah digunakan sejak Mei 2017,” ujar Edison.

Program inovasi lainnya adalah CILUG BA atau Cilincing Peduli Gizi Balita. Program ini untuk mengantisipasi dan juga menindak adanya kasus-kasus gizi buruk.

Puskesmas Kecamatan Cilincing memberikan bantuan bahan pangan bergizi dari dana Gerakan Peduli Sesama (GPS). Dilakukan juga konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), memastikan Balita diberi makanan hasil olahan PMBA dan melakukan pemantauan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) secaraberkala.

“Puskemas memiliki program keluarga binaan, yakni dengan melakukan kunjunganrumah secara berkala yang dilakukan Petugas Gizi bersama Tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH),” tutur Edison.

Masih ada Program Selamat Pagi Cilincing. Program ini adalah program berupa penyuluhan dalam gedung untuk edukasi masyarakat.

Inovasi lainnya, diterangkan Edison, Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), yaitu sarana pendaftaran mandiri bagi pasien lama dengan BPJS.

Dia menerangkan, dengan menggunakan Anjungan Pendaftaran Mandiri, pasien yang memiliki BPJS dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes) Kecamatan Cilincing dapat mendaftarkan diri untuk berobat secara mandiri dari rumah.

“Juga terdapat informasi nomor urut antrian, sehingga pasien dapat mengukur waktu kapan atau jam berapa untuk datang ke Puskesmas. Sehingga tidak perlu menunggu antrian yang cukup lama,” tutur Edison.

Dan jika ada keluhan atau pertanyaan tentang layanan Puskesmas di Cilincing, lanjut Edison, ada program Hallo Puskesmas, sebagai sarana aduan dan aspirasi online 24 jam. Hallo Puskesmas dapat diakses di nomor 08 111 0808 07.

“Silakan hubungi kami di Layanan Hallo Puskesmas. Kami siap 24 jam untuk melayani keluhan atau pertanyaan melalui layanan telepon, SMS maupun Whatsapp,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*